header_ads

Kendaraan Operasional BPBD Belum Memadai


CIBINONG - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor mendistribusikan bantuan tanggap darurat kepada masyarakat yang menjadi korban bencana.

"Bantuan tanggap darurat siap kirimkan untuk para korban bencana. Bantuan ini bersifat sementara, sebagai wujud perhatian sosial," ungkap Kepala Seksi Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Budi Aksono, kepada BeritaBogor, Jum'at (19/10/2012)

Dia mengatakan pihaknya akan bekerjasama dengan seluruh pihak di kecamatan untuk melakukan pendataan, dimaksudkan agar bantuan tanggap darurat dapat tersalurkan berupa logistik dan melakukan evakuasi untuk korban.

"Langkah yang kami lakukan melalui pendataan dan memantau apa saja yang dibutuhkan para korban, lalu mendistribusikannya," katanya.


Badan yang belum genap dua tahun berdiri ini memiliki ratusan personil yang tersebar di setiap Kecamatan rawan Bencana. Diantaranya, Tim Reaksi Cepat BPBD meliputi 100 personil yang siap siaga, setiap harinya petugas piket sebanyak 15 petugas dan 14 personil Pemadam Kebakaran.

"Mereka diberikan pendidikan dan pelatihan ditingkat kecamatan dan Kelurahan/Desa sebagai Satgas terdepan dalam penanganan dini yang siap siaga 24 jam di masing - masing wilayahnya," tambahnya.

Pihaknya juga melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait kewaspadaan terhadap terjadinya bencana dan partisipasi masyarakat dalam menangani bencana yang mengedepankan program penanggulangan dan pencegahan bencana melalui quick time respons.



Sarana Prasarana

Saat disinggung mengenai kendala selama menanggulangi bencana, dirinya menuturkan BPBD Kabupaten Bogor masih membutuhkan kendaraan operasional yang memadai agar bantuan lebih cepat tersalurkan.


Mengingat, wilayah Kabupaten memiliki 40 Kecamatan yang jaraknya satu sama lain berjauhan, yakni 97 Desa dikategorikan wilayah rawan bencana.
Wilayah Kecamatan yang dikategorikan rawan bencana meliputi, Jonggol, Babakan Madang, Caringin, Ciseeng, Ciampea, Cibungbulang, Cigudeg, Tenjo, Parung Panjang, Jasinga, Leuwisadeng, Rumpin, Gunung Sindur, Tanjungsari, Pamijahan.

"Disaat kondisi darurat, seperti gempa di Pamijahan maupun puting beliung di Ciseeng yang terjadi belum lama ini, harus menerjunkan kendaraan operasional yang ada," ungkap pria yang merangkap sebagai Koordinator Tim Reaksi Cepat BPBD Kabupaten Bogor.


Bulan Februari 2012 lalu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kabupaten Bogor mendapat bantuan kendaraan operasional dari BPBD Jabar untuk mendukung upaya penanggulangan bencana yang bisa terjadi setiap saat.

Bantuan tersebut berupa satu unit mobil rescue, dua motor trail, dua buah chainchaw, satu set mesin potong baja, water treatment, tenda, dan peralatan lainnya yang memadai didatangkan pusat untuk membantu proses di lapangan. (als)








Editor: Alsabili
Email: beritabogor2002@ gmail.com



Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.