CINTA Meng-GEBU Itu Untuk Sesama
Beginilah kira-kira cerita tentang kepekaan para pelajar kota Bogor yang tergabung dalam Sahabat Gerakan Seribu Cinta Untuk Sesama (Gebu Cinta).Syahdan, sang koordinator Gebu Cinta, Lutfi Kurnia, mendapatkan kabar tentang bencana tanah longsor yang terjadi pada Kamis, 24 November di RT 03 RW 06, Kelurahan Cibogor, Kecamatan Bogor Tengah.
Hanya dengan satu kali rapat singkat pada Sabtu, 26 November 2011, mereka memutuskan untuk bergerak ke lapangan. “Fokus bantuan sahabat gebu cinta adalah membantu anak-anak dari keluarga yang tertimpa musibah tanah longsor,” tutur Lutfi menceritakan tentang hasil rapat singkat tersebut.
Salah satu bentuk bantuan nyatanya, sambung Lutfi, adalah trauma healing bagi anak-anak korban bencana. Rapat tersebut menyepakati bahwa aksi tersebut akan dilakukan pada hari Kamis, 01 Desember 2011. Serangkaian langkah persiapan pun dilakukan di masing-masing sekolah, terutama yang menyangkut pengumpulan dana bantuan dari setiap sekolah.
Tak dinyana, respon warga setiap sekolah luar biasa besar. Di SMA Negeri 3 Bogor misalnya. Di sekolah yang terletak di Jalan Pakuan Nomor 4 itu terkumpul dana sebesar Rp1.196.600,00. “Alhamdulilah dari aksi pengumpulan yang dilakukan beberapa hari, kami bisa mengumpulkan dana sebesar itu untuk membantu korban bencana tanah longsor,” cerita Ayi, sahabat gebu cinta SMAN 3 Bogor.
Antusiasme serupa ditunjukkan para pelajar SMK Pandu Tama yang terletak di Jalan pandu Raya. Menurut Tedi, sahabat Gebu Cinta SMK Pandu Tama, total bantuan yang berhasil terhimpun mencapai Rp686.500,00.
Begitu pun di SMK Analis Kimia YKTI dan SMP Negeri 8 Bogor yang sukses menggalang kepedulian sebesar Rp500.000,00. Sedangkan di SMK Budi Dharma terhimpun dana kepedulian sebesar Rp340.000,00.
Di SMK AKA Nusa Bangsa dan SMK Negeri 1 Bogor terkumpul masing-masing Rp250.000,00. Alhasil, ada 21 sekolah yang turut bergabung dalam aksi kepedulian ini. Total dana yang berhasil dikumpulkan pun mencapai Rp6.022.100,00.
Lepas dari aktivitas menghimpun dana kepedulian, sebagian sahabat gebu cinta sibuk melakukan survei ke tempat bencana untuk memotret berbagai kebutuhan keluarga yang terkena bencana alam.
“Kami memang berharap bantuan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan mereka,” tukas Lutfi. Tak heran selepas survei, mereka disibukkan dengan belanja ke pasar untuk membeli berbagai kebutuhan keluarga korban bencana tanah longsor.
Ada 100 paket makanan yang akan diberikan sebagai hadiah selama pelaksanaan trauma healing. Juga paket bantuan untuk anak-anak keluarga korban yang masih bersekolah.
“Isi paketnya ada dua stel seragam, tas, sepatu, 2 pak buku tulis, alat tulis, kaos kaki, dan kerudung,” beber Irma, sahabat gebu cinta dari SMK Bina Profesi. Masih menurut Irma, peket juga diberikan untuk keluarga yang memiliki bayi. “Paketnya berupa alat makan, alat mandi, celana pendek, baju, kaos dalam, dan gendongan bayi,” tuturnya.
Tak hanya itu, menurut Irma, dari dana kepedulian tersebut sahabat gebu cinta akan mengalokasikan bantuan pembayaran SPP bagi empat pelajar SMP dan membayar LKS untuk tujuh anak SD.
Maka, setelah setiap persiapan berjalan dengan baik, Kamis, 01 Desember 2011, rombongan sahabat Gebu Cinta bergerak ke lokasi tanah longsor. Aksi ini bersamaan dengan pelayanan kesehatan yang dilakukan tim kesehatan BAZ kota Bogor. Begitu tiba di lokasi, mereka langsung antusias mengajak beberapa anak berkumpul.
Aktivitas pertama yang dilakukan adalah mengajak anak-anak bernyanyi bersama. Cara ini terbukti efektif mengajak anak-anak untuk tidak merasa canggung.
Suasana pun semakin menyenangkan ketika salah satu sahabat Gebu Cinta, Livia, mendongeng di tengah anak-anak. Sesekali tawa riang terdengar dari anak-anak yang minggu lalu dilanda khawatir karena tanah longsor menimpa rumahnya.
Tawa anak-anak kembali terdengar. Kali ini, suasananya terdengar lebih ramai. Adalah atraksi sulap dari Lutfi, sang koordinator Gebu Cinta, yang menjadi penyebab. Rasa takjub begitu dominan di wajah polos mereka ketika melihat kain merah menjadi kuning atau sebaliknya dalam hitungan detik. Untuk atraksi ini, para orang tua pun tak ketinggalan urun rembug.
Tawa mereka berbaur dengan tawa renyah anak-anak. Sejenak, tenda milik Kodim 0606 kota Bogor yang menjadi posko bencana terlihat ‘hidup’. Dan kepedulian para pelajar kota Bogor melalui Gebu Cinta telah menjadi penyebab suasan ‘hidup’ di posko bencana yang terletak di pinggir sungai Cipakancilan tersebut. (chris)
Sumber : Kota Bogor 1/12/2011
Tidak ada komentar