Puluhan Wanita Malam Terjaring Petugas
CILEUNGSI - Lagi, 13 wanita dan 11 orang diantaranya diduga Pekerja Seks Komersial (PSK) terjaring operasi gabungan saat menjajakan diri di kawasan Limusnunggal, Cileungsi.
Razia ini dilakukan di tiga titik yakni Kecamatan Cileungsi, Kecamatan Megamendung, dan Kecamatan Ciawi pada Sabtu dini hari (29/12/2012), dengan menggandeng anggota TNI dan Polres Bogor, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bogor.
Kepala Sesi Pemulihan Sosial Dinas Sosial Kabupaten Bogor, Sri Mulyani mengatakan, mereka yang terjaring akan didata lebih lanjut. Mereka yang terbukti PSK akan kita bawa ke Panti Sosial di Pasar Rebo, Jakarta Timur. Sementara mereka yang tidak terbukti tetap didata dan dipulangkan kepada keluarganya masing-masing.
“Mereka yang dibawa ke Pasar Rebo akan kami bina selama enam bulan. Selama pembinaan mereka akan diberikan keahlian khusus, harapannya mereka tidak kembali ke dunia prostitusi, pulang kampung atau membuka usaha halal dengan keahliannya”, jelas Sri Mulyani.
Razia ini dilakukan di tiga titik, sasarannya adalah Hotel Budi Luhur I, Megamendung, kawasan Limus Nunggal, Cileungsi, Hotel Galuh Ciawi, dan Pasar Ciawi. Pada razia tersebut, ditemukan juga ganja tak bertuan di halaman hotel. Diduga ganja siap pakai itu sengaja dibuang pemiliknya saat tau ada razia. (Wd)
Sementara Kepala Bidang Dal Ops Satpol PP, Nangrang Supriadi mengatakan, kegiatan ini dilakukan untuk menertiban PSK, sesuai program Satpol PP dan merupakan jabaran dari program Bupati Bogor yang merupakan jabaran program Gubernur JawaBarat (Jabar) bahwa Jabar tahun 2014 harus bebas penyandang masalah kesejahteraan sosial.
“Razia gabungan ini kebetulan juga mendekati tahun baru. Mudah-mudahan bisa memberikan manfaat kepada masyarakat, terutama membasmi penyakit masyarakat yang meresahkan. Yang tertangkap kita data apakah mereka pemain lama atau baru. Nanti akan diidentifikasi oleh Dinas Sosial, jika betul mereka PSK akan kita kirim ke Panti Sosial di Pasar Rebo”, terangnya.
Saat razia berlangsung seorang wanita diamankan karena tak bisa menunjukan surat nikah saat berada di kamar hotel di daerah Ciawi bersama lelaki hidung belang. Sementara dua lainnya yang mengaku berasal dari Lampung dan hendak liburan tahun baru, diamankan di kamar hotel daerah Megamendung bersama satu teman laki-lakinya karena tidak memiliki KTP.
Guna pendataan lebih lanjut semua yang terjaring dalam razia ini dibawa ke markas Satpol PP di Cibinong. Mereka yang tidak terbukti PSK didata dan menandatangani surat pernyataan untuk selanjutnya dibebaskan. Mereka yang terbukti PSK akan dibawah ke Panti Sosial di Pasar Rebo JakartaSelatan untuk diberikan pembinaan dan pelatihan keterampilan. (cj)
Editor: Alsabili
Email: beritabogor@ gmail.com
Razia ini dilakukan di tiga titik yakni Kecamatan Cileungsi, Kecamatan Megamendung, dan Kecamatan Ciawi pada Sabtu dini hari (29/12/2012), dengan menggandeng anggota TNI dan Polres Bogor, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bogor.
Kepala Sesi Pemulihan Sosial Dinas Sosial Kabupaten Bogor, Sri Mulyani mengatakan, mereka yang terjaring akan didata lebih lanjut. Mereka yang terbukti PSK akan kita bawa ke Panti Sosial di Pasar Rebo, Jakarta Timur. Sementara mereka yang tidak terbukti tetap didata dan dipulangkan kepada keluarganya masing-masing.
“Mereka yang dibawa ke Pasar Rebo akan kami bina selama enam bulan. Selama pembinaan mereka akan diberikan keahlian khusus, harapannya mereka tidak kembali ke dunia prostitusi, pulang kampung atau membuka usaha halal dengan keahliannya”, jelas Sri Mulyani.
Razia ini dilakukan di tiga titik, sasarannya adalah Hotel Budi Luhur I, Megamendung, kawasan Limus Nunggal, Cileungsi, Hotel Galuh Ciawi, dan Pasar Ciawi. Pada razia tersebut, ditemukan juga ganja tak bertuan di halaman hotel. Diduga ganja siap pakai itu sengaja dibuang pemiliknya saat tau ada razia. (Wd)
Sementara Kepala Bidang Dal Ops Satpol PP, Nangrang Supriadi mengatakan, kegiatan ini dilakukan untuk menertiban PSK, sesuai program Satpol PP dan merupakan jabaran dari program Bupati Bogor yang merupakan jabaran program Gubernur JawaBarat (Jabar) bahwa Jabar tahun 2014 harus bebas penyandang masalah kesejahteraan sosial.

Saat razia berlangsung seorang wanita diamankan karena tak bisa menunjukan surat nikah saat berada di kamar hotel di daerah Ciawi bersama lelaki hidung belang. Sementara dua lainnya yang mengaku berasal dari Lampung dan hendak liburan tahun baru, diamankan di kamar hotel daerah Megamendung bersama satu teman laki-lakinya karena tidak memiliki KTP.
Guna pendataan lebih lanjut semua yang terjaring dalam razia ini dibawa ke markas Satpol PP di Cibinong. Mereka yang tidak terbukti PSK didata dan menandatangani surat pernyataan untuk selanjutnya dibebaskan. Mereka yang terbukti PSK akan dibawah ke Panti Sosial di Pasar Rebo JakartaSelatan untuk diberikan pembinaan dan pelatihan keterampilan. (cj)
Editor: Alsabili
Email: beritabogor@ gmail.com
Tidak ada komentar