Jadikan Donor Darah Sebagai Gaya Hidup
PMI (Palang Merah Indonesia) Cabang Kota Bogor ditantang menjadikan donor darah sebagai gaya hidup di tengah masyarakat. Hal ini didorong belum berimbangnya jumlah persediaan kantong darah dengan kebutuhan darah dari tahun ke tahun.Hal ini disampaikan Walikota Bogor Diani Budiarto dalam sambutan tertulis pada pembukaan Musyawarah Kota PMI Kota Bogor. Acara berlangsung di Markas PMI Kota Bogor, Jalan Kresna Raya Kamis (1/12/2011).
Hadir dalam kesempatan tersebut Ketua PMI Kota Bogor, Idih O. Wiharja. Asisten Administrasi Kemasyarakatan dan Pembangunan Kota Bogor, Edgar Suratman, hadir membuka acara mewakili Diani.
“Menurut Perhimpunan Donor Darah Indonesia, jumlah penduduk Indonesia yang melakukan aksi donor darah per seribu penduduk baru mencapai enam orang. Jumlah ini relatif kecil jika dibandingkan dengan negara-negara lain yang memiliki jumlah penduduk yang lebih kecil dibandingkan Indonesia,” urai Diani.
Sebagai contoh, di Malaysia angkanya sudah mencapai 10 orang per seribu penduduk, sementara di Singapura mencapai 24 orang per seribu penduduk. “Bahkan di Jepang angkanya sudah mencapai 68 orang per seribu penduduk,” lanjut Diani.
Hal ini terjadi, menurut Diani, bukan hanya dikarenakan rendahnya potensi kepedulian sosial masyarakat Indonesia, tetapi juga dikarenakan faktor lain seperti belum memasyarakatnya aksi donor darah di tengah masyarakat.
“Untuk itulah, seluruh jajaran PMI Kota Bogor harus menjadi garda terdepan untuk mengajak masyarakat sekaligus memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa aksi donor darah sebagaimana disampaikan ahli kesehatan akan memiliki dampak yang baik bagi kesehatan,” tandasnya.
Diani mengajak jajaran PMI untuk memanfaatkan semua unsur media. Termasuk sosial media semacam twitter maupun facebook karena cukup efektif diaplikasikan di kalangan anak muda.
Hadir dalam kesempatan tersebut Ketua PMI Kota Bogor, Idih O. Wiharja. Asisten Administrasi Kemasyarakatan dan Pembangunan Kota Bogor, Edgar Suratman, hadir membuka acara mewakili Diani.
“Menurut Perhimpunan Donor Darah Indonesia, jumlah penduduk Indonesia yang melakukan aksi donor darah per seribu penduduk baru mencapai enam orang. Jumlah ini relatif kecil jika dibandingkan dengan negara-negara lain yang memiliki jumlah penduduk yang lebih kecil dibandingkan Indonesia,” urai Diani.
Sebagai contoh, di Malaysia angkanya sudah mencapai 10 orang per seribu penduduk, sementara di Singapura mencapai 24 orang per seribu penduduk. “Bahkan di Jepang angkanya sudah mencapai 68 orang per seribu penduduk,” lanjut Diani.
Hal ini terjadi, menurut Diani, bukan hanya dikarenakan rendahnya potensi kepedulian sosial masyarakat Indonesia, tetapi juga dikarenakan faktor lain seperti belum memasyarakatnya aksi donor darah di tengah masyarakat.
“Untuk itulah, seluruh jajaran PMI Kota Bogor harus menjadi garda terdepan untuk mengajak masyarakat sekaligus memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa aksi donor darah sebagaimana disampaikan ahli kesehatan akan memiliki dampak yang baik bagi kesehatan,” tandasnya.
Diani mengajak jajaran PMI untuk memanfaatkan semua unsur media. Termasuk sosial media semacam twitter maupun facebook karena cukup efektif diaplikasikan di kalangan anak muda.
Kedua, menilai pertanggung pengurus kota.Ketiga, menetapkan rencana program pokok pelaksanaan di wilayah kerjauntuk waktu lima tahun berdasar rencana program PMI Provinsi serta pokok-pokok kebijakan dan rencana strategis yang ditetapkan oleh Munas dan Musyawarah Provinsi PMI.
Keempat, memilih pengurus kota yang baru dan terakhir membahas dan menetapkan hal-hal penting lainnya yang bersifat strategis. (eka)
Sumber : Kota Bogor 1/12/2011
Tidak ada komentar