header_ads

Anak Sukamakmur Harus Menjadi Sarjana

SUKAMAKMUR - Bupati ingin masyarakat Sukamakmur bisa menjadi sarjana.

Bupati Bogor Rachmat Yasin meminta kepada Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Bogor untuk memprioritaskan tambahan tenaga medis untuk Kecamatan Sukamakmur ditahun ini.

Hal ini dituturkan Bupati Bogor untuk menjawab keluhan Camat Sukamakmur Zaenal Ashari yang melaporkan mengenai kurangnya tenaga medis di kecamatannya, sehingga tenaga medis yang ada saat ini harus bekerja ekstra.

“BKPP tahun ini memprioritaskan agar kecamatan Sukamakmur mendapatkan tambahan tenaga medis,” katanya di rumah makan Bhano Raya, Kecamatan Sukamakmur, Rabu (13/2/2013).

Menurut Politisi PPP ini, pelayanan kesehatan merupakan hak masyarakat yang harus diprioritaskan dan tak boleh ditawar-tawar lagi.

“Sudah seharusnya pemerintah memberikan pelayanan yang prima kepada masyarakat Sukamakmur terlebih lagi dalam hal pelayanan kesehatan karena merupakan kepentingan masyarakat yang sangat dibutuhkan,” ujarnya.

Selain masalah kesehatan, Bupati pun  kembali menegaskan agar di kecamatan Sukamakmur jangan sampai ada anak yang putus sekolah.

“Saya sangat ingin masyarakat Sukamakmur bisa menjadi sarjana, oleh karena itu jangan sampai ada anak – anak kita yang putus sekolah,” tegasnya.

Dalam Boling kali ini, Bupati menyerahkan bantuan sosial untuk modal usaha dan pengobatan kepada 99 orang warga kecamatan Sukamakmur, serta kartu Jamkesda dan Jampesehat untuk guru ngaji dan masyarakat kecamatan Sukamakmur secara simbolis.

Tak hanya itu, empat ton benih untuk delapan kelompok tani di kecamatan Sukamakmur diterima secara simbolis kepada Iboh dari kelompok tani Sembar Tani Desa Pabuaran. Sedangkan, bantuan 13 traktor dan 53 unit handsprayer bagi para petani di kecamatan ini secara simbolis diserahkan kepada Saprudin dari kelompok tani Sawargi dari Desa Sukawangi. (aan)







Editor: Annisa
Email: beritabogor2002@ gmail.com





Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.