Rachmat Yasin dan Nurhayanti
CIBINONG - Lamaran Rahmat Yasin diterima Nurhayanti demi pertahankan F1.
Lapangan Tegar Beriman bertambah hijau dipadati ribuan massa pendukung pasangan bakal calon bupati Rahmat Yasin.
Sejumlah partai politik non parlemen turut mendeklarasikan pasangan bakal calon bupati Rahmat Yasin dan bakal calon wakil bupati Nurhayanti untuk periode 2013-2018 berlangsung di lapangan Tegarberiman Cibinong, Minggu (26/5/2013), acara sekaligus dilakukan pengukuhan bagi para calon legislatif dari partai politik.
Massa yang berbondong - bondong itu berasal dari unsur RY Center, Korwil PPP se Kabupaten Bogor, Baraya (Barisan Rahmat Yasin) dan massa dari belasan partai politik non parlemen yang menyatakan diri bergabung.
Rahmat Yasin menyatakan diri maju kembali sebagai Calon Bupati Bogor dengan menggandeng Sekda Kabupaten Bogor Nurhayanti dalam Pemilihan Bupati Bogor yang akan berlangsung pada 8 September 2013 mendatang.
Berdasarkan peraturan Pemilukada, Pegawai Negeri Sipil (PNS) aktif harus mengantongi surat cuti dalam keterlibatan langsung maupun tidak langsung dalam Pemilukada.
Demikian halnya dengan Nurhayanti. Meskipun tak lama lagi akan memasuki masa pensiun, namun dirinya bersedia mengajukan surat pengunduran diri dari jabatan Sekda Kabupaten Bogor.
Dirnya mengaku sudah siapkan surat pengunduran diri, karena sudah konsekwensi saya maju menjadi bakal calon wakil bupati.
"Saya tidak pernah terbesit dalam benak untuk maju di Pilbup nanti, tapi inilah yang diinginkan sejumlah parpol yang mengusung saya," ujar Nurhayanti di Kantor KPUD Kabupaten Bogor, Minggi (26/5/2013).
Sebelumnya diberitakan, DPD PKS yang di-isu-kan akan berkoalisi dengan PPP sebagai politik balas budi hasil koalisi dalam pemilihan Gubernur Jabar Maret 2013 lalu tanpa mengajukan Calon dari partainya.
Ternyata tidak demikian. "Setelah kami ajukan beberapa calon, makan dari SK DPW PKS Nomor 063G/-INF/AG-PKS/1434, Muncul empat nama yang akan kami usung baik untuk bakal calon bupati maupun wakil Bupati Bogor periode 2013 - 2018," ujar ketua bidang Kebijakan Publik, DPW PKS Kab. Bogor, Eko Syaiful Rohman," Kepada Wartawan, Minggu (19/5/2013) kemarin.
Didampingi Subowo, Kabid Kelembagaan DPD PKS Kabupaten Bogor, Eko , mengumumkan ke empat nama calonnya antara lain, Ajid Muslim yang sekarang menjabat ketua DPD PKS Kabupaten Bogor.
Kedua anggota DPRD Kabupaten Bogor dari Fraksi PKS, Dadeng Wahyudi, ketiga mantan anggota DPRD kabupaten Bogor Periode 2009 sampai 2004, Sofyan Tsauri dan keempat Soenmandjaja Rukmandis, anggota DPR RI periode 2009 sampai 2014.
Hal ini dikarenakan jumlah kursinya tidak cukup untuk mencalonkan paket Bupati dan Wakil Bupati Bogor, Eko, mengaku partainya sudah melakukan penjajakan baik secara formal maupun informal.
"Secara formal kami sudah melakukan penjajakan dengan PPP, kalau secara informal kami sudah penjajakan dengan PAN, dan P. Golkar," paparnya. Menurut Eko, pada prinsipnya empat nama ini akan diajukan dengan dasar posisioning. Sehingga untuk komposisinya tidak harus menjadi Bupati. "karena PKS harus melakukan koalisi, kalau tidak Bupati masih terbuka untuk menjadi wakil Bupati, " tandasnya. (als)
Editor: Alsabili
Email: redaksiberitabogor@gmail.com
PEMBERITAHUAN PENTING
Lapangan Tegar Beriman bertambah hijau dipadati ribuan massa pendukung pasangan bakal calon bupati Rahmat Yasin.
Sejumlah partai politik non parlemen turut mendeklarasikan pasangan bakal calon bupati Rahmat Yasin dan bakal calon wakil bupati Nurhayanti untuk periode 2013-2018 berlangsung di lapangan Tegarberiman Cibinong, Minggu (26/5/2013), acara sekaligus dilakukan pengukuhan bagi para calon legislatif dari partai politik.
Massa yang berbondong - bondong itu berasal dari unsur RY Center, Korwil PPP se Kabupaten Bogor, Baraya (Barisan Rahmat Yasin) dan massa dari belasan partai politik non parlemen yang menyatakan diri bergabung.
Rahmat Yasin menyatakan diri maju kembali sebagai Calon Bupati Bogor dengan menggandeng Sekda Kabupaten Bogor Nurhayanti dalam Pemilihan Bupati Bogor yang akan berlangsung pada 8 September 2013 mendatang.
Berdasarkan peraturan Pemilukada, Pegawai Negeri Sipil (PNS) aktif harus mengantongi surat cuti dalam keterlibatan langsung maupun tidak langsung dalam Pemilukada.
Demikian halnya dengan Nurhayanti. Meskipun tak lama lagi akan memasuki masa pensiun, namun dirinya bersedia mengajukan surat pengunduran diri dari jabatan Sekda Kabupaten Bogor.
Dirnya mengaku sudah siapkan surat pengunduran diri, karena sudah konsekwensi saya maju menjadi bakal calon wakil bupati. "Saya tidak pernah terbesit dalam benak untuk maju di Pilbup nanti, tapi inilah yang diinginkan sejumlah parpol yang mengusung saya," ujar Nurhayanti di Kantor KPUD Kabupaten Bogor, Minggi (26/5/2013).
Sebelumnya diberitakan, DPD PKS yang di-isu-kan akan berkoalisi dengan PPP sebagai politik balas budi hasil koalisi dalam pemilihan Gubernur Jabar Maret 2013 lalu tanpa mengajukan Calon dari partainya.
Ternyata tidak demikian. "Setelah kami ajukan beberapa calon, makan dari SK DPW PKS Nomor 063G/-INF/AG-PKS/1434, Muncul empat nama yang akan kami usung baik untuk bakal calon bupati maupun wakil Bupati Bogor periode 2013 - 2018," ujar ketua bidang Kebijakan Publik, DPW PKS Kab. Bogor, Eko Syaiful Rohman," Kepada Wartawan, Minggu (19/5/2013) kemarin.
Didampingi Subowo, Kabid Kelembagaan DPD PKS Kabupaten Bogor, Eko , mengumumkan ke empat nama calonnya antara lain, Ajid Muslim yang sekarang menjabat ketua DPD PKS Kabupaten Bogor.
Kedua anggota DPRD Kabupaten Bogor dari Fraksi PKS, Dadeng Wahyudi, ketiga mantan anggota DPRD kabupaten Bogor Periode 2009 sampai 2004, Sofyan Tsauri dan keempat Soenmandjaja Rukmandis, anggota DPR RI periode 2009 sampai 2014.
Hal ini dikarenakan jumlah kursinya tidak cukup untuk mencalonkan paket Bupati dan Wakil Bupati Bogor, Eko, mengaku partainya sudah melakukan penjajakan baik secara formal maupun informal.
"Secara formal kami sudah melakukan penjajakan dengan PPP, kalau secara informal kami sudah penjajakan dengan PAN, dan P. Golkar," paparnya. Menurut Eko, pada prinsipnya empat nama ini akan diajukan dengan dasar posisioning. Sehingga untuk komposisinya tidak harus menjadi Bupati. "karena PKS harus melakukan koalisi, kalau tidak Bupati masih terbuka untuk menjadi wakil Bupati, " tandasnya. (als)
Editor: Alsabili
Email: redaksiberitabogor@gmail.com
PEMBERITAHUAN PENTING


Tidak ada komentar