Silaturahmi Akbar Perempuan Kabupaten Bogor
CIBINONG - Bupati Bogor Rachmat Yasin berjanji untuk membangun Geraha Perempuan di Kabupaten Bogor dan menggelar silaturahmi akbar kaum perempuan yang yang berpartisipasi aktif dalam pembangunan Kabupaten Bogor di Sentul International Conventions Center (SICC).
Hal ini dikatakannya di depan kader Kaukus Perempuan Politik Indonesia (KPPI) Kabupaten Bogor saat membuka kegiatan sosialisasi Undang-Undang Politik dan Undang-Undang Pemilihan Umum di Hotel Cibinong 2, (6/11/2012).
“Saya akan bangun Graha Perempuan tahun depan di sebelah Pus Dai Kabupaten Bogor, dengan lahan parkir yang bisa menampung 3000 kendaraan. Gedung ini semata-mata saya berikan untuk memfasilitasi kaum perempuan dalam kegiatannya membangun Kabupaten Bogor.
Kemudian mari kita buat silaturahmi akbar perempuan, aktifis perempuan, kalau jumlah nya banyak kita bisa gunakan SICC untuk memunculkan apa maunya perempuan Kabupaten Bogor”, tandas Bupati.
Mengenai kegiatan sosialisasi yang diselenggarakan KPPI, Bupati menanggapi, sosialisasi ini diharapkan bukan hanya menyangkut uu politik dan pilgub. Tetapi bagaimana kita mencoba membalikan dunia ini, sehingga perempuan jadi subjek politik bukan jadi objek politik lagi. Perempuan harus meningkatkan derajatnya, perempuan harus meningkatkan posisinya di bidang politik.
“Di DPRD hanya ada 8 perempuan, hal ini dianggap belum mampu membuat regulasi berpihak kepada hak inisiatif kesetaraan jender. Kedepan sebaiknya dari tiga calon legislatif yang diusung partai, salah satunya perempuan harus maju. Perempuan dianggap paling konsisten, sekali ia menentukan pilihan sedikitpun ia tidak akan berubah”, jelas dia.
Jadi yang harus disosialisasikan, lanjut Bupati Bogor, guna mewujudkan perempuan sadar politik. Bisa saja perempuan Kabupaten Bogor undang para calon gubernur dan presentasikan di depan para perempuan Kabupaten Bogor apakah visi misinya akan bisa diterima perempuan, perempuanlah yang menentukan.
Dilokasi yang sama, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bogor Achmad Fauzi menerangkan, dengan kegiatan ini diharapkan sebagai perempuan tidak tabu dengan politik dan menguasai uu yang berlaku untuk pemilu. Jumah pemilih perempuan di kKabupaten Bogor mencapai 50 persen lebih, catatan kami tingkat partisipasi perempuan sangat tingg,i maka kegiatan ini sangat strategis.
“Jadi bagaimana kita mendorong partisipasi perempuan pada pemilukada mendatang. Kegiatan ini bukan cuma sosialisasi UU Politik dan Pemilu, tetapi juga meningkatkan kesadaran politik di kalangan perempuan. Kedepan KPPI dapat melakukan pengayaan program untuk mewujudkan perempuan sadar politik”, terang Achmad. (rido/ice)
Tidak ada komentar