Jumlah Pengangguran Kian Meningkat
CIBINONG - Kendati di Kabupaten Bogor ini terdapat banyak industri. Namun, angka pengangguran tiap tahunnya kian meningkat.
Berdasarkan data Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi setempat hingga September 2012 ini tercatat jumlah pengangguran mencapai angka 181.880 orang.
Disososnakertrans sendiri mengaku telah melakukan berbagai upaya untuk menekan angka pengangguran ini. Sebab, mayoritas dari angka tersebut adalah kelompok usia produktif.
"Kami juga memberikan pemberdayaan bimbingan usaha ekonomi produktif untuk panti sosial se Kabupaten Bogor. "kata Kasubag Program dan Pelaporan, Dinas Sosial Tenaga Kerja Pemkab Bogor Nina Yulianti.
Ia mengungkapkan upaya untuk menekan angka pengangguran di Kabupaten Bogor tak mudah seperti membalikan telapak tangan perlu adanya kerjasam semua pihak, baik pemerintah maupun para pelaku usaha. Selain itu, mereka pun harus bersaing dengan para pencari kerja dari daerah luar, yang mungkin pendidikanny lebih tinggi.
"Untuk itu, sesekali kami mengadakan workshop dengan melibatkan beberapa perusahaan baik dari Kabupaten Bogor maupun dari luar untuk menyalurkan tenaga kerja ke perusahaan yang berada diluar daerah kami," katanya.
Ketika ditanya kenapa angka pemngangguran ini selalu naik tiap tahunnya, ia menjelaskan karena kebanyakan dari mereka ini tak mampu bersaing untuk menangkap peluang kerja. Sebab kebanyakan dari mereka ini khususnya warga asli pribumi berpendidikan rata-rata hanya tamatan SMP. Padahal untuk bersaing dibutuhkan pendidikan tinggi menimal SMA/SMK.
Makanya agar mereka ini bisa terserap dunia industri, pihaknya lewat BLK (Balai Latihan Kerja) memberikan kursus atau pelatuhan. "Dengan bekal itu lah diharapkan mereka bisa bekerja bahkan mampu menciptakan lapangan pekerjaan sendiri," ujarnya.
Dia menambahkan, untuk 2012, penyerapan tenaga kerja belum maksimal, karena angka pengangguran di Kabupaten Bogor sangat mencengangka. Oleh karena itu, Dinsosnakertran menjalin kerjasama dengan beberapa perusahaan baik yang bergelut dibidang garmen, maupun yang lainnya.
"Namun, semua itu tidak akan terwujud tanpa adanya ke sedaranan dari wargabya sendiri," ujarnya. (ice)



Tidak ada komentar