Rekor MURI Sanggar Seni Getar Pakuan Ke-20
KOTA BOGOR - Peringatan
20 tahun Sanggar Seni Getar Pakuan Kota Bogor di Gedung Kemuning Gading
Bogor berlangsung meriah. Selama dua malam Sabtu-Minggu (26-27/5/2012)
digelar pentas seni.
Sanggar Seni Getar Pakuan Kota Bogor yang beralamat di Gedung Kemuning Gading Jalan Kapten Muslihat No : 12 Bogor Tengah kini telah berusia 20 tahun. Sanggar digagas semasa Walikotamadya Bogor Suratman ini sudah melahirkan ratusan seniman, bahkan alumni dari Sanggar Seni Getar Pakuan sudah banyak yang mendirikan sanggar-sanggar seni ditempat lain.
Ide pendiriannya berawal dari keinginan wadah berkesenian bagi putra –putri anggota Korpri di Kota Bogor. Seiring dengan perjalannya waktu, pembinaan yang semula diperuntukan bagi putera-puteri Korpri bergeser karena minat dan animo yang luar biasa dari masyarakat Bogor bahkan dari luar Bogor seperti Sukabumi, Tangerang, Karawang dan Jakarta.
Sehingga mulai tahun 1994 Sanggar Seni Getar Pakuan tidak hanya membina putra – putri anggota Korpri namun juga membuka kesempatan dari masyarakat luar melalui pelatihan tari dan karawitan.
Jenjen Juansyah mengatakan, pembentukan Sangar Seni Getar Pakuan berdasarkan Surat Keputusan Pengurus Korpri unit pemerintah Kota Bogor nomor: 01/UKP/SK/IV/92 yang dalam kegiatannya Walikota dan Sekda Kota Bogor sebagai pelindung.
Dalam posisinya sebagai sanggar pendidikan, sejauh ini tercatat ada sekitar 800 siswa meliputi siswa kelas tari Jaipongan, tari klasik, Bina Vokal dan Karawitan.
“Sanggar Seni Getar Pakuan berbeda dengan sanggar seni lainnya yang ada di Bogor. Kalau sanggar lain lebih mengutamakan ke panggung. Maka, Sanggar Seni Getar Pakuan lebih berfokus kepada pendidikan, “tutur Jenjen.(chris)
Malam pertama pementasan Rianita Iskandar Siswi SMK Tridharma 4 yang berhasil memecahkan rekor
Museum Indonesia (MURI) dengan menabuh drum 20 jam non stop juga
dimeriahkan tarian kolosal yang melibatkan 800 penari.
Sedangkan malam kedua dipersembahkan
tarian Jaipong yang melibatkan 9 Koreografer se Jawa Barat. Acara yang
dikemas dengan nama Laung Motekar ini melibatkan para seniman sunda se
Jawa Barat.
Pentas Seni yang dikaitkan dengan peringatan Hari Jadi Bogor (HJB) ke 530 dibuka Walikota Bogor Diani Budiarto, dihadiri jajaran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Barat, Ketua Dewan Kesenian dan Kebudayaan Kota Bogor Sambas Bratasondjaja, para seniman dan budayawan Kota Bogor.
Dalam pagelaran tersebut Sanggar Seni Getar Pakuan juga memberikan Award kepada para pendirinya. Mereka yang menerima Award antara lain Walikota Bogor Diani Budiarto, dan Kepala Bagian Humas Sekretariat Daerah Kota Bogor Asep Firdaus.
“ Pak Diani, dan Pak Asep adalah pendiri Sangar Seni Getar Pakuan, “ kata Jenjen Juansyah pimpinan Sanggar Seni Getar Pakuan.
Pentas Seni yang dikaitkan dengan peringatan Hari Jadi Bogor (HJB) ke 530 dibuka Walikota Bogor Diani Budiarto, dihadiri jajaran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Barat, Ketua Dewan Kesenian dan Kebudayaan Kota Bogor Sambas Bratasondjaja, para seniman dan budayawan Kota Bogor.
Dalam pagelaran tersebut Sanggar Seni Getar Pakuan juga memberikan Award kepada para pendirinya. Mereka yang menerima Award antara lain Walikota Bogor Diani Budiarto, dan Kepala Bagian Humas Sekretariat Daerah Kota Bogor Asep Firdaus.
“ Pak Diani, dan Pak Asep adalah pendiri Sangar Seni Getar Pakuan, “ kata Jenjen Juansyah pimpinan Sanggar Seni Getar Pakuan.
Sekilas Sanggar Getar Pakuan
Sanggar Seni Getar Pakuan Kota Bogor yang beralamat di Gedung Kemuning Gading Jalan Kapten Muslihat No : 12 Bogor Tengah kini telah berusia 20 tahun. Sanggar digagas semasa Walikotamadya Bogor Suratman ini sudah melahirkan ratusan seniman, bahkan alumni dari Sanggar Seni Getar Pakuan sudah banyak yang mendirikan sanggar-sanggar seni ditempat lain.
Ide pendiriannya berawal dari keinginan wadah berkesenian bagi putra –putri anggota Korpri di Kota Bogor. Seiring dengan perjalannya waktu, pembinaan yang semula diperuntukan bagi putera-puteri Korpri bergeser karena minat dan animo yang luar biasa dari masyarakat Bogor bahkan dari luar Bogor seperti Sukabumi, Tangerang, Karawang dan Jakarta.
Sehingga mulai tahun 1994 Sanggar Seni Getar Pakuan tidak hanya membina putra – putri anggota Korpri namun juga membuka kesempatan dari masyarakat luar melalui pelatihan tari dan karawitan.
Jenjen Juansyah mengatakan, pembentukan Sangar Seni Getar Pakuan berdasarkan Surat Keputusan Pengurus Korpri unit pemerintah Kota Bogor nomor: 01/UKP/SK/IV/92 yang dalam kegiatannya Walikota dan Sekda Kota Bogor sebagai pelindung.
Dalam posisinya sebagai sanggar pendidikan, sejauh ini tercatat ada sekitar 800 siswa meliputi siswa kelas tari Jaipongan, tari klasik, Bina Vokal dan Karawitan.
“Sanggar Seni Getar Pakuan berbeda dengan sanggar seni lainnya yang ada di Bogor. Kalau sanggar lain lebih mengutamakan ke panggung. Maka, Sanggar Seni Getar Pakuan lebih berfokus kepada pendidikan, “tutur Jenjen.(chris)

Tidak ada komentar