Petani Merupakan Pejuang Kedaulatan Rakyat
CIOMAS - Wakil Bupati Bogor Karyawan Faturachman menverikan apresiasi bagi penyuluh dan petani adalah pejuang kedaulatan pangan.
Sumber daya alam di bumi Indonesia tidak lagi menjadikan ketahanan pangan, karena masih mengimpor, seperti beras dan kedelai.
Hal ini dikatakan Wakil Bupati Bogor di hadapan para penyuluh dan anggota kelompok tani, di Sindang Barang, Ciomas, Senin (28/1/2013)
“Semua yang hadir di sini adalah pejuang kedaulatan pangan,” katanya saat meresmikan kantor baru Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan Pertanian Perikanan dan Kehutanan (BKP5K) Kabupaten Bogor.
Seorang penyuluh, lanjutnya, harus bisa mengakomodasikan dinamika yang berkembang di masyarakat. Contohnya adalah soal budaya dan agama yang perlu dipisahkan. Ketika melakukan penyuluhan penyuluh harus melengkapinya dengan landasan ini.
“Penyuluh harus membentuk sikap idealis kepada petani sehingga nantinya petani berfikir daripada menjual sawah untuk supermarket yang menikmati hanya orang-orang mampu, lebih baik saya pertahankan agar rakyat bisa tetap makan,” tambah KF.
Sementara itu Kepala BKP5K Kabupaten Bogor, Siti Farikah mengatakan, kebersamaan lah yang bisa mewujudkan gedung baru ini. Oleh karenanya BKP5K mengundang 200 penyuluh baik yang honorer dan PNS.
“Tahun 2012 kita hanya membangun kantor induk dan satu unit asrama dengan kapasitas 30 kamar dan satu unit mushola. Pada tahun 2013 ini, kami akan membangun lagi pagar, jalan, dan aula. Kami berharap kehadiran penyuluh dan petani dapat memotivasi kami untuk membangun karena tempat ini untuk kita bersama,” tandasnya.
Dia berharap ketahanan pangan di Kabupaten Bogor semakin meningkat karena tujuan penyuluhan adalah ketahanan pangan. ”Mudah-mudahan kita bisa terus meningkatkan program-program penyuluhan sehingga seluruh wilayah Kabupaten Bogor mencapai ketahanan pangan”, tutup Farikah. (andi)
Editor: Michelle
Email: beritabogor@ gmail.com
Sumber daya alam di bumi Indonesia tidak lagi menjadikan ketahanan pangan, karena masih mengimpor, seperti beras dan kedelai.
Hal ini dikatakan Wakil Bupati Bogor di hadapan para penyuluh dan anggota kelompok tani, di Sindang Barang, Ciomas, Senin (28/1/2013)
“Semua yang hadir di sini adalah pejuang kedaulatan pangan,” katanya saat meresmikan kantor baru Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan Pertanian Perikanan dan Kehutanan (BKP5K) Kabupaten Bogor.
Seorang penyuluh, lanjutnya, harus bisa mengakomodasikan dinamika yang berkembang di masyarakat. Contohnya adalah soal budaya dan agama yang perlu dipisahkan. Ketika melakukan penyuluhan penyuluh harus melengkapinya dengan landasan ini.
“Penyuluh harus membentuk sikap idealis kepada petani sehingga nantinya petani berfikir daripada menjual sawah untuk supermarket yang menikmati hanya orang-orang mampu, lebih baik saya pertahankan agar rakyat bisa tetap makan,” tambah KF.
Sementara itu Kepala BKP5K Kabupaten Bogor, Siti Farikah mengatakan, kebersamaan lah yang bisa mewujudkan gedung baru ini. Oleh karenanya BKP5K mengundang 200 penyuluh baik yang honorer dan PNS.
“Tahun 2012 kita hanya membangun kantor induk dan satu unit asrama dengan kapasitas 30 kamar dan satu unit mushola. Pada tahun 2013 ini, kami akan membangun lagi pagar, jalan, dan aula. Kami berharap kehadiran penyuluh dan petani dapat memotivasi kami untuk membangun karena tempat ini untuk kita bersama,” tandasnya.
Dia berharap ketahanan pangan di Kabupaten Bogor semakin meningkat karena tujuan penyuluhan adalah ketahanan pangan. ”Mudah-mudahan kita bisa terus meningkatkan program-program penyuluhan sehingga seluruh wilayah Kabupaten Bogor mencapai ketahanan pangan”, tutup Farikah. (andi)
Editor: Michelle
Email: beritabogor@ gmail.com

Tidak ada komentar