Pelatihan Kewaspadaan Dini Masyarakat
MEGAMENDUNG-
Secara umum Kabupaten
Bogor merupakan daerah yang menyimpan potensi ancaman, tantangan dan gangguan
keamanan wilayah.
Hal ini berkaitan dengan posisi geografisnya yang berbatasan dengan
DKI Jakarta dan Propinsi Banten serta merupakan pintu gerbang Jawa Barat.
Hal
itu diungkapkan Assisten Pemerintahan Setda Kabupaten Bogor Ronny Sukmana
mewakili Bupati Bogor saat membuka secara resmi Pelatihan Kewaspadaan Dini
Masyarakat Dalam Peningkatan Keamanan dan Kenyamanan Tingkat Kabupaten Bogor,
yang berlangsung di Hotel Purnama Jalan Raya Puncak–Cipayung kabupaten Bogor, Senin,
(6/2/2012).
“Posisi ini membawa pengaruh yang kompleks,
termasuk dampak adanya kemajuan dan heterogenitas kelompok masyarakat, baik
dari segi agama, etnis atau suku, budaya, bahasa, maupun adat kebiasaan”.
Tandas Ronny.
Menurutnya heterogenitas masyarakat tersebut,
menyebabkan Kabupaten Bogor memiliki potensi konflik yang tentu saja harus
diantisipasi secara bersama-sama oleh pemerintah dan warga masyarakat.
Oleh karena itu, lanjut Ronny Sukmana, peran
serta masyarakat harus terus dipupuk dan dikembangkan, antara lain dengan memaksimalkan
fungsi forum kewaspadaan dini masyarakat atau FKDM.
“Kondisi terpeliharanya ketentraman dan
ketertiban tersebut diperlukan, selain sebagai prasarat terjaminnya keamanan dan tegaknya hukum yang
merupakan kebutuhan bersama seluruh warga masyarakat, juga sangat penting
ketika terjadi bencana, guna memastikan pemenuhan rasa aman dan terlindung bagi
korban bencana sesuai dengan hukum hak asasi dan kemanusiaan yang bersifat
universal”. Ujar Ronny Sukmana.
Selanjutnya, mengingat peristiwa bencana
sangat kompleks dan berpotensi mengakibatkan dampak sosial, kiranya juga perlu
diupayakan pula penggalian kembali nilai-nilai kearifan local yang dimiliki
masyarakat setempat dengan mengedepankan penanggulangan bencana berbasis
masyarakat yang bersifat segera, massal dan tepat sasaran.
Untuk itulah, tambah Ronny Sukmana, penyelenggaraan
kegiatan ini memiliki arti yang sangat penting dan strategis, terutama apabila
dihubungkan dengan kondisi actual bangsa yang dewasa ini sangat majemuk.
Kemajemukan itu berpotensi mendorong tumbuhnya situasi yang kurang kondusif, baik dalam
kaitannya dengan kerawanan social ekonomi, maupun dalam menghadapi kemungkinan
terjadinya bencana alam.
Sementara itu, Kepala Kantor Kesatuan Bangsa
dan Politik Kabupaten Bogor, Wawan Setiawan mengatakan, penyelenggaraan
kegiatan ini merupakan langkah yang cukup strategis dan perlu didukung guna
menguatkan komitmen bersama untuk memelihara stabilitas social dalam rangka
mewujudkan kerukunan, keamanan dan kenyamanan dalam kehidupan bermasyarakat,
berbangsa dan bernegara.
Sedangkan sasaran yang akan dicapai dari
penyelenggaraan kegiatan ini, lanjut Wawan Setiawan yakni agar organisasi
kepemudaan yang terbentuk diharapkan mampu menjadi motivator, dinamisator serta
garda terdepan dalam pembangunan juga membantu aparatur pemerintah, baik sipil
maupun militer dalam rangka menjaga ketentraman, kemanan dan kenyamanan bagi
masyarakat khususnya diwilayah Kabupaten Bogor.
Menurutnya, kegiatan ini dilaksanakan selama
3 hari, diikuti oleh sebanyak 100 orang peserta, terdiri dari 50 orang anggota
KNPI dan 50 orang anggota Karang Taruna dari masing-masing perwakilan Kecamatan
se-Kabupaten Bogor, yang terbagi dalam dua angkatan, yakni untuk anggota KNPI
dilaksanakan pada tanggal 6 hingga 8 Februari, dan untuk anggota Karang Taruna
dilaksanakan pada 13-15 Februari 2012 mendatang.
Materi lainnya, kebijakan pemerintah pusat dalam pembinaan kewaspadaan dini oleh Dirjen Kewaspadaan Dini Kemendagri, dan manajemen kebencanaan dalam tanggap darurat oleh Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten Bogor, serta Ideologi Kebangsaan oleh Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Bogor. (iwa/als)
Sumber: Kabupaten Bogor


Tidak ada komentar