header_ads

Bogor Culture Festival 2012, Seba Kuwerabakti

KOTA BOGOR - Guna menyukseskan  acara Bogor Culture Festival 2012, Seba Kuwerabakti yang akan digelar 2 Juni mendatang, PT. Graha Andrasentra Propetindo  salah satu pengembang Bogor Nirwana Residence (BNR)  memberikan bantuan dana sebesar Rp 100 juta kepada Panitia BCF 2012 Seba Kuwerabakti.

Pemberian bantuan dana sebesar Rp100 juta menyusul ditandatanganinya kerjasama antara PT Graha Andrasentra Propetindo dengan Panitia BCF 2012 Seba Kuwerabakti di Room UFO BNR, Senin (28/5/2005) petang. Naskah kerjasama ditandatangani oleh Chief Executive Officer PT Graha Andrasentra Propetindo  Darsono dan Ketua BCF 2012 Seba Kuwerabakti Bagus Karyanegara.

Corporate Publik Relation PT Graha Andrasentra Propetindo  Indah Novebrita mengatakan, suntikan dana sebesar Rp100 juta sebagai bentuk dukungan penuh  atas acara BCF 2012 Sebakuwerabakti. “ Ini merupakan kepedulian kami terhadap kemajuan pariwisata dan perekonomian Kota Bogor. Dukungan ini sesuai dengan program Corporate Social Responsibility (CSR) PT Graha Andrasentra Propetindo  dalam bidang seni dan budaya, “ ungkapnya.

Sementara itu Ketua Panitia BCF 2012 Seba Kuwerabakti Bagus Karyanegara mengatakan, acara BCF 2012 Seba Kuwerabakti yang pertama kalinya ini digelar untuk memeriahkan HJB ke 530.  “ Hingga kini persiapan menjelang perhelatan budaya tersebut sudah mencapai 90 persen, “ kata Bagus.

Bagus  menyebutkan, para pengisi acara kini sudah melakukan persiapan dan latihan di arena Kebun Raya Bogor.   “ Rencananya pada Kamis 30 Mei akan dilakukan gladi resik, “ ujarnya.

Ia menjelaskan,  Seba Kuwerabakti merupakan impresi budaya yang dikemas secara klasik. “Ini akan menjadi daya tarik para wisatawan yang datang ke Kota Bogor. Rencananya acara ini akan dihadiri perwakilan UNESCO dan sejumlah duta besar negara sahabat, “ ungkapnya.

Pagelaran Seba Kuwerabakti akan diawali karnaval dilingkar luar Kebun Raya Bogor, dengan mengambil start di depan Balaikota Bogor.  Iring-iringan karnaval diawali dua ekor gajah Taman Safari yang dikawal delapan  orang pawang. 

Penandatanganan Naskah Kerjasama 

Selanjutnya ada panji – panji kerajaan, Pasukan Kerajaan Pajajaran, raja daerah pembawa sekitar  30 dongdang yang berisi hasil bumi. Sedangkan iring-iringan berikutnya menggambarkan keragaman budaya  saat ini.

Mengenai dikenakannya tiket masuk Rp20 ribu  bagi warga yang akan menyaksikan pagelaran di KRB, Bagus menjelaskan, bahwa sebetulnya pihaknya ingin menggratiskan semua warga yang akan menyaksikan pagelaran budaya tersebut.

Namun, kata dia, karena kebijakan KRB  yang membatasi pengunjung dengan alasan dikhwatirkan akan merusak tanaman  dan pohon-pon  langka di  didalam KRB, maka pihaknya terpaksa menjual tiket kepada warga yang akan menyaksikan pagelaran didalam KRB. “ Yang jelas untuk karnaval budayanya gratis, karena digelar disepanjang jalan lingkar luar KRB,  “ tukasnya. (eka)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.