Festival Dongdang Akan Dijadikan Ikon?
“Selain untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad S.A.W, Festival Dondang akan dijadikan ikon wisata Kabupaten Bogor,” katanya Bupati Bogor Rahmat Yasin, Sabtu (26/12013).
Terkait adanya kritikan dari sejumlah pihak terkait perayaan festival dongdang yang dinilai hanya memboroskan anggaran APBD Kabupaten Bogor, dirinya dengan tegas menampiknya.
“Festival ini bukanlah untuk menghambur – hamburkan anggaran APBD Kabupaten Bogor, selain sebagai ikon wisata festival dongdang ini juga merupakan sebuah perayaan yang difasilitasi oleh Pemerintah Kabupaten Bogor untuk dijadikan festival kebanggaan masyarakat Kabupaten Bogor,” paparnya.
Menurutnya, Pemkab Bogor menggelar Festival dongdang selama ini karena telah mendapat persetujuan dari DPRD Kabupaten Bogor. “Kami tidak akan mungkin menyelenggarakan festival dongdang jika tanpa persetujuan dari DPRD Kabupaten Bogor,” tandasnya.
Bupati meminta semua pihak untuk turut mensukseskan festival dongdang yang akan diselenggarakan pada tanggal 9 Maret mendatang. “Karena ini acara dari kita dan untuk kita, maka saya minta semua pihak dapat turut serta mensukseskan festival tersebut,” tutupnya.
Terpisah, Budayawan Puncak Sunyoto berseloroh enteng menyikapi usulan Bupati Bogor yang akan menjadikan Festival Dondang sebagai Ikon Kabupaten Bogor.
Hal ini terkesan penyataan Bupati tidak jelas arahnya, lanjut dia, apakah yang akan dipermanenkan itu budayanya atau festivalnya?. Jangan-jangan malah berbuntut proyek penyelenggaraannya yang setiap tahun menghabiskan uang APBD yang tak sedikit.
Budaya sunda itu banyak yang bisa dijadikan Ikon, lanjutnya, seperti Kota Bogor yang menetapkan Kujang sebagai Ikon. Bukan hanya Dongdang, sebab ada Angklung, Karinding, Batu Tulis, Prasasti Tapak Gajah, Totopong, Batik, Kecapi, Suling, Degung, Rampak, dan sangat kaya budaya Sunda itu.
"Seharusnya, kumpulkan dahulu para sepuh yang benar - benar sepuh dan budayawan yang benar - benar konsisten kecintaan terhadap budaya untuk membicarakan Ikon yang layak. "Bupati bukan budayawan, jadi mungkin saja dia salah memperoleh masukan atau ada unsur lain dibalik itu, atau mungkin Bupati tidak paham budaya Sunda," tambahnya. (ice)
Editor: Michelle
Email: beritabogor2002@ gmail.com

Tidak ada komentar