header_ads

Karyawan Faturahman Ajak Warga Optimalkan Potensi Wilayah


TENJOLAYA - Peningkatan kesejahteraan masyarakat pedesaan dapat  dilakukan melalui pengelolaan potensi kewilayahan berbasis masyarakat. Bukan hanya sumber daya alam yang berada diperut bumi yang dapat dikelola, melainkan potensi sejarah maupun wisata alam.

Wakil Bupati Bogor Karyawan Faturachman fokuskan masalah ekonomi kerakyatan yang bisa diciptakan, dengan memanfaatkan potensi wisata di setiap desa, pada Jumat keliling (Jumling di Masjid Baitul Makmur, Desa Gunung Malang, Kecamatan Tenjolaya (7/12/2012).

Menurutnya ekonomi kerakyatan bisa tercipta dengan memanfaatkan sumber daya alam di sekeliling kita, contohnya adalah situs cagar budaya.

“Beberapa waktu yang lalu, saya melakukan kerja bakti bersama warga membangun jalan menuju Desa Cibalay, Kecamatan Tenjolaya. Di sana terdapat situs cagar budaya, tempat itu bukan tempat pemujaan atau tempat pamentaan. Kalaupun ada yang ingin berkunjung kesana hanya sebatas wisata budaya bukan untuk wisata religi.

Kemudian akan datang peneliti dari Badan Arkeolog Bandung yang akan mendeteksi keberadaan situs ini”, terangnya.

Artinya, lanjutnya kepada warga, kedepan kita berharap tempat ini akan menjadi daerah wisata. Kalau sudah menjadi tempat wisata, kita akan kedatangan banyak tamu wisatawan. Dari sinilah potensi ekonomi kerakyatan itu akan timbul. Warga di sini bisa memanfaatkan tamu wisatawan yang datang sebagai sumber ekonomi seperti berjualan atau yang lainnya. Satu hal, ditengah keterpurukan Indonesia di bidang politik, ekonomi, sosial, dan keamanan, hanya satu yang dapat membawa kita bangkit dari kondisi keterpurukan ini, yakni budaya.

“Mari kita persiapkan diri kita, khususnya pemuda di sini. Kita bersiap menerima tamu wisatawan yang berkunjung ke tempat kita, dan kita pun siap bangkit dan berdaulat. Jangan sampai kita hanya jadi penonton saja, kita harus menjadi pelaku ekonomi kerakyatan. Kita bisa ciptakan kekhasan lokal atau oleh-oleh seperti kaos yang bergambar tempat wisata. Atau kita manfaatkan sumber daya alam di sekeliling kita dengan membuat makanan khas atau minuman khas. Kita bekali kaum pemuda dengan kemampuan, apakah itu kemampuan menjahit, sablon, atau kemampuan lainnya”, jelas Wabup KF.

Usai berdiskusi, kegiatan dilanjukan dengan pemberian bantuan keagamaan berupa dana sebesar 25 juta rupiah, kemudaian secara pribadi Wabup KF juga memeberikan bantuan sarung kain untuk para jamaah haji dan bantuan untuk pembayaran listrik masjid per bulannya. Kemudian seperti biasanya acara Jumling diakhiri dengan ramah tamah dan makan prasmanan bersama warga sekitar.(Rido/Ice)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.