header_ads

Ribuan Buruh Kota Bogor Peringati Mayday

Hari Buruh Sedunia (Mayday) digelar pada Minggu 1 Mei 2011, diperingati dengan upacara bersama dipimpin langsung Walikota Bogor Diani Budiarto di Plaza Balaikota Bogor.

Sekitar 2000 buruh sejak pukul 07.00 wib, sudah berkumpul di Balaikota Jalan Ir. H. Juanda No : 10 Kecamatan Bogor Tengah. Mereka datang ke Balaikota dengan konvoi sepeda motor dengan membawa bendera, atribut SPN (Serikat Pekerja Nasional) dan berbagai atribut lainnya.

Kedatangan ribuan buruh menuju Balaikota Bogor dikawal ketat jajaran kepolisian Polres Bogor Kota, sehingga jalan yang mengarah ke Balaikota Bogor sempat macet.

Upacara sendiri baru berlangsung sekitar pukul 08.00 wib dipimpin Walikota Bogor Diani Budiarto, dan dihadiri Sekretaris Daerah Kota Bogor Bambang Gunawan, serta Kepala Dinas Tenaga Kerja Sosial dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kota Bogor Asep Ruchiatna.

Dalam upacara tersebut, perwakilan buruh menyampaikan tuntutan kepada Pemerintah Kota Bogor untuk melaksanakan aturan ketenagakerjaan yang sebenar-benarnya, serta melindungi hak-hak pekerja yang tertuang dalam perundang-undangan ketenagakerjaan.

Pada kesempatan tersebut Walikota Bogor Diani Budiarto menyampaikan terimakasih kepada seluruh jajaran Forum Serikat Pekerja yang telah banyak berkontribusi dalam meningkatkan roda perekonomian, produktifiktas yang berdampak kepada pertumbuhan ekonomi di Kota Bogor.

Diani juga menyampaikan apresiasi karena dalam peringatan Mayday buruh di Kota Bogor telah memiliki kesadaraan dan wawasan yang luas, dan tanggung jawab bersama, Artinya, penyampaikan sikap para buruh disampaikan dengan tertib sehingga diharapkan bisa menjadi contoh oleh seluruh buruh lainnya. “ Yang peting tuntutan yang disampaikan para buruh sampai kepada Pemerintah, “ tukasnya.

Menanggapi tututan para buruh Walikota Diani menyatakan, bahwa Pemerintah Kota Bogor siap akan menampung aspirasi para buruh. Seperti tuntutan yang disampaikan tahun lalu telah disampaikan kepada pemerintah pusat, karena dalam tuntutannya ada yang menjadi kewenangan pemerintah pusat.“Kalau sepanjang yang menjadi urusan Kota seperti UMK (Upah Minimum Kota) kita siap membereskannya, “ ungkap Diani.

Usai melakukan upacara di Balaikota Bogor, ribuan buruh melanjutkan konvoi sepeda motor dan long march menuju Lapangan Heulang Kecamatan Tanah Sareal Kota Bogor untuk melanjutkan acara hiburan dangdut.

Sebelum meninggalkan Balaikota ribuan buruh antri menyalami Walikota Bogor, sekaligus memperoleh pembagian snack yang telah disiapkan oleh Bagian Rumah Umum Sekretariat Daerah Kota Bogor. (yan/gus/als)





Sumber : Kota Bogor 1/5/2011

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.