header_ads

Aksi Heroik Siswa Bogor Gagalkan Perkosaan

CIAWI - Saat melintas, terdengar jeritan seorang gadis dari arah belukar.

Ketiga pelajar itu adalah Abdurahman Assegaf pelajar SMPN 3 Ciawi, Muhammad Abdul Aziz dan Ilham Maulana pelajar MTs Fatham Mubina.

Aksi heroik itu terjadi, Senin (20/5/2013) lalu, saat mereka tengah melintas jalan yang berada di tepi hutan Caringin secara tiba - tiba dikejutkan dengan suara perempuan berteriak histeris meminta pertolongan dari arah kejauhan. 

Rasa penasaran dan tanpa rasa takut akan resiko yang akan dihadapinya, lalu mereka bergegas mencari sumber suara. Dan, alangkah terkejutnya ketika menemukan seorang pemuda yang hendak melakukan perbuatan cabul.

"Waktu itu ada suara cewek minta tolong, lalu kami bertiga sepakat mencari tahu masuk ke semak hutan dan ternyata benar ada orang yang mau memperkosa. Waktu itu saya langsung menahan orang itu karena mau kabur. Ilham sama Abdurrahman nyelametin ceweknya, dia nangis-nangis gitu," tutur Muhammad Abdul Aziz di Jakarta, Kamis (23/5/2013).

Tak lama kemudian, lanjut Azis, warga mulai berkumpul dan membawa pelaku ke pos keamanan lalu menjadi bulan-bulanan warga sebelum dibawa ke kantor polisi untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Meski gagal diperkosa, namun kondisi korban PA (14), nampak taruma dan kesakitan pada bagian wajah akibat dipukul pelaku. Dihadapan polisi terungkap, pelaku yang diketahui berinial AS (16), sengaja mengajak korban dengan menggunakan sepeda motor menuju lokasi wisata hutan di kawasan Caringin, Bogor. Setibanya dilokasi, korban diseret ke semak - semak hutan untuk percobaan perkosaan.  

Aksi heroik ini membuat banyak pihak yang berebut untuk memberikan aprsiasi setinggi - tingginya terhadap aksi heroik ketiga pelajar ini. Tak tanggung – tanggung, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tak mau ketinggalan menyampaikan apresiasi melalui media sosialnya.

Dirinya mengaku tergugah terhadap para pelajar SMP di Bogor yang mampu menggagalkan upaya pemerkosaan. "Keberanian mereka menginspirasi kita untuk peduli mencegah kejahatan," katanya Presiden, Kamis (23/5/2013).
 

Sementara, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) tak tinggal diam, lalu mengundang ketiga pelajar tersebut untuk diberikan penghargaan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Agama, serta Yayasan Diniyah Nusantara.

Menyikapi hal ini, Ketua KPAI Badriyah Fayumi mengaku kagum atas tindakan ketiga pelajar yang memiliki jiwa ksatria.

"Mereka adalah pahlawan perlindungan anak dan saya harap kejadian ini bisa jadi inspirasi anak Indonesia yang lain," kata Badriyah di Gedung KPAI, Kamis (23/5/2013).

Kepedulian yang telah dilakukan tiga pelajar Bogor tersebut, lanjutnya, menyimpan rasa optimistis untuk membangun Indonesia yang lebih baik. Ketiga pelajar itu terbukti memiliki energi positif dan sifat heroisme. 

Apresiasi juga datang dari Gubernur Jawa Barat Achmad Heryawan. Dirinya memberikan penghargaan dan hadiah kepada tiga pelajar tersebut dalam sebuah acara yang dihadiri ratusan siswa di GOR kompleks lembaga pendidikan Fathan Mubina, Cibedug, Jumat (24/5/2103).

Hadiah yang diterima ketiga pelajar ini berupa tiga buah laptop dan tiga buah sepeda gunung.  Hadiah dan penghargaan dari Gubernur Jabar tersebut menyusul sejumlah  hadiah dan penghargaan dari berbagai pihak termasuk Mendikbud.



Saat dihubungi, Wakil Bupati Bogor Karyawan Faturahman mengaku sangat bersimpati dan kagum akan keberanian dan kemuliaan tiga pelajar yang berhasil menggagalkan aksi cabul itu. Dirinya meyakini, tindakan tersebut adalah bukti nyata hal-hal besar yang dapat dilakukan anak kecil dan karena keberanian mereka patut diberi penghargaan setinggi - tingginya. (cj)




Editor: Annisa Ramadhan
Email: redaksiberitabogor@gmail.com


Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.