Apel Beracun Bukan Dongeng Putri Salju
KESEHATAN - Buah Apel Beracun bukan hanya ada pada kisah dongeng Putri Salju yang digemari anak-anak hingga remaja. Ternyata buah beracun ini nyata dijual dan beredar dipasar tradisional hingga mal-mal selama ini.
Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan telah menemukan 19 penyakit dan
unsur berbahaya yang terkandung dalam sampel buah impor
apel dan jeruk berdasar hasil penelitian secara mendetail selama dua
tahun di Institut Pertanian Bogor (IPB).
Terkait temuan ini, Kementan mengimbau agar masyarakat lebih memilih
mengonsumsi buah-buahan lokal. "Ditemukan dalam buah impor itu terkandung
residu logam berat dan lainnya, ada pula formalin. Ini sangat berbahaya bagi
kesehatan," kata Kepala Badan Karantina Pertanian Kementerian Pertanian
Banun Harpini kepada wartawan, Senin (18/6/2012).
Pihaknya berupaya mengantisipasi peredaran buah impor yang mengandung bahan
berbahaya, meskipun sebatas pada buah-buahan impor yang masuk melalui pintu
impor resmi. Sedangkan impor yang masuk melalui pelabuhan tidak resmi
dipastikan tidak bisa dideteksi pihak Kementan.
"Kementerian Pertanian telah mengeluarkan Peraturan Menteri Pertanian
Nomor 88 tahun 2011 untuk mengawasi keamanan pangan terhadap pemasukan dan
pengeluaran pangan segar asal tumbuhan (PSAT) untuk meminimalisir risiko
pencemaran berbahaya," ujar dia.
Permentan tersebut, lanjut dia, sudah berjalan sejak 19 Maret lalu, dan
dalam setiap buah impor yang mau dilepas ke pasar telah melalui pemeriksaan
ketat. Namun, kontrol tersebut bisa dilaksanakan apabila buah impor yang masuk
melalui jalur resmi bukan ilegal.
Dihimbau kepada masyarakat lebih memilih buah lokal dikarenakan jauh lebih
sehat. “Saat ini, masyarakat kita lebih terfokus pada harga dan tampilan yang
menarik, bukan pada kualitas, banyak buah impor yang murah dan berwarna dan
tampilan menarik, namun belum tentu memberikan kesehatan justru penyakit,"
tambahnya.
Bahaya Pestisida Pada Buah Dan
Sayuran
Pestisida merupakan bahan berbahaya ini sebenarnya
banyak dimanfaatkan para petani untuk menjaga kualitas buah dan sayurannya dari
serangan hama dan penyakit tanaman, dengan begitu para petani akan mendapatkan
keuntungan yang maksimal.
Bahan makanan, terutama buah dan sayuran segar
ditenggarai banyak mengandung residu pestisida. Walau tidak secara langsung,
bahaya yang ditimbulkannya berdampak jangka panjang, seperti kanker, tumor dan
penyakit kronis lainnya. Dampak penggunaan bahan pestisida pada makanan bukan
saja pada manusia, namun berperan aktif dalam merusak ekologi lingkungan. Seperti
tanah dan air yang ikut tercemar racun pestisida.
Berdasarkan jenis
kegunaannya pestisida yang kita kenal itu terdiri dari beberapa jenis yaitu :
Insektisida yakni Pestisida yang digunakan untuk
membasmi serangga, Fungisida yakni Pestisida yang digunakan untuk membasmi
jamur, dan parasit, Herbisida yakni pestisida yang digunakan untuk membasmi
tanaman liar yang menggangu tanaman utama, sedangkan Bakterisida yakni
pestisida yang digunakan untuk membasmi bakteri merugikan bagi tanaman.
Zat berbahaya lainnya yang biasa terkandung dalam
berbagai jenis pestisida, yaitu Chlordecone, vinclozalin, lindane, DDT,
Organofosfat, dan lain-lain yang kesemuanya dapat memberikan dampak negatif
bagi kesehatan manusia.
Khususnya bahaya pestisida pada makanan, sangat
kecil bagi manusia. Namun yang membuatnya berbahaya, yang sedikit itu lama-lama
bisa menumpuk dan menyebabkan berbagai penyakit kronis yang berbahaya dan
mematikan.
Tips Aman Mengkonsumsi Buah Dan Sayuran
1. Cucilah buah/sayuran di bawah air mengalir sebelum diolah/dimakan.
Sehingga bakteri, pestisida, telur cacing dan cemaran kimia akan hilang.
2. Hindari buah import yang penampakan kulitnya terlalu mengkilap. Buah
ini kemungkinan dilapisi parafin (sejenis lilin) yang berbahaya untuk
kesehatan.
3. Simpan sayur/buah dalam suhu rendah agar tahan lama.
4. Hindari membeli jika terdapat bercak-bercak putih pada sayuran dan
buah karena kemungkinan besar cairan atau semprotan pestisida yang mengering.
5. Beli buah saat sedang musim, selain murah juga lebih segar.
6. Sebaiknya pilih buah dan sayuran organik. Karena lebih sehat walaupun
fisiknya lebih kecil, banyak lubang dimakan ulat atau belalang.
Sumber: What Is In Your
Food. Rahasia Di Balik Makanan Anda (Nurchasanah, M.Si)


Tidak ada komentar