header_ads

1.926 Guru Kabupaten Bogor Lulus UKA


CIBINONG -Sebanyak 1.926 guru PNS dan non PNS dari berbagai jenjang pendidikan di Kabupaten Bogor dinyatakan lulus Ujian Kompetensi Awal (UKA) yang digelar serentak secara nasional pada 25 Pebruari lalu. 

Peserta yang lulus UKA akan mengikuti proses selanjutnya yaitu PLPG (Pendidikan Latihan Profesi Guru) pada Juni mendatang.

Humas Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor, Rony Kusmaya melalui rilisnya menjelaskan, kuota peserta sertifikasi guru tahun 2012 sebanyak 2.155 orang. Dari jumlah tersebut yang lulus UKA sebanyak 1.926 orang dan 229 guru tidak lulus. Dari 229 guru yang tidak lulus, 20 orang diantaranya tidak hadir saat UKA. Sedangkan 209 guru hadir dan murni tidak lulus saat ujian. 

“Pengumuman kelulusan UKA pada 22 Maret. Nah, bagi guru yang tidak lulus UKA 2012, rencananya akan diikutkan dalam PLPG tahun depan tanpa harus mengikuti UKA lagi. Durasi PLPG ditetapkan 90 jam dan dilaksanakan sekitar Sembilan hari,” paparnya.

Menurut Rony, peserta yang mengikuti PLPG tidak akan dipungut biaya. Bahkan peserta akan mendapatkan uang makan. Selain itu, para guru akan menginap yang disediakan oleh Lembaga Pendidikan dan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang ditunjuk.

Rony menambahkan, bagi guru yang tidak hadir saat UKA 25 Pebruari 2012 rencananya akan diikutsertakan dalam Ujian Kompetensi Awal tahun mendatang. Berdasarkan catatan panitia, dari 20 guru yang tidak hadir dalam UKA yaitu jenjang SD 11 orang, SMP 5 orang, SMA 2 orang dan SMK 2 orang.

“Guru yang tidak lulus UKA akan diikutkan dalam PLPG tahun depan dan yang tidak hadir saat UKA akan diikutkan kembali dalam UKA tahun depan, ini dua opsi baru rencana. Sedangkan kapan pelaksanaan PLPG, kita sedang menunggu informasi selanjutnya dari Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Pengembangan Mutu Pendidikan PMP Jakarta, rencananya Juni nanti,” katanya.

Hanya saja, Rony mengungkapkan bahwa pelaksanaan PLPG sepenuhnya akan diurus oleh lembaga pendidikan tinggi seperti Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, Universitas Pakuan (Unpak) Bogor, Universitas Pasundan (Unpas) Bandung dan Uhamka Jakarta. Sedangkan untuk Kabupaten Bogor, untuk PLPG ditangani Unpak sesuai dengan jurusan atau keahlian guru tersebut.

“Untuk jenjang TK/SD/SLB di Kabupaten Bogor ditangani Unpak, sedangkan jenjang SMP/SMA/SMK tergantung dari jurusan atau ilmu kependidikan dari guru peserta sertifikasi, bisa di Unpak dan universitas lain,” jelasnya kepada Bogor Ekspres.(ICE)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.