Trans Pakuan Segera Buka Jalur Baru
KOTA BOGOR- Bus Trans Pakuan yang dikelola
Perusahaan Daerah Jasa Transportasi (PDJT) Kota Bogor berencana membuka
jalur baru melalui jalur tengah yakni terminal Bubulak melintas Jalan
Ir. H. Juanda sampai Cidangiang Baranangsiang.
“Untuk merealisasikan rencana ini, PDJT
bersama Dinas Lalu Lintas Angkutan Jalan (DLLAJ) dan Organda Kota Bogor
perlu segera melakukan sosialisasi terhadap para pengusaha dan sopir
angkutan kota yang melintas jalur tersebut, “ kata Direktur Operasional
PDJT Drs. Tri Handoyo S, di Kantornya Jum’at (3/2/2012).
Tri mengatakan, pembukaan bus Trans Pakuan melalui jalur tengah dilakukan untuk memenuhi rekomendasi DPRD Kota Bogor yang menginginkan agar bus Trans Pakuan melintas jalur tengah melalui jalan Ir. H. Juanda.
Ia mengatakan, sesuai rekomendasi DPRD diharapkan rencana itu bisa terwujud tahun 2012 ini, “Keinginan DPRD Kota Bogor harus terwujud, karena DPRD adalah wakil rakyat Kota Bogor. Artinya, keinginan DPRD adalah keinginan masyarakat Kota Bogor, “tukasnya.
Tri mengatakan, jumlah bus Trans Pakuan bantuan dari Kementerian Perhubungan saat ini ada 30 unit bus. Untuk membuka jalur baru perlu penambahan 30 unit bus lagi. “Kita akan bicarakan dengan para pengusaha angkot untuk diajak bermitra, “ kata Tri
Tri menjelaskan, bentuk kemitraan yang akan ditawarkan yakni konvensi angkot ke bus yakni tiga unit angkot dialihkan dengan satu unit bus. “ Realisasinya nanti, apakah mereka akan menjadi pemegang saham atau ada alternatif lainnya yang terbaik kita akan bicarakan dengan mereka. Yang jelas kita tidak ingin merugikan para pengusaha dan sopir angkot, “ ungkapnya.
Untuk rekuitmen para sopir bus nanti, lanjut Tri, pihaknya akan mengutamakan para sopir angkot. “ Kita tidak akan merekrut sopir bus dari luar, tapi akan mengambil dari sopir angkot yang ada, “ ujarnya.
Dibagian lain Tri Handoyo menyebutkan, untuk melayani jalur yang sudah ada yakni Cidangiang – Bubulak dan Cidangiang – Rancamaya, PDJT mentargetkan 27 unit bus bisa dioperasikan dari 30 unit bus yang ada.
“Paling cepat bulan Maret, 27 unit bus sudah bisa beroperasi semua, sedangkan sisanya 3 unit bus untuk cadangan. Jadi, tidak bisa semua bus dioperasikan, karena harus ada cadangan tiga bus, “ kata dia.
Lebih lanjut Tri Handoyo menghimbau kepada para penumpang bus Trans Pakuan jika menemukan kondektur bus tidak menyerahkan tiket, untuk tidak segan-segan melaporkan kepada PDJT di Jalan Pajajaran Bogor Timur. “Harga tiket bus Trans Pakuan Rp3000, tidak ada mengecualian, termasuk para pelajar. Jadi jika ditemukan ada kondektur bus nakal, segera laporkan kepada kami, “ tegasnya.
Ia menambahkan, selain program penambahan jalur, PDJT akan membuka bengkel berlokasi rencananya pada tahun 2012 di Bubulak. “ Bengkel yang akan kami buka selain untuk bengkel bus Trans Pakuan, juga akan melayani kendaraan umum dan mobil dinas, “pungkasnya.(chris)
Tri mengatakan, pembukaan bus Trans Pakuan melalui jalur tengah dilakukan untuk memenuhi rekomendasi DPRD Kota Bogor yang menginginkan agar bus Trans Pakuan melintas jalur tengah melalui jalan Ir. H. Juanda.
Ia mengatakan, sesuai rekomendasi DPRD diharapkan rencana itu bisa terwujud tahun 2012 ini, “Keinginan DPRD Kota Bogor harus terwujud, karena DPRD adalah wakil rakyat Kota Bogor. Artinya, keinginan DPRD adalah keinginan masyarakat Kota Bogor, “tukasnya.
Tri mengatakan, jumlah bus Trans Pakuan bantuan dari Kementerian Perhubungan saat ini ada 30 unit bus. Untuk membuka jalur baru perlu penambahan 30 unit bus lagi. “Kita akan bicarakan dengan para pengusaha angkot untuk diajak bermitra, “ kata Tri
Tri menjelaskan, bentuk kemitraan yang akan ditawarkan yakni konvensi angkot ke bus yakni tiga unit angkot dialihkan dengan satu unit bus. “ Realisasinya nanti, apakah mereka akan menjadi pemegang saham atau ada alternatif lainnya yang terbaik kita akan bicarakan dengan mereka. Yang jelas kita tidak ingin merugikan para pengusaha dan sopir angkot, “ ungkapnya.
Untuk rekuitmen para sopir bus nanti, lanjut Tri, pihaknya akan mengutamakan para sopir angkot. “ Kita tidak akan merekrut sopir bus dari luar, tapi akan mengambil dari sopir angkot yang ada, “ ujarnya.
Dibagian lain Tri Handoyo menyebutkan, untuk melayani jalur yang sudah ada yakni Cidangiang – Bubulak dan Cidangiang – Rancamaya, PDJT mentargetkan 27 unit bus bisa dioperasikan dari 30 unit bus yang ada.
“Paling cepat bulan Maret, 27 unit bus sudah bisa beroperasi semua, sedangkan sisanya 3 unit bus untuk cadangan. Jadi, tidak bisa semua bus dioperasikan, karena harus ada cadangan tiga bus, “ kata dia.
Lebih lanjut Tri Handoyo menghimbau kepada para penumpang bus Trans Pakuan jika menemukan kondektur bus tidak menyerahkan tiket, untuk tidak segan-segan melaporkan kepada PDJT di Jalan Pajajaran Bogor Timur. “Harga tiket bus Trans Pakuan Rp3000, tidak ada mengecualian, termasuk para pelajar. Jadi jika ditemukan ada kondektur bus nakal, segera laporkan kepada kami, “ tegasnya.
Ia menambahkan, selain program penambahan jalur, PDJT akan membuka bengkel berlokasi rencananya pada tahun 2012 di Bubulak. “ Bengkel yang akan kami buka selain untuk bengkel bus Trans Pakuan, juga akan melayani kendaraan umum dan mobil dinas, “pungkasnya.(chris)
Sumber: Kota Bogor


Tidak ada komentar