header_ads

Himbauan Gunakan Totopong Jelang HJB


KOTA BOGOR - Sedikitnya 100 orang dari berbagai komponen masyarakat mulai dari budayawan, seniman, pegawai negeri sipil, dan organisasi kemasyarakatan  meminta kepada Panitia Hari Jadi Bogor (HJB) ke 530 untuk mengeluarkan himbauan kepada instansi Pemerintah, BUMD, BUMN, TNI, Polri dan Swasta yang ada di Kota Bogor agar menjelang HJB mengenakan pakaian adat sunda.

Pakaian adat sunda dimaksud  mengenakan baju kampret dan celana pangsi lengkap menggunakan iket kepala (totopong) atau sekurang-kurangnya mengenakan iket kepala. Pernyataan dukungan dari berbagai kalangan masyarakat tersebut ditandatangani bersama, dan diserahkan kepada Ketua Panitia HJB ke 530 Arif Mustofa Budiyanto, di Balaikota Bogor, Selasa (15/5/2012).

Penyerahan dukungan mengenakan pakaian adat sunda tersebut dilakukan oleh tiga orang Seniman dan Budayawan Kota Bogor yakni  Dadang HP, Eman Sulaeman, dan Deddy Roamer.  Selain menerima pernyataan dukungan mengenakan pakaian adat sunda, Arif mererima totopong. 

Uniknya lagi saat menyerahkan totopong kepada Arif Mustofa, Budayawan Eman Sulaeman secara spontan mengucapkan “Rajah” atau pantun bertuah berbasa sunda. “Geus dipaheutkeun  kunu nganteur tidituna yen kami bakal ngajegangan hiji mandala dina mangsa yen kami ngajelaskeun taruna pulung palebah ciliwung, turuna pulang palebah galunggung,...he urang pajajaran, “ ucap Eman.

Eman menjelaskan rajah atau pantun bertuah  hanya sebatas nasihat atau pituduh (petuah-red) untuk para turunan Pajajaran termasuk warga dan para petinggi Bogor,  “  Jadi ini hanya sebatas nasihat orang sunda, “ imbuhnya.

Mengenai penggunaan pakaian adat sunda, Dandang HP mengakui, setiap memperingati HJB kurang dirasakan masyarakat Bogor, dan hanya sebatas diperingati dilingkungan Pemerintah Kota dan Kabupaten Bogor.  “Mungkin salah satu penyebabnya kegiatan HJB tidak mempunyai tanda/ciri  khusus bahwa masyarakat Bogor sedang memperingati hari  jadinya, “ papar Dadang.

Diakui Dadang, memang setiap peringatan HJB dalam sidang paripurna khusus sudah rutin mengenakan pakaian adat sunda, Tapi itu sebatas dilingkungan pejabat dan anggota DPRD, dan belum menyentuh lebih luas lagi termasuk masyarakat.

Oleh karena itu, kata  Dadang, pihaknya mencoba dalam HJB kali ini harus berbeda dengan tahun- tahun sebelumnya. “Kami mengusulkan kepada Panitia HJB agar penggunaan pakaian adat sunda diperluas lagi. Kita mengusulkan seminggu sebelum HJB bisa mengenakan  pakaian adat sunda minimal mengenakan iket kepala, “ ungkapnya.

Menanggapi usulan ini, Arif Mustofa Budiyanto yang juga Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kota Bogor menyatakan, pihaknya siap merespon keinginan dari komponen masyarakat tersebut. “ Kita akan sampaikan kepada Bapak Walikota dan segera kita buatkan surat himbauannya, “tukasnya. (als)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.