header_ads

Akses Menuju Situs Arca Domas Kondisinya Memprihatinkan


Wakil Bupati Bogor Karyawan Faturachman menyerukan aparatur desa dan kecamatan di lokasi Situs Arca Domas untuk gotong royong bersama warga merehabilitasi situs budaya tersebut. Seruan tersebut diutarakan saat menghadiri rapat persiapan gerakan gotong royong rehabilitasi situs Arca Domas, Sabtu hingga Minggu mendatang. Rapat digelar di balai Desa Tapos Kecamatan Tenjolaya, Rabu (25/12012) lalu.
Arca Domas adal salah satu peninggalan budaya ratusan tahun lalu. Menurut Karyawan, situs ini bukanlah makam karuhun melainkan tempat yang dipergunakan untuk bermain orang-orang pendahulu kita.
Ada punden berundak dan peninggalan lainnya yang perlu dilestarikan. Tak hanya itu Karyawan juga mengajak warga setempat untuk menjadikan lokasi situs budaya tersebut menjadi lokasi wisata yang dapat mengundang para turis untuk berkunjung.
“Mari kita buat tempat ini nyaman untuk berwisata, caranya mulai Sabtu (28/1/2012) kita mulai merehabilitasi dari membersihkan hingga membetulkan akses jalan menuju lokasi situs yang berjarak kurang lebih 2 Km. Dengan begitu nantinya tempat ini akan ramai, semakin ramainya akan datang investasi dan akan berpengaruh pada peningkatan pendapatan masyarakat warga sekitar”, ujar pria yang mencintai kebudayaan ini.
Tak hanya melakukan rapat koordinasi, Wakil Bupati Bogor ini juga meninjau langsung jalan menuju lokasi situs yang perlu diperbaiki. Berjalan kaki ditemani Kepala Desa Tapos, Camat Tenjolaya, serta perwakilan LSM, Karyawan terus memberikan arahan bagaimana bentuk perbaikan dan pengembangan nantinya.
Kepala Desa Tapos OO Kosasih mengatakan, pihaknya akan mensosialisaikan kepada warganya bahwa tempat situs budaya ini nantinya bukan untuk tempat berziarah. “Tempat ini adalah tempat wisata budaya dimana para turis bisa meneliti kebudayaan dan menikmati pemandangan yang indah dari lokasi situs Arca Domas”, ujar OO.
Sementara Camat Tenjolaya Baehaki mengatakan, nantinya kami bersama unsur kepolisan dan TNI akan menjamin di tempat tersebut tidak ada praktek prostitusi. “Ini adalah tempat wisata yang dapat meningkatkan pendapatan masyarakat jadi tidak akan ada yang namanya Jablay”, tegas Baehaki. (rido/als)







Sumber: Kabupaten Bogor
Diberdayakan oleh Blogger.