Imlek 2563 Di Vihara Dhanagun Meriah
BOGOR – Tahun Baru Imlek 2563 yang merupakan tahun Naga Air,
memiliki makna mendalam bagi masyarakat keturunan etnis Tionghoa. Mereka
mengartikan bahwa air itu seperti cermin, dan naga sebagai simbol kekuatan.
Imlek tahun ini merupakan cerminan diri sendiri
sebelum menilai diri orang lain dan harus kuat dalam menghadapi cobaan.
Masyarakat datang berbondong - bondong ke berbagai Kelenteng.
Diantaranya, Vihara Dhanagun Bogor. Mereka yang
berkunjung ke tempat ini tidak hanya berasal dari wilayah Bogor saja, namun
sebagian pendatang berasal dari luar Kota, seperti Bandung, Surabaya, Bali,
Kalimantan, Sukabumi, Cianjur dan yang terbanyak berasal dari Jakarta.
Hari Raya Imlek menjadi momentum yang istimewa bagi
masyarakat etnis Tionghoa. Susanti (55), petugas pelayanan Vihara Dhanagun
Bogor, mengatakan bahwa bila hari besar tiba, dia harus bekerja lebih ekstra.
Semenjak hari Minggu kemarin (H-1) hingga hari ini, kelenteng tersebut sangat ramai kunjungi,
baik yang mau beribadah maupun yang hanya sekedar mengabadikan momen tersebut.
Keramaian sudah mulai terlihat mulai pukul 22.00 wib hingga
pada acara puncak pukul 00.00 dinihari kemarin. “Bila tidak sabar, mungkin saya
sudah pulang dari siang. Karena selain menjadi pekerja, saya juga beribadah
disini,” ujar Susanti kepada Bogor Ekspres, Senin, (23/1/2012) hari ini.
Dia menambahkan, pada hari kedelapan setelah perayaan Imlek
akan diadakan acara ziarah delapan kelenteng. Nantinya, pada tanggal 4 – 6
Febuari 2012 akan ada lagi acara lain, yaitu perayaan Cap Gomeh.
“Namun, puncak keramaian dapat dipastikan pada hari
kedelapan setelah imlek. Pasalnya, di setiap tahun pada hari tersebut jumlah
pendatang bisa sampai tiga kali lipat dari acara imlek di tempat tersebut,”
tambahnya.
Menurutnya, para pengunjung datang sebagai tanda
penghormatan terhadap leluhur dan tidak lupa mereka berdoa agar ditahun ini
diberikan keselamatan, kesuksesan dan kelancaran dalam menjalankan aktifitas. (welly)




Tidak ada komentar