Bogor Culture Festival 2012, Seba Kuwerabakti
KOTA BOGOR - Guna menyukseskan acara Bogor Culture
Festival 2012, Seba Kuwerabakti yang akan digelar 2 Juni mendatang, PT.
Graha Andrasentra Propetindo salah satu pengembang Bogor Nirwana
Residence (BNR) memberikan bantuan dana sebesar Rp 100 juta kepada
Panitia BCF 2012 Seba Kuwerabakti.
Corporate Publik Relation PT Graha Andrasentra Propetindo Indah Novebrita mengatakan, suntikan dana sebesar Rp100 juta sebagai bentuk dukungan penuh atas acara BCF 2012 Sebakuwerabakti. “ Ini merupakan kepedulian kami terhadap kemajuan pariwisata dan perekonomian Kota Bogor. Dukungan ini sesuai dengan program Corporate Social Responsibility (CSR) PT Graha Andrasentra Propetindo dalam bidang seni dan budaya, “ ungkapnya.
Sementara itu Ketua Panitia BCF 2012 Seba Kuwerabakti Bagus Karyanegara mengatakan, acara BCF 2012 Seba Kuwerabakti yang pertama kalinya ini digelar untuk memeriahkan HJB ke 530. “ Hingga kini persiapan menjelang perhelatan budaya tersebut sudah mencapai 90 persen, “ kata Bagus.
Bagus menyebutkan, para pengisi acara kini sudah melakukan persiapan dan latihan di arena Kebun Raya Bogor. “ Rencananya pada Kamis 30 Mei akan dilakukan gladi resik, “ ujarnya.
Ia menjelaskan, Seba Kuwerabakti merupakan impresi budaya yang dikemas secara klasik. “Ini akan menjadi daya tarik para wisatawan yang datang ke Kota Bogor. Rencananya acara ini akan dihadiri perwakilan UNESCO dan sejumlah duta besar negara sahabat, “ ungkapnya.
Pagelaran Seba Kuwerabakti akan diawali karnaval dilingkar luar Kebun Raya Bogor, dengan mengambil start di depan Balaikota Bogor. Iring-iringan karnaval diawali dua ekor gajah Taman Safari yang dikawal delapan orang pawang.
Penandatanganan Naskah Kerjasama
Selanjutnya ada panji – panji kerajaan,
Pasukan Kerajaan Pajajaran, raja daerah pembawa sekitar 30 dongdang
yang berisi hasil bumi. Sedangkan iring-iringan berikutnya menggambarkan
keragaman budaya saat ini.
Mengenai dikenakannya tiket masuk Rp20 ribu bagi warga yang akan menyaksikan pagelaran di KRB, Bagus menjelaskan, bahwa sebetulnya pihaknya ingin menggratiskan semua warga yang akan menyaksikan pagelaran budaya tersebut.
Namun, kata dia, karena kebijakan KRB yang membatasi pengunjung dengan alasan dikhwatirkan akan merusak tanaman dan pohon-pon langka di didalam KRB, maka pihaknya terpaksa menjual tiket kepada warga yang akan menyaksikan pagelaran didalam KRB. “ Yang jelas untuk karnaval budayanya gratis, karena digelar disepanjang jalan lingkar luar KRB, “ tukasnya. (eka)
Mengenai dikenakannya tiket masuk Rp20 ribu bagi warga yang akan menyaksikan pagelaran di KRB, Bagus menjelaskan, bahwa sebetulnya pihaknya ingin menggratiskan semua warga yang akan menyaksikan pagelaran budaya tersebut.
Namun, kata dia, karena kebijakan KRB yang membatasi pengunjung dengan alasan dikhwatirkan akan merusak tanaman dan pohon-pon langka di didalam KRB, maka pihaknya terpaksa menjual tiket kepada warga yang akan menyaksikan pagelaran didalam KRB. “ Yang jelas untuk karnaval budayanya gratis, karena digelar disepanjang jalan lingkar luar KRB, “ tukasnya. (eka)
Tidak ada komentar