header_ads

Warga Minta BKM Jembatan Pangrango Diperbaiki

Keberadaan jembatan di jalan Pangrango sebagai akses penghubung dari permukiman Rw 04, 05, 07, 18 menuju jalan raya Sukahati mempermudah akses perekonomian warga setempat sehari - hari. Kondisi konstruksi jembatan tersebut memang masih terlihat kokoh dan jalanan diatasnya juga mulus.

Namun, bila ditinjau ke lokasi ternyata kondisinya belakangan ini cukup memprihatinkan. Pasalnya, tumpukan sampah yang terbawa aliran anak sungai Cimahpar tersebut sering mengakibatkan jembatan tersebut tergenang derasnya air yang mengalir.

Hal ini diungkapkan Ketua Karang Taruna Wahana Bhakti, Sukarta dihadapan sejumlah tokoh setempat dan fasilitator kelurahan saat pertemuan Rembug Warga yang digelar Badan Kemandirian Masyarakat (BKM) Harapan Mandiri, di kantor Kelurahan Sukahati, Cibinong, Sabtu, (31/12/2011) kemarin.

Menurutnya, air yang mengalir cukup deras tidak lagi kebawah jembatan itu tapi sudah meluap keatas jembatan bila musim hujan mengguyur atau sungai Cimahpar sedang meluap. "Dangkalnya aliran anak sungai itu karena banyaknya sampah yang mengendap, ruas liran sungai menyempit sehingga air meluap sampai keatas jembatan. Jadi jembatan itu perlu dibangun lebih tinggi lagi," ungkapnya.

Pertumbuhan permukiman penduduk yang semakin pesat disepanjang aliran anak sungai itu juga dituding sebagai salah satu penyebab bertambahnya debit air dan meningkatnya volume sampah. "Ini mulai terjadi setelah adanya perumahan Inforen City yang mulai dihuni pemiliknya," tambahnya kepada Bogor Ekspres.

Menanggapi keluhan dari warga itu, Koordinator BKM, Adi Supriatna mengatakan akan menjadi agenda program kerjanya dan perlu dibicarakan kembali pada pertemuan Rembug Warga BKM maupun sebagai salahsatu pembahasan rapat Musrenbang tingkat kelurahan awal tahun 2012 ini.

"Jadi tolong disiapkan pengajuannya saja. Sekarang juga bisa di survey dan ambil beberapa foto kondisi jembatan itu, nanti dari fasilitator kelurahan dan Kasi Tramtib ikut meninjau. Nanti kita utarakan di rapat Musrenbang agar pembangunannya tidak tumpang tindih," pintanya.

Sebelumnya, Kepala Seksi Tramtib, Heru Irawan, mewakili Kepala Desa menyampaikan pembangunan infrastruktur dan sosial harus sesuai dengan kebutuhan mendesak masyarakat agar pembangunannya menjadi tepat sasaran dan tidak tumpang tindih.

"Oleh karena itu diperlukan kerja sama dan dukungan dari semua elemen masyarakat untuk bersama - sama mewujudkan kehidupan masyakat yang lebih baik lagi," pesannya. (als)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.