Harga BBM Naik Tinggal Menghitung Hari
Rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) akan segera dirasakan dampaknya oleh warga.
Kenaikan yang direncanakan akan diumumkan pemerintah pusat pada bulan Juni 2013 ini tinggal menghitung hari
Pasalnya, pembahasan Rancangan APBN Perubahan 2013 yang memuat rencana penaikan harga BBM bersubsidi dengan Badan Anggaran DPR hingga saat ini sedang digodok, Rabu (22/5/2013).
Dalam draft awal APBN P 2013 tersebut, penaikan harga BBM dijadwalkan pada Juni 2013.
Hal tersebut disampaikan Menteri Keuangan Chatib Basri ketika menjelaskan pokok-pokok APBN P 2013 di hadapan Banggar.
Salah satu pokok perubahan ialah ketika pemerintah harus mengambil langkah menjaga defisit anggaran dari kemungkinan melebar melebihi 3 persen.
"Defisit dikendalikan dari lebih dari 3 persen menjadi maksimal 2,5 persen di mana Premium harganya dinaikkan Rp 2.000 perliter dan Solar Rp 1.000 perliter per Juni 2013. Implikasinya, akan ada program penanggulangan kemiskinan," jelas Chatib yang ketika menjelaskan baru satu hari menjabat sebagai menteri baru.
RAPBN P 2013 menganggarkan subsidi BBM sebesar Rp 209,9 triliun, naik Rp 16,1 triliun dari APBN 2013. Asumsi konsumsi BBM sebesar 48 juta kl.
Jika tanpa kenaikan harga BBM, perhitungan Kemenkeu subsidi BBM bisa melonjak menjadi Rp 297,7 triliun.
Asumsi konsumsi BBM lebih besar dari itu, yaitu 53 juta kl. Sebagai perbandingan, pada APBN 2013 anggaran subsidi BBM ialah Rp 193,8 triliun untuk konsumsi 46 juta kl. (atri)
Kenaikan yang direncanakan akan diumumkan pemerintah pusat pada bulan Juni 2013 ini tinggal menghitung hari
Pasalnya, pembahasan Rancangan APBN Perubahan 2013 yang memuat rencana penaikan harga BBM bersubsidi dengan Badan Anggaran DPR hingga saat ini sedang digodok, Rabu (22/5/2013).
Dalam draft awal APBN P 2013 tersebut, penaikan harga BBM dijadwalkan pada Juni 2013.
Hal tersebut disampaikan Menteri Keuangan Chatib Basri ketika menjelaskan pokok-pokok APBN P 2013 di hadapan Banggar.
Salah satu pokok perubahan ialah ketika pemerintah harus mengambil langkah menjaga defisit anggaran dari kemungkinan melebar melebihi 3 persen.
"Defisit dikendalikan dari lebih dari 3 persen menjadi maksimal 2,5 persen di mana Premium harganya dinaikkan Rp 2.000 perliter dan Solar Rp 1.000 perliter per Juni 2013. Implikasinya, akan ada program penanggulangan kemiskinan," jelas Chatib yang ketika menjelaskan baru satu hari menjabat sebagai menteri baru.
RAPBN P 2013 menganggarkan subsidi BBM sebesar Rp 209,9 triliun, naik Rp 16,1 triliun dari APBN 2013. Asumsi konsumsi BBM sebesar 48 juta kl.
Jika tanpa kenaikan harga BBM, perhitungan Kemenkeu subsidi BBM bisa melonjak menjadi Rp 297,7 triliun.
Asumsi konsumsi BBM lebih besar dari itu, yaitu 53 juta kl. Sebagai perbandingan, pada APBN 2013 anggaran subsidi BBM ialah Rp 193,8 triliun untuk konsumsi 46 juta kl. (atri)

Tidak ada komentar