header_ads

Cibinong Raya Untuk Kota Jasa Perdagangan

Cibinong menjadi kecamatan tersibuk sejak didaulat menjadi ibukota Kabupaten. Cibinong Raya adalah sebutan yang dicetuskan oleh Bupati Bogor, Rachmat Yasin.

Cibinong Raya tak ayalnya sebuah konsep Kota Megapolitan, dimana semua bentuk jenis usaha berada di dalamnya sehingga nantinya akan menjadi wilayah jasa perdagangan.

Langkah awal yang diambil pihak Kecamatan Cibinong guna menghadapi perubahan tersebut dititik beratkan pada persiapan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada di wilayahnya. "Sebetulnya masyarakat Cibinong sendiri sudah sangat siap menghadapi perkem­bangan ini," ujar Camat Cibinong, Rudi Gunawan.
Lebih lanjut, Rudi menegaskan gagasan yang diluncurkan orang nomor satu di Kabupaten Bogor itu, akan memberikan dampak positif yang cukup signiflkan terhadap leading-leading sektor kemasyarakatan yang ada di wilayahnya.
Sejak menjadi Ibukota Kabupaten Bogor pada tahun 1990-an lalu, Ke­camatan Cibinong secara umum, terus menunjukan geliatnya dalam berbagai sektor. Perkembangan ini ditandai dengan semakin meningkatnya sektor perekonomian warga yang menghuni wilayah seluas 5.753 hektar tersebut.
Sebelumnya, menurut Rudi, wi­layah Kecamatan Cibinong sama se­perti wilayah-wilayah lainnya di Ka­bupaten Bogor yang memiliki poten­si pertanian yang cukup tinggi. Hal itu dapat dilihat dari kondisi per­ekonomian warganya yang saat itu lebih condong pada sektor pertanian terutama di bidang perikanan.
"Wilayah-wilayah yang memiliki potensi pertanian ketika itu di­antaranya, Sukahati, Nanggewer Mekar, Nanggewer dan Harapan Jaya. Tapi, sektor perekonomian warganya sudah menunjukan per­kembangan karena terdorong tumbuhnya industri di wilayah seki­tarnya seperti Citeureup," jelasnya.
Perkembangan ini juga berdampak pada sektor kependudukan di wilayah yang memiliki dua belas Kelurahan itu, tercatat sesuai dengan data sensus penduduk tahun 2010 jumlah penduduk di Kecamatan Cibinong mencapai 328.605 jiwa yang terdiri dari 87.769 kepala keluarga.
"Heterogenitas penduduk memang sudah terjadi sejak dulu. Apalagi sebelum menjadi Ibukota Kabupaten Bogor, Cibinong merupakan daerah transit menuju Jakarta dan sekitarnya," terang Rudi.
Rudi juga menjelaskan kemajemukan warga di Kecamatan Cibinong merupakan sebuah resiko yang memang harus di hadapi wi­layah yang menjadi pusat perekono­mian dimana saja. Justru hal ini menjadi ciri khas Kecamatan Cibinong.
"Walaupun masyarakat kami sa­ngat heterogen, tapi rasa kebersamaan dan kepedulian terhadap sesama sangat tinggi. Bahkan beberapa prestasi berhasil diraih warga ka­mi baik di tingkat Kabupaten maupun Propinsi, itu menandakan harmonisnya hubungan diantara warga," terang mantan Camat Ciomas itu. (zan/als)




Sumber : Pakuan Raya 15/03/2011

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.