Supir Angkot Cemas Dampak Harga BBM Naik
CIBINONG – Pemerintah Pusat melalui Kementerian Perhubungan
berencana mengumumkan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) pada tanggal 1
April mendatang. Tentu saja membuat banyak kalangan menjadi cemas atas dampak
yang akan dirasakan atas kenaikan itu. Diantaranya, pengemudi angkutan kota
(angkot) yang biasa beroperasi di wilayah Bogor.
Pantauan Bogor Ekspres, sejumlah pengemudi menginginkan
adanya penyesuaian tarif apabila harga BBM naik. Sebab, selama ini keputusan
kenaikan tarif angkot selalu terlambat sehingga membuat para pengemudi menjadi
dilematis saat beroperasi. “Bila tidak ada kenaikan tarif angkot, bagaimana
bisa mengumpulkan uang setoran. Kalau tidak ada pengumuman resmi tariff angkot
naik kita juga ga enak sama penumpang. Serba salah kang,” Sopyan (37),
pengemudi angkot 35 jurusan Bambu Kuning – Cibinong.
Melihat kondisi ini, pria beranak lima ini berniat
beralih profesi dari sopir angkot menjadi sopir pribadi yang tidak memeiliki resiko
kerugian operasional dan setoran. “Sekarang saya lagi cari bos - bos yang butuh
sopir pribadi kang, kalau ga begini bisa – bisa anak istri kelaparan,” harapnya
yang sudah 16 tahun menekuni profesi sebagai sopir angkot.
Hal senada, Henday (44), pengemudi angkot 03
jurusan Laladon – Baranangsiang meminta kepada pihak terkait untuk segera
memikirkan nasib para pengemudi dari dampak kenaikan BBM yang akan diumumkan
nanti. “Sopir kan tahunya cari penumpang buat setoran dan isi bahan bakar,
sisanya buat keluarga dirumah. Itu aja paling Cuma Rp15,000 yang bisa dibawa
pulang,” keluh pria beranak tiga ini.
Saat ditanya, Ny.Ela (37), seorang penumpang angkot
35 mengaku keberatan bila tarif angkot dinaikan. Sebab, tarif angkot Rp3.000
yang berlaku saat ini sudah dirasakan menguras uang belanjanya setiap hari. “Makanya saya kadang suka bayar angkot Cuma Rp2.000 itu pun kalau uang lagi
pas-pasan, paling sopirnya senyum-senyum aja, pak,” ujarnya yang berjualan kopi
keliling disekitar Terminal Pasar Cibinong.
Sementara diberitakan, Kepala
DLLAJ Kabupaten Bogor, R.Soebiantoro,didampingi Kepala
Seksi Angkutan DLLAJ Kabupaten Bogor, Joko Handrianto, sebagaimana dipaparkan terkait pembahasan tentang rencana kenaikan
harga BBM, terutama untuk melakukan langkah antisipasi menyangkut tarif angkot.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor melalui Dinas
Lalu Lintas Angkutan Jalan (DLLAJ) telah menyusun beberapa scenario kenaikan
tarif angkot. Skenario kenaikan tarif tersebut telah dibahas bersama-sama
dengan Organda, sebagai organisasi angkutan darat. Pihaknya juga telah melakukan
pertemuan dengan sejumlah pihak seperti Organda, aparat kepolisian, dinas-dinas
terkait dan unsur lainnya untuk membahas berbagai kemungkinan yang terjadi.
Hasil pertemuan itu dijadikan bahan menyusun
sejumlah scenario khusus mengenai tarif angkot, yakni mulai dari kenaikan harga
BBM sebesar Rp 500,00 maka dibuat kira-kira berapa tarif angkot akan dinaikan.
Begitu juga scenario kenaikan harga BBM sebesar Rp 1.000,00 naik Rp 1.500,00
sampai harga BBM naik mencapai Rp 2.000,00 per liter. Hal ini berdasarkan hasil
usulan dari pihak organda dan kajian lainnya, sehingga kenaikan tarif mencapai
mulai dari 11 persen sampai 44 persen dari tarif yang berlaku saat ini. (als)
Tidak ada komentar