header_ads

Kisah Dahlan Iskan Dibalik Kecelakaan Mobil Listrik


Dahlan Iskan dalam pengakuannya menuturkan prosesi ritual tolak bala dengan siraman mobil listrik Ferrari Tucuxi miliknya sebelum peristiwa kecelakaan terjadi.

Menurutnya, di daerah asalnya yakni Magetan, tradisi tolak bala lazim dilakukan. "Memang perlu adanya upacara Tolak Bala ini agar tidak ada fitnah," imbuhnya. 


Dirinya memutuskan untuk mengundang Ki Manteb dan menggelar upacara Tolak Bala tersebut di Solo.

Upacara Tolak Bala terbilang unik bagi Dahlan. Pasalnya, mobil listrik yang canggih itu diruwat dengan cara-cara yang sangat tradisional diawali dengan permainan penggalan lakon pewayangan oleh Ki Manteb Sudarsono tepat di depan mobil sport tersebut. 


Mobil supercanggih tersebut disiram dengan air kembang tepat pada pukul 13.11 WIB bertempat di halaman kantor Radar Solo di Jalan Kebangkitan Nasional.

"Upacara jam satu lebih sebelas menit. Jadi satu, satu, satu. Harapannya mobil ini jadi yang nomor satu," tuturnya.

Dirinya berharap dengan upacara itu diharapkan mobil listrik ini bisa terhindar dari segala bahaya, bala dan fitnah dari manapun.


"Sesuai hitungan Tahun Soko, jam tersebut adalah waktu yang paling tepat untuk upacara Murwat Kolo. Air yang digunakan untuk menyiram mobil tersebut diambil dari empat sumber air alam di empat penjuru mata angin di Kota Solo," tambahnya.


Sengaja tabrak tebing
Usai melakukan ruwatan itu, Dahlan Iskan menguji kekuatan mobil tersebut melintasi medan berat di kawasan pegunungan Lawu melewati rute Tawangmangu di ketinggian 1.305 di atas permukaan laut. 


Saat mobil akan melewati kawasan Sarangan, ternyata rem mulai tak berfungsi sehingga kecelakaan tak terhindarkan di Desa Ngerong Magetan, Jawa Timur itu. Namun, jiwa Dahlan Iskan selamat dari insiden tersebut.

Kabag Humas dan Protokoler Kementrian BUMN, Faisal Halimi membenarkan kronologi kecelakaan itu. Usai upacara ruwatan di Solo, siang itu, Dahlan melajukan kendaraan menuju Magetan. 


Saat menuju Tawang Mangu, mobil Tuxuci mampu melewati tanjakan Tawang Mangu dan Cemoro Sewu yang terkenal tinggi dengan mulus. Namun ketika menuruni lereng timur Gunung Lawu, setelah melewati turunan paling tajam di Sarangan, rem yang semula berfungsi baik tiba-tiba mengalami masalah.

Saat itu Dahlan Iskan mengambil keputusan menabrakkan mobil Tuxuci ke tebing di kanan jalan untuk menghindari terjadinya kecelakaan lalu lintas yang bisa melukai pengendara yang lain.  Setelah menabrak tebing, mobil masih berjalan menabrak tiang listrik dan  berhenti persis di depan kendaraan  depannya, mobil jenis Panther di kanan jalan. (*wid/dbs)






Editor: Sahrullah
Email: beritabogor2002@ gmail.com




Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.