Kebun Raya Bogor Terancam Krisis Air
KOTA - Pengendalian penggunaan air tanah tak terkontrol.
Hipotesis ancaman kekeringan di Kebun Raya Bogor
karena tingginya penyerapan air tanah oleh gedung di
sekitarnya.
Kepala Pusat Konservasi Tumbuhan (PKT)
Kebun Raya Bogor, Mustaid Siregar, mengatakan pesatnya pembangunan di
Kota Bogor menyebabkan keberadaan kebun raya kian terancam, tidak hanya
acaman polusi udara, tapi juga ketersediaan air.
“Tanda-tanda ancaman itu sudah ada.
Kalau seminggu tidak turun hujan di sini, maka dengan sangat cepat
daun-daun kering dan rontok,” katanya di Bogor, Kamis (23/5/2013).
“Ini baru hipotensis dan untuk
membuktikan itu perlu ada kajian lagi untuk memastikannya,” kata Kepala
PKT Kebun Raya Bogor Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Mustaid. Namun, lanjut dia, tidak menutup
kemungkinan, pembangunan sejumlah hotel di sekitar Kebun Raya Bogor yang
menggunakan sumber dari air tanah akan sangat berdampak pada
ketersediaan air di Kebun Raya Bogor.
Penggunaan air tanah yang begitu tinggi,
lanjut dia, dan pemadatan lahan di sekitar Kebun Raya dengan adanya
pembangunan, juga menjadi bahaya yang akan mengancam kebun raya. “Untuk membuktikan itu, kami sudah
mengundang Pusat Peneliti Geoteknologi Bandung untuk melakukan kajian
terkait air tanah di sini,” katanya.
Mustaid mengatakan, banyak sumber mata
air kecil di Kebun Raya Bogor, tapi jika gedung-gedung di sekitar kebun
raya menyedot maka mata air tersebut tidak akan berfungsi. “Perlu ada pengendalian tata ruang,
tidak bisa asal-asalan, dan kalau tidak kita semua akan rugi. Bebaskan
dan kendalikan pembangunan di Kota Bogor dan lebih baik dihijaukan dari
pada dibangun,” katanya. (eka)
Editor: MICHELLE
Email: redaksiberitabogor@gmail.com

Tidak ada komentar