header_ads

Pembangunan Pasar Cariu Dinilai Lamban


CARIU – Bukan hanya sejumlah proyek APBD yang lamban pembangunanya. Proyek Pasar Cariu di Jl. Raya Transyogi, Kecamatan Cariu yang didanai dari dana stimulus Kementerian Keuangan senilai Rp 13 miliar juga molor pembangunannya.

Semula pembangunan pasar semi modern di lahan seluas 1,2 hektar ini rampung pengerjaannya pada 21 Desember lalu, tapi hingga kini masih dikerjakan. Bahkan, pembangunannya fisiknya baru mencapai 85 persen.

“Bisa dipastikan penmborong pasar ini kena denda 0,001 persen dari nilai proyek per hari sejak 21 Desember dan pengembang terancam masuk daftar blacklist untuk proyek selanjutnya,” ujar anggota Komis C DPRD Kabupaten Bogor Fitri Putra Nugraha.

Sebelumnya sejumlah anggota Komisi C sidak ke pembangunan pasar ini setelah mendapat sejumlah pengaduan. Mereka kaget, mengetahui pembangunan Pasar Cariu belum juga rampung. “Kepada kami, pemborong pembangunan pasar ini meminta tambahan waktu 20 hari untuk menyelesaikan semuanya. Ya, kita turuti. Tapi, jika belum juga rampung sudah pasti dikenakan sanksi,” katanya.

Bahkan seorang pekerja bangunan di Pasar Cariu mengakui, bangunan depan pasar tersebut sempat roboh setelah diterjang angin ribut. Terjangan angin ini membuktikan kualitas bahan material yang jelek.

“Beberapa waktu lalu bagian depan bangunan pasar ambruk diterpa angin kencang, dan kita kesulitan mendapat bahan material yang bagus,” terangnya.

Sementara itu Camat Cariu, Didin Wahyudin mengatakan, banyak warganya berharap pasar yang terdridi dari 600 kios ini cepat dioperasikan. “Saya berkeinginan agar cepat kelar, karena sudah banyak yang menanyakan kapan ini bisa digunakan,” terangnya.

Dengan dioperasionalkan pasar ini diharapankan dapat meningkatkan perekonomian warga paling ujung timur wilayah Kabupaten Bogor dengan daerah lainnya.(iwan/sir/als)foto: radar co id

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.