header_ads

Atap Gedung Ambruk Belasan Siswa Luka Parah


SUKAJAYA - Kegiatan belajar mengajar di SDN 01 Banar Desa Harkat Jaya, Kecamatan Sukajaya, berubah menjadi isak tangis. Pasalnya, atap sekolah mendadak ambruk menimpa siswa yang tengah belajar. 

Sedikitnya 18 siswa Kelas 4, 5 dan 6 mengalami luka-luka tertimpa reruntuhan atap. Mereka dilarikan ke Puskesmas Sukajaya. Dari jumlah itu enam siswa mengalami luka berat, namun siangnya sudah diperbolehkan pulang. 

Atap gedung sekolah itu ambruk dan menimpa para siswa yang sedang mengikti KBM, Selasa (8/1/2013). “Kebanyakan mereka mengalami di bagian kepala lantaran terkena baja atap dan reruntuhan enternit,” terang Humas Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor, Rony Kusmaya. 

Menurutnya, kejadian sekitar pukul 08.20 Wib  saat para murid sedang mengikuti KBM mendadak atap sekolah di ruang kelas 4, 5 dan 6 ambruk. Seketika para siswa menjerit histeris. Sebagian kepala siswa tertimpa reruntuan enternit. Lainnya tertimpa reruntuan baja ringan penyangga enternit. 

Dia menduga ambruknya atap SD ini lantaran rangka baja penyangga enternit rapuh tak kuat menahan beban enternit. Pihaknya bersama Badan Penanggulangan Bencana Dearah Kabupaten Bogor sedang mendata dan mencari penyebab robohnya atap gedung ini. 

Guru SDN Banar Desa Harkat Jaya, Taufik mengatakan, atap roboh ini terjadi di ruang Kelas 4,5, dan 6 serta ruang guru. 

“Sekolah ini baru direnovasi 2008 lalu, namun kami menduga rangka baja penahan enternit tak kuat sehingga ambruk, sebab tidak ada angin. Cuma hujan gerimis, semuanya yang tecata sekitar 21 orang termasuk luka lecet dan pingsan, bukan 18 siswa. Tapi semuanya diperbolehkan pulang setelah mendapat pengobatan,” jelas Taufik. 

Kepala Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Bogor, Yous Sudrajat, mencatat 17 orang luka ringan dan 3 mengalami luka berat.

“Korban yang mengalami luka ringan sudah diperbolehkan pulang, sedangkan 3 luka berat masih dalam perawatan di Puskesmas setempat,penyembabnya belum diketahui, mungkin nanti dinas terkait akan menyelidikinya. Hingga saat ini diduga karena cuaca atau bisa juga disebabkan kontruksi bangunan yang kurang kuat,” terangnya. (iwan) 






Editor: Alsabili
Emai: beritabogor2002@ gmail.com





Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.