Camat Pesimis Kasus Pencemaran Tuntas Tahun Ini
Perwakilan Tokoh Ulama, Tokoh masyarakat, Pemuda, Sentra Penyuluhan Kehutanan Pedesaan (SPKP) Desa Citeko menyerahkan laporan hasil musyawarah bersama yang berlangsung hari Sabtu, 17 Desember 2011 lalu kemarin.
Kepada Camat Cisarua, Teddy Pembang diruang kerjanya, Ketua
MUI Desa Citeko, Kh. Asep Saepuddin, mewakili Tokoh Ulama setempat menyampaikan
terimakasih atas upaya yang selama ini telah dilakukan Pihak Muspika dalam menangani
Pencemaran Sungai Kali Gede, Kamis, (22/12/2011)
Selain itu disampaikan pula hasil keputusan
musyawarah bersama yang salah satunya meminta penghentian pembuangan Limbah
Kotoran Sapi ke sungai Kali Gede dalam batas waktu maksimal 7 hari setelah
laporan ini disampaikan.
“Perlu kami tegaskan bahwa
kami tidak menuntut penutupan Ternak sapi, kami hanya menuntut agar para
peternak tidak membuang Limbah tai Sapinya ke sungai Kali gede” terangnya.
Masalah pencemaran sungai dari pembuangan limbah kotoran sapi ini sudah berlangsung
lebih dari lima tahun. Warga sudah berusaha melaporkan ke pihak Desa hingga
Kecamatan.
Kali Gede menjadi
andalan sumber air bagi sebagian besar warga Desa
Citeko. pemandian umum, irigasi, mushola bahkan pondok pesantren. “Sekarang Kali Gede menjadi
andalan oknum peternak sapi untuk membuang Limbah Kotoran sapinya“ imbuhnya.
Sementara Kh. Athfal Shiddiq FHR, Pengasuh ponpes Ibnu Djarnudji Citeko menambahkan Pondok Pesantren yang ada
selama ini menggunakan air sungai Kali Gede untuk untuk keperluan sehari-hari.
“untuk
itu kami Mohon Bapak Camat segera menyelesaikan permasalahan ini secepatnya. Pertanyaan kami, kapan kami bisa membersihkan bak-bak penampungan
air kami, jangan sampai kami sudah bersihkan bak penampungan kami, ternyata
esoknya kotoran sapi masih mengalir” tandasnya.
Tak hanya itu, Acil yang mewakili pemuda
Desa Citeko juga menyampaikan bahwa masyarakat Desa Citeko selama ini sudah sangat
bersabar. “Tapi tentu kesabaran itu ada batasnya, untuk menjaga keamanan dan
kenyamanan bersama, sebab sampai hari ini kami masih mempercayakan pada pihak Muspika
setempat, namun setelah tahun baru permasalahan ini harus tuntas. Kami mendesak agar tidak ada lagi pencemaran kali gede,” tegas tokoh pemuda ini.
Ketua SPKP Desa Citeko, Sunyoto juga meminta kepada Pemerintah setempat untuk lebih
tegas dan proaktif menyelesaikan masalah limbah ini. "Jangan warga yang
harus kesana-sini", pintanya.
Menanggapi laporan dan
tuntutan tokoh ulama dan tokoh masyarakat tersebut, Camat Cisarua Teddy Pembang menjelaskan permasalahan ini belum bisa diselesaikan sampai awal januari 2012.
"Sebab, saat ini banyak tugas yang harus dikerjakan, dari masalah
relokasi PKL puncak, Natal dan Tahun Baru juga masalah limbah ini,“ lanjut pria berkacamata ini, "Tapi kami
akan bekerja, sesuai kewajiban kami, kami mohon doa dan dukungan semua pihak
untuk menyelesaikanya,” tambahnya.
Dia menerangkan akan
menyelesaikan permasalahan ini satu persatu, dengan kami tutup petenakan milik
saudara Sriyanto dan Hariyasa kami harapkan menjadi perhatian bagi peternak
lain untuk tidak membuang Limbah ke sungai lagi. (cj/als)

Tidak ada komentar