Penjualan Antam Naik 18 Persen
PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM) membukukan
penjualan sepanjang 2011 sekitar Rp10,3 triliun (unaudited), naik 18
persen dibandingkan dengan periode tahun sebelumnya sebesar Rp8,47
triliun.
Direktur Utama Antam Alwinsyah Loebis
mengatakan di Jakarta, Rabu (21/3/2012), kenaikan ini dipacu oleh
penjualan komoditas feronikel, bijih nikel, dan emas yang turut
meningkat. Komoditas feronikel menjadi kontributor terbesar dari
pendapatan Antam dengan sumbangan 36 persen atau Rp3,7 triliun.
Kinerja produksi dan penjualan feronikel
tercatat tertinggi sepanjang sejarah Antam. Volume produksi feronikel
pada 2011 tercatat 19.690 TNi atau naik lima persen dibanding tahun
sebelumnya. Dengan masih kuatnya permintaan, volume penjualan feronikel
mencapai 19.527 TNi.
“Pendapatan Antam dari komoditas
feronikel tercatat Rp3,7 triliun seiring kenaikan volume penjualan
dibanding tahun sebelumnya, meski harga rata-rata feronikel di 2011
turun tiga persen menjadi 9,83 dolar AS per pon,” kata Alwin.
Sama seperti feronikel, lanjutnya,
permintaan bijih nikel di 2011 juga masih kuat sehingga produksi bijih
nikel Antam naik 13 persen menjadi 7.959.157 mwt yang terdiri dari
3.512.151 wmt bijih nikel kadar tinggi dan 4.447.006 wmt bijih nikel
kadar rendah. Peningkatan produksi bijih nikel juga
diikuti kenaikan volume penjualan bijih nikel di 2011 yang naik 8 persen
menjadi 6,345 wmt. “Dengan kenaikan volume penjualan,
pendapatan Antam dari bijih nikel di 2011 tercatat Rp2,5 triliun atau
naik lima persen,” tuturnya.
Volume produksi emas sepanjang 2011
tercatat 2.667 kilogram yang terdiri dari 1.987 kg berasal dari Pongkor
dan 680 dari Cibaliung. Volume produksi emas pada 2011 turun empat
persen dibandingkan dengan 2010 karena turunnya produksi emas Pongkor
seiring dengan penurunan kadar bijih emas yang ditambang.
“Kadar bijih emas merupakan faktor yang
tidak dapat dikontrol Antam mengingat tambang Pongkor dan Cibaliung
merupakan tambang emas bawah tanah,” imbuhnya.
Meski Antam mencatat penurunan produksi,
tingginya permintaan volume penjualan emas mencapai 8.009 kg pada 2011,
naik 22 persen dibanding dengan 2010. Dengan kenaikan volume penjualan
disertai dengan kenaikan harga jual rata-rata emas sebesar 32 persen
menjadi 1.620,44 dolar AS per toz, pendapatan dari komoditas ini
mencapai Rp3,7 triliun, naik 56 persen.
Tingkat kenaikan harga pokok penjualan
yang melebihi tingkat kenaikan penjualan menjadikan marjin kotor Antam
tercatat 29 persen dibanding periode tahun sebelumnya sebesar 34 persen.
Laba usaha Antam mengalami peningkatan
satu persen menjadi Rp1,99 triliun, dibanding dengan periode tahun
sebelumnya Rp1,97 triliun, sehingga marjin usaha tercatat 19 persen
dibandingkan dengan 2010 sekitar 22 persen. “Dengan pencapaian tersebut, laba bersih
Antam meningkat 13,5 persen menjadi Rp1,91 triliun dibanding dengan
periode tahun sebelumnya Rp1,68 triliun,” ujarnya.
Ia menambahkan kinerja keuangan Antam
pada 2011 merefleksikan peningkatan signifikan kinerja produksi dan
penjualan komoditas utama, dan 2011 juga menandai tahap lanjutan dari
pertumbuhan perusahaan dengan dimulainya konstruksi proyek CGA Tayan
senilai 450 juta dolar AS dan proyek Halmahera Timur sebesar 1,6 miliar
dolar AS.
“Kami yakin kinerja finansial dan
operasional tetap solid dan kami dapat memberikan imbal hasil yang kuat
bagi pemegang saham pada tahun ini,” katanya.
Sementara perolehan laba bersih PT Aneka
Tambang Tbk sepanjang 2011 tercatat Rp1,93 triliun atau tumbuh 14,2
persen dibandingkan dengan keuntungan pada 2010 sebesar Rp1,69 triliun. Dalam laporan keuangan Antam yang
dipublikasikan Rabu (21/3), disebutkan kenaikan laba bersih itu
ditunjang oleh naiknya penjualan bersih perseroan sebesar 18,42 persen
dari Rp8,74 triliun pada tahun 2010 menjadi Rp10,35 triliun pada tahun
2011.
Sementara itu, total ekuitas perseroan
tercatat Rp10,77 triliun atau naik dibandingkan dengan data pada tahun
2010 sebesar Rp9,58 triliun. Dalam laporan itu disebutkan, total aset
perseroan juga naik dari Rp12,22 triliun pada tahun 2010 menjadi Rp15,2
triliun pada tahun 2011. (ant/-als) foto: int
Tidak ada komentar