header_ads

Dede Yusuf Macan: Isu Bersanding Dengan Rieke Dyah Pitaloka

CIBINONG – Sekretaris De­wan Pim­pinan Daerah (DPD) Pa­r­tai De­mo­krat Jawa Barat, Momon Permono kepada PAKAR, Senin (18/6/2012) menanggapi wacana yang dikembangkan PDIP yang mengatakan membuka peluang menduetkan Dede Yusuf dan Oneng pada Pemilihan Gubernur Jawa Barat yang digelar Februari 2013 mendatang.

"Silakan Dede Yusuf berduet dengan Rieke Dyah Pitaloka dari Partai De­mo­krasi Indonesia Per­juang­an," katanya.

Sebelumnya, Ketua DPD Jawa Ba­rat Rudy Harsa Tenaya mem­bu­ka peluang bagi Dede Yusuf dan Ahmad Heryawan (Aher) menjadi Calon Gubernur Jabar berpasangan dengan kader PDIP, Oneng.

Dalam hal ini PDIP tidak mempersoalkan Dede Yusuf atau Aher sebagai calon gubernur se­dang Oneng sebagai calon wakil. Menurut Rudy, terkait Dede Yusuf, pihaknya bahkan tidak mem­per­soal­kan apakah Dede Yusuf me­wakili Partai Demokrat atau tidak.

Dia menegaskan, kesediaan PDIP hanya sebagai calon wakil gubernur, dilatari oleh Pemilu 2014. PDIP, katanya, bukan tidak serius menghadapi Pilgub Jabar, tetapi PDIP lebih fokus pada Pemilu 2014.

Pihak Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang mengusung Aher me­nyambut baik peluang yang dibuka oleh PDIP. PKS mengaku bahkan tengah mencari sebutan yang pas untuk duet Aher dengan Oneng. Dari Dede Yusuf sampai saat ini belum ada tanggapan. Pimpinan Partai demokrat yang berhasil di­hubungi adalah Momon Permono.

Menurut Momon, pihaknya mem­persilakan Dede Yusuf menjadi Calon Gubernur Jabar berpasangan dengan Oneng. Namun, imbuhnya, Demokrat belum menetapkan calon resmi. “Jadi, saat ini Dede bebas mau disandingkan dengan siapa sa­ja karena belum sah sebagai calon gubernur yang diusung Demokrat,” kata Momon.

Diwaktu berbeda ketika dikonfirmasi, Dede Yusuf Macan mengaku belum memastikan akan bersanding dengan figur yang ada, karena masih menyamakan visi dan misi sebagai pasangan Calon Peresiden dan Wakil Presiden Mendatang.

Sementara sempat beredar Dede Yusuf Macan dianggap tepat bila berduet dengan Yusuf Kala, sebagai perpaduan dua partai politik terbesar dinegeri ini, Partai Golongan Karya dan Partai Demokrat.  (ujg/als)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.