header_ads

Mendiknas Tinjau Pelaksanaan Ujian Negara

Hari kedua pelaksanaan Ujian Nasional (UN) di Kota Bogor, Selasa (19/4/2011) di tinjau Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Muhammad Nuh. Ada dua sekolah yang menjadi sasaran penijauan yakni SMA Negeri 1 di Jalan Ir. H. Juanda Kecamatan Bogor Tengah, dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri I di Jalan Heulang Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor.

Kunjungan Mendiknas di dua sekolah berlangsung singkat. Mendiknas didampingi Sekretaris Daerah Kota Bogor Bambang Gunawan, Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor Aim Halim Hermana, berada di dua sekolah sekitar 30 menit.

Mendiknas datang ke SMA Negeri 1 sekitar pukul 07.30 wib, yang disambut Kepala Sekolah SMA Negeri I Bogor Agus Suherman. Dalam kunjungannya ke dua Sekolah Mendiknas tidak bisa masuk ke ruangan kelas.

Di SMA Negeri 1 Bogor, Mendiknas hanya bisa melihat para siswa mengerjakan soal-soal UN melalui layar televisi besar yang dipasang di ruangan khusus yang tersambung dengan CCTV (Closed Circuit Television) yang dipasang disetiap ruangan kelas.

Kepala SMA Negeri I Bogor Agus Suherman mengatakan, ada 27 CCTV yang dipasang diruangan ujian SMA Negeri I Bogor. “CCTV yang terpasang di ruangan kelas bisa terpantau di tiga layar berukuran besar di salah satu ruangan. Pemantauan melalui CCTV untuk memastikan tidak ada kecurangan pelaksanan UN,” ujar Agus Suherman menjawab pertanyaan Mendiknas.

Setelah mengunjungi ke SMA Negeri I Bogor, Mendiknas Muhammad Nuh mengunjungi SMK Negeri I Bogor di Jalan Heulang Kecamatan Tanah Sareal. Seperti di SMA Negeri I, Mendiknas tidak bisa masuk ke setiap ruangan kelas.

Image

Didampingi Kepala Sekolah SMK Negeri I Jana Sugiana, Mendiknas hanya bisa meninjau pelaksanaan UN diarea luar ruangan kelas. Mendiknas berada di SMK Negeri I Bogor sekitar 15 menit, dan sekitar pukul 08.00 wib, Mendiknas meninggalkan SMK Negeri I.

Mendiknas Mohammad Nuh memastikan, tidak akan terjadi kebocoran soal-soal UN di Kota Bogor, karena pengawasan yang dilakukan sangat ketat. Apalagi, soal UN tahun ini diberlakukan sistem lima paket. Lima Paket dimaksud, ada lima macam soal sehingga akan memperkecil peluang untuk saling kerjasama, dan menyontek diantara peserta UN. “Makanya, kami menjamin tidak akan terjadi kebocoran soal, “ tegasnya. (yan/lan)



Sumber : Kota Bogor 19/4/2011

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.