header_ads

Disnakkan Upayakan Permodalan Dan Pemasaran Budidaya Ikan


CIBINONG - Sejumlah kelompok budidaya Perikanan di kawasan Minapolis Kabupaten Bogor masih menghadapi permasalahan kualitas induk yang tidak stabil maupun harga pakan yang relatif mahal.

Tak hanya itu, sejumlah pembudidaya masih mengeluhkan kurangnya pengetahuan sumberdaya manusia khususnya terkait penanganan terhadap penyakit, kualitas dan kuantitas benih yang tidak stabil, harga jual  (pasar) cukup fluktuatif.

Dalam dialog interaktif Teman Radio, Rabu (5/12/2012) sore, Kepala Dinas Peternakan Dan Perikanan Kabupaten Bogor, drh.H.Soetrisno,MM mengutarakan sejak 2010 silam Pemerintah Kabupaten Bogor telah menggulirkan program penyediaan induk unggul (Bank Induk), perbaikan dan standardisasi teknologi budidaya (GAP) untuk Peningkatan kualitas produk yang bebas anti biotik, bebas bau  lumpur, tidak menggunakan pakan limbah dengan aplikasi Probiotik, produksi pakan suplemen dari bahan baku lokal untuk pengganti pakan limbah, pusat.


"Termasuk Informasi dan Pengembangan Tekonologi Budidaya dan pemasaran (R&D), pendirian laboratorium lapang (kualitas air dan penyakit) dan peningkatan Kualitas SDM serta pusat pelatihan," urainya.

Menurut Soetrisno, permasalahan permodalan dan pemasaran sudah difasilitasi UPP (Usaha Pengembangan Perikanan) di Ciseeng.

"Saat ini pihak kami secara terus menerus mengupayakan komunikasi dengan para buyer dengan para kelompok budidaya agar pemasaran hasil produksi dapat lebih optimal meningkatkan kesejahteraan keluarga pembudidaya," tambahnya.

Pihak Disnakkan Kabupaten Bogor, lanjutnya, telah menerapkan Strategi dan Program Pengembangan Budidaya Ikan. Strategi yang dilakukan menyangkut Peningkatan daya saing produk budidaya  melalui peningkatan produktivitas dan efisiensi serta peningkatan kualitas produk budidaya.

Hal ini merupakan komitmen Kelembagaan Pengembangan Minapolitan Budidaya Kabupaten Bogor yang mengedepankan Visi "Terwujudnya Kawasan Minapolitan Sebagai Pusat Pengembangan Kegiatan Perikanan Budidaya dan Pengolahan Produk Perikanan Yang Berdaya Saing Tinggi, Efisien dan Berkualitas Untuk Kesejahteraan Masyarakat".

Sementara, Anggota DPRD Komisi B, Tohawi, menegaskan perlunya pendampingan bagi para kelompok budidaya, mulai dari pelatihan, daya dukung peralatan agar terjadi peningkatan produksi ikan berkualitas yang bisa dipasarkan dan menguntungkan bagi pembudidaya.

"Bupati Bogor memiliki komitmen untuk merealisasikan kesejahteraan masyarakat di kawasan Minapolis melalui program - program Minapolitan, maka perlu adanya peningkatan daya dukung sarana dan prasarana yang lebih memadai," tegas Tohawi saat interaktif dipandu penyiar Teman Radio, Sabar Pribadi dan Messy.

Tohawi berharap program Minapolitan dapat lebih membawa manfaat bagi masyarakat Kabupaten Bogor, dan peningkatan produksi hasil budidaya warga Gunungsindur, Ciseeng, Parung dan Kemang. (als)

Teman Radio 93 FM




Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.