header_ads

Tak Ada Yang Sebaik ASI

Air Susu Ibu atau ASI adalah susu yang diproduksi oleh manusia untuk konsumsi bayi dan merupakan sumber gizi utama bayi yang belum dapat mencerna makanan padat.

ASI diproduksi karena pengaruh hormon prolactin dan oxytocin setelah kelahiran bayi. ASI pertama yang keluar disebut kolostrum atau jolong dan mengandung banyak immunoglobulin IgA yang baik untuk pertahanan tubuh bayi melawan penyakit.

Menurut hasil penelitian bahwa ASI positif membuat bayi mendapat nutrisi terbaik; meningkat daya tahan tubuhnya, meningkat kecerdasannya, dan meningkat jalinan kasih (bonding) dengan bunda (dan ayah).

Terbaik Untuk Bayi

Tuhan telah memberikan air susu ibu (ASI) yang menjadi bagian dari tubuh sang ibu. Tapi memang saat ini kian jarang ditemui ibu yang memberikan ASI kepada balitanya.

"Kami miris dengan rendahnya pemberian ASI kepada balita,". Sekretaris Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) Semarang, Dyah Puspita Arum. Menurut Dyah, banyak ibu-ibu yang menghentikan pemberian ASI karena tuntutan ekonomi dan pilihan untuk bekerja.

Apa sih ASI itu? Mengapa penting memberikan ASI kepada si buah hati? Menurut Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Semarang, Niken Widyah Hastuti, pemberian ASI sangat penting karena ASI mengandung zat imunitas dan frekuensi terjadinya diare rendah.

ASI mengandung 90 persen air. Pemberian ASI eksklusif pada bayi dengan diare biasanya tidak membutuhkan cairan tambahan, seperti air gula atau teh. Baru pada kasus diare berat, cairan oralit yang diberikan dengan cangkir dimungkinkan baru dibutuhkan disamping ASI.

"Bayi ya cocoknya menyusu pada ibunya. Selain itu banyak manfaat dengan memberikan ASI untuk buah hati," katanya. Pemberian ASI, jauh lebih ekonomis, praktis, dan tidak membutuhkan waktu untuk mempersiapkannya.

Ada pula yang tidak dapat digantikan dengan susu formula saat memberikan ASI adalah yakni "skin to skin contact" alias kontak tubuh antara ibu dengan sang buah hati.

Sentuhan berupa pelukan dan kasih sayang ibu yang memberikan banyak pengaruh untuk pertumbuhan mental dan fisik bayi. Anak-anak yang diberi ASI akan tumbuh menjadi anak yang kepribadiannya baik, karena mereka tumbuh dalam keadaan dan suasana yang aman dan nyaman.

Kalau anak mengkonsumsi susu dengan menggunakan botol, maka kontak ibu dengan anak tidak ada. Pemberian ASI juga secara signifikan dapat mecegah gizi buruk pada balita.

Sementara ketua program studi S2 program hukum kesehatan Universitas Katolik Soegijapranata, Agnes Widanti berpendapat bahwa ASI dapat menekan angka gizi buruk.

Salah satu permasalah gizi buruk di Indonesia ialah ketiadaan data yang akurat. Data yang dilansir dari pemerintah menyebutkan keberadaan gizi buruk di Indonesia nihil. Namun, Agnes meyakini masih banyak balita dengan gizi buruk.

Terkait posyandu, menurut Agnes Widanti, sebenarnya angaran yang digunakan adalah dari rakyat begitu juga penyelenggaranya juga rakyat. Ke depan seharusnya lebih ada perhatian terhadap posyandu. "Memelihara kesehatan ibu dan anak, harus diperhatikan," kata Agnes.

Tips ASI Eksklusif

Dr. Utami Roesli SpA, MBA.IBCLC, pakar ASI, meyakinkan bahwa setelah masa cuti berakhir, ibu masih bisa memberikan ASI eksklusif. “Rugi sekali jika ibu hentikan. Sebab, usus bayi usia 3 bulan belum siap mencerna makanan selain air susu ibu. Selain itu.

ASI merupakan sumber gizi ideal dengan komposisi seimbang, yang jika diberikan secara eksklusif bayi akan lebih sehat dan lebih cerdas dibanding bayi yang tidak mendapatkannya,” tegas Utami.

Untuk buah hati tercinta, seharusnya bekerja di luar rumah bukanlah halangan untuk memberikan yang terbaik untuknya, termasuk memberikan ASI secara eksklusif. “Ibu tetap bisa memberikan ASI perah, yakni ASI yang diperas dari payudara, lalu diberikan pada bayi saat ibu bekerja di kantor,” ujar Utami yang juga ketua Lembaga Peningkatan dan Pengembangan (LPP) ASI Rumah Sakit St. Carolus.

ASI perah adalah ASI yang diambil dengan cara diperas dari payudara untuk kemudian disimpan dan nantinya diberikan pada bayi. Apa tidak basi? Menurut Utami, sampai waktu tertentu dan dengan penyimpanan yang benar, ASI tidak akan basi. Misalnya, ASI tahan disimpan di dalam suhu ruangan sampai 6 jam.

Jika disimpan di thermos yang diberi es batu, bisa tahan hingga 24 jam. Bahkan, kalau disimpan di kulkas ketahanannya meningkat hingga 2 minggu dengan suhu kulkas yang bervariasi. Jika disimpan di frezeer yang tidak terpisah dari kulkas, dan sering dibuka, ASI tahan 3-4 bulan. Sedangkan pada freezer dengan pintu terpisah dari kulkas dan suhu bisa dijaga dengan konstan, maka ketahanan ASI mencapai 6 bulan.

Memerah ASI bukanlah hal yang sulit, bahkan tidak selalu membutuhkan alat khusus atau pompa ASI. Cukup dengan pijitan dua jari sendiri, ASI bisa keluar lancar car! Memang membutuhkan waktu, yakni masing-masing payudara 15 menit.

ASI ini bisa diberikan untuk bayi keesokan harinya. Tampung ASI tersebut di sebuah wadah, misalnya plastik gula, lalu tandai setiap wadah dengan spidol sesuai waktu pemerahan, misal plastik pertama, kedua, dst. Berikan pada bayi sesuai urutan pemerahan.

Persiapan dan Pemberian

Untuk memberi bayi ASI perahan, jauh-jauh hari sebelum masa cuti berakhir ibu memang harus menyiapkan diri sendiri dan bayi. Apalagi jika si buah hati merupakan anak pertama. Beratnya meninggalkannya memang luar biasa. Apalagi siang hari tak bersamanya dan tak menyusuinya pasti berat. Di kantor, saat payudara membengkak karena produksi ASI tak disusu bayi, ingatan ibu pastilah pada buah hati di rumah.

Mempersiapkan diri sendiri menjadi penting. Pertama, adalah mempersiapkan mental untuk meninggalkan bayi dan memupuk rasa percaya bahwa ia akan baik-baik saja di rumah. Kedua, persiapan dengan mulai belajar memerah dua minggu sebelum cuti berakhir.

Ketika bayi tidur dan payudara mulai terasa membengkak, segera perahlah payudara lalu simpan di kulkas. Esok siang, ASI perah tersebut bisa ibu berikan pada bayi.

Sedangkan untuk mempersiapkan bayi, ibu harus memulai membiasakan bayi diberi ASI perahan dengan sendok, bukan botol susu. “Berikan dengan cara menyuapinya dengan sendok agar bayi tidak bingung putting. Sampai bayi usia 5 bulan, bisa terjadi bingung putting,” tegas Utami.

Bingung putting terjadi jika ibu yang biasa memberi Asi lewat payudara, lalu bayi disusui dengan botol, maka ketika akan diberikan lewat payudara lagi bayi kemungkinan menolaknya. Ini lantaran, dot botol lebih lancar mengeluarkan susu dibandingkan lewat payudara.

Persiapkan Mental ‘Pengasuh’

Tetap memberi ASI selama ibu bekerja di kantor berarti ibu harus memupuk kerjasama dengan pengasuh. Ini bukan hal mudah. Apalagi jika yang ibu percayai merawatnya adalah orangtua sendiri atau mertua. Kalau mereka tidak punya pemahaman yang sama tentang pemberian dan manfaat ASI eksklusif, ditambah pengalaman mereka dulu mungkin menyusui sambil dicampur susu atau makanan padat, akan sedikit menyulitkan.

“Tapi, jangan menyerah. Pelan-pelan jelaskan sama ibu atau ibu mertua tentang pentingnya ASI eksklusif, dan bahwa usus bayi belum siap mencerna makanan. Begitu juga jelaskan pada pengasuh, kerjasama orangtua dengan pengasuh di rumah ini juga menentukan keberhasilan menyusui secara eksklusif ” tegas Utami.

Memang di hari-hari pertama pemberian susu perah dengan sendok, bayi mungkin menolaknya. Ia bahkan bisa cemas dan gelisah. Namun, janganlah khawatir, 3 atau 4 hari setelahnya bayi akan terbiasa. Itu sebabnya, sebelum masa cuti berakhir bayi perlu dilatih disuapi susu dengan sendok. Jadi, tak perlu resah jika harus kembali bekerja, bukan?

Pemberian ASI Perahan
Ambil ASI berdasarkan waktu pemerahan (yang pertama diperah yang diberikan lebih dahulu).
Jika ASI beku, cairkan di bawah air hangat mengalir. Untuk menghangatkan, tuang ASI dalam wadah, tempatkan di atas wadah lain berisi air panas.

Kocok dulu sebelum mengetes suhu ASI. Lalu tes dengan cara meneteskan ASI di punggung tangan. Jika terlalu panas, angin-anginkan agar panas turun.

Jangan gunakan oven microwave untuk menghangatkan agar zatzat penting ASI tidak larut/hilang.

Berikan dengan sendok.

Simpan ASI Praktis dan Awet

Taruh ASI dalam kantung plastik polietilen (misl plastik gula); atau wadah plastik untuk makanan atau yang bisa dimasukkan dalam microwave, wadah melamin, gelas, cangkir keramik.

Jangan masukkan dalam gelas plastik minuman kemasan maupun plastik styrofoam.
Beri tanggal dan jam pada masing-masing wadah.

Dinginkan dalam refrigerator (kulkas). Simpan sampai batas waktu yang diijinkan (+ 2 minggu).
Jika hendak dibekukan, masukkan dulu dalam refrigerator selama semalam, baru masukkan ke freezer (bagian kulkas untuk membekukan makanan), gunakan sebelum batas maksimal yang diijinkan. (+3-6 bulan)

Jika ASI beku akan dicairkan, pindahkan ASI ke refrigerator semalam sebelumnya, esoknya baru cairkan dan hangatkan. Jangan membekukan kembali ASI yang sudah dipindah ke refrigerator. (ajeng/dy/als)



Sumber : Antara/ Wikipedia / ibudanbayi.com

1 komentar:

  1. Berikan yang terbaik untuk bayi anda adalah kebahagian keluarga seutuhnya.

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.