header_ads

Potensi Sumber Alam dan Wisata Desa Megamendung

Bicara soal Bogor, kebanyakan wisatawan asing maupun domestik akan menunjuk Puncak, dan Puncak adalah Megamendung. Ini belum pernah terbantahkan bukan hanya lantaran keindahan panorama alam pegunungannya.

Tanah subur ini juga memiliki historis yang tinggi sejak jaman kerajaan Pajajaran hingga masa perjuangan kemerdekaan, dimana Bung Karno pernah menetap di Kampung Ciguntur Desa Megamendung.

Disinilah Bung Hatta menikahi Rahmi bulan November 1945 di vila Bung Hatta yang sejuk di Megamendung, Bogor, dan hanya disaksikan keluarga dekat juga sahabat sejatinya, Bung Karno dan Fatmawati.

Kini, Desa ini memiliki luas wilayah 1.200 hektar yang berbatasan dengan Desa Karang Tengah (sebelah utara), Desa Cilember (sebelah selatan), Desa Cipayung Girang (sebelah barat), dan Desa Tugu Utara (sebelah timur).

Jumlah penduduk mencapai 6.328 jiwa (1.830 Kepala Keluarga) yang tersebar di 18 Rukun Tetangga dan 5 Rukun Warga, dan sebagian besar penduduknya bermata-pencaharian sebagai pedagang, pegawai swasta dan buruh tani.

Lokasinya yang strategis dikawasan pariwisata membawa dampak tersendiri secara ekonomi bagi masyarakat sekitar, apalagi didukung dengan sumber alam pegunungan yang sejuk dan subur.

Termasuk keberadaan beberapa lokasi obyek wisata alam, seperti Taman Wisata Matahari, Wana Wisata Curug Cilember, Kampoeng Awan, Eagle Hill, Vila, Outbound, dan lainnya disekitar Desa yang letak geografisnya terletak kurang lebih 900 meter dari permukaan laut ini.

Bahkan tak lama lagi, Desa Megamendung akan merealisasikan Kampung Wisata Energy Mandiri yang nantinya akan memanfaatkan Curug Cibulao.

Debit air curug itu mencapai 10 liter per detik dan akan menghasilkan pasokan listrik sebesar 11 Ribu Watt dimusim kemarau. Pasokan listrik itu akan dimanfaatkan sekitar 74 Kepala Keluarga yang ada di Kampung Paseban.

Kepala Desa Megamendung, Duduh Manduh menjelaskan, Keberadaan obyek wisata itu membuat desa kami selalu kedatangan wisatawan asing maupun wisatawan domestik, sehingga cukup menunjang usaha dagang maupun jasa dan pertanian.

“Selain hasil pertanian berupa kopi juga adanya potensi alam dan wisata. Jadi masih perlu penambahan akses jalan desa yang lebih memadai guna menunjang perekonomian warganya,” ungkapnya kepada BeritaBogorDotCom.

Di wilayah kerjanya juga terkenal dengan potensi wisata Curug Tujuh dan lima sumber mata air yang mengalir hingga ke sungai Ciliwung, yakni Curug Nyalindung, Curug Cibulao, Curug Panjang, Curug Orok (bayi), Curug Barong, Curug Cilember, dan Curug Kembar. Selain itu ada pula Curug Naga yang belum lama ini mulai dipopulerkan dikalangan wisatawan. (als)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.