header_ads

SELAMAT TAHUN BARU 2013

KELUARGA BESAR 
PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM 
TIRTA KAHURIPAN KABUPATEN BOGOR


Mengucapkan


SELAMAT TAHUN BARU 2013



H. Hadi Mulya Asmat
Direktur Utama





 Kinerja PDAM Tirta Kahuripan

  Performance Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor di bawah kepemimpinan trio direksi H. Hadi Mulya Asmat, SH.MH (Direktur Utama),  Drs.H.EE.Sulaeman MM (Direktur Umum) dan Ir.H.Daryanta, MSi (Direktur Teknik) selama tahun 2008 hingga tahun 2012. Bahkan, dilantik kembali oleh Bupati Bogor H.Rachmat Yasin pada Juli 2012, terbilang cukup mengesankan. 

Dalam kurun waktu empat tahun terakhir telah banyak prestasi kinerja yang dihasilkan manajemen PDAM. Yakni, penambahan kuantitas jaringan, optimalisasi bantuan pemerintah, membangun kerjasama dengan perusahaan air minum dari Belanda dan peningkatan kualitas layanan pelanggan melalui berbagai program seperti pembukaan kantor cabang, loket pembayaran dan pembayaran tagihan secara online.

Yang patut menjadi catatan tersendiri adalah keberhasilan PDAM Tirta Kahuripan dalam menekan kebocoran air dalam tiga tahun terakhir, yaitu sejak tahun 2010 terealisasi sekira 31,56 persen dari kapasitas produksi 40 juta kubik, tahun 2011 tercatat 30,86 persen dari kapasitas produksi 42 juta kubik dan pada 2012 semakin turun menjadi 29,48 persen dari kapasitas produksi sebanyak 43 juta kubik. Dari catatan sebesar itu, mungkin ada pihak yang merasa sinis dan mempertanyakan kenapa realisasi tekanan kehilangan air terlihat sedikit. Itu dikarenakan setiap tahunnya kapasitas produksi air PDAM Tirta Kahuripan mengalami penambahan. Sehingga jika diakumulasikan pada total kapasitas produksi, maka PDAM berhasil mencegah kehilangan air sebanyak jutaan kubik setiap tahunnya.

Kepada sejumlah wartawan, Kamis (27/12/2012), Direktur Utama PDAM Tirta Kahuripan Hadi Mulya Asmat, menjelaskan, dalam memaksimalkan upaya menekan kehilangan air, mulai 2012 ini PDAM Tirta Kahuripan membentuk Tim Kehilangan Air (THA) yang bertugas melakukan analisa atau meneliti penyebab kehilangan air dari instalasi air ke pipa jaringan. Jika ditemukan ada kebocoran atau kerusakan, maka akan dilaporkan kepada Kepala Cabang dan SPI untuk dilakukan tindaklanjut penanganan. Selain THA, mulai awal 2013, manajemen PDAM Tirta Kahuripan juga menunjuk Inspektur Jaringan yang bertugas mengecek kondisi serta kelayakan pipa-pipa distribusi yang tersebar di 12 wilayah kantor cabang PDAM Tirta Kahuripan.

Guna mengoptimalkan kinerja para Inspektur Jaringan tersebut, Direksi telah menyiapkan 12 motor dinas untuk operasional. Selain catatan keberhasilan yang disebut diatas, tak banyak yang tahu bahwa PDAM Tirta Kahuripan Kab.Bogor mendapatkan predikat "Kinerja Terbaik" se-Provinsi Jawa Barat berdasarkan hasil laporan pemeriksaan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) pada tahun anggaran 2010 dan 2011.

"Ya memang kita tak mau gembar-gembor soal predikat kinerja terbaik versi BPKP itu, karena kami merasa kinerja kami masih harus ditingkatkan lagi," kata Hadi yang juga menjabat Ketua DPD Perpamsi (Persatuan Perusahaan Air Minum Seluruh Indonesia) Wilayah Jawa Barat.

Kinerja yang menuai keberhasilan ini tak luput dari kerja keras, soliditas dan konsistensi direksi beserta jajaran pimpinan dan seluruh staf manajemen PDAM Tirta Kahuripan. Namun yang patut diatensi secara khusus, tentu saja kekompakan trio direksi bersama Dewan Pengawas yang terdiri dari Sekretaris Daerah Kab.Bogor Hj.Nurhayanti SH.Msi, selaku Ketua, Sekretaris H. Abidin Said dan anggota Heri Supraptopo, dalam mengatrol kinerja PDAM Tirta Kahuripan.

Direktur Utama PDAM Hadi Mulya Asmat pun mengakui hal itu. Secara khusus, Hadi menegaskan bahwa Direktur Umum dan Direktur Teknik sangat besar peranannya dalam mendongkrak kinerja keseluruhan PDAM. ”Pak Sulaeman dan Pak Daryanta itu tak hanya kolega saja, tetapi seringkali memberikan inspirasi ketika direksi hendak membuat atau memutuskan kebijakan perusahaan," kata Hadi.

Tak hanya koleganya di jajaran direksi yang telah mendorong perfomance kinerja PDAM, Hadi Mulya Asmat juga mengalamatkan pujian sekaligus apresiasi kepada Badan Pengawas yang terus-menerus mensupport direksi dan staf PDAM agar dapat memaksimalkan kinerjanya. Selama ini, menurut Hadi, fungsi Badan Pengawas tidak semata-mata melakukan kontroling, tetapi juga ikut memberikan saran dan pendapat ketika manajemen akan menetapkan kebijakan atau membuat keputusan strategis.

 "Saran dan pendapat Dewan Pengawas itu ibarat motivasi ketika direksi mengalami lag (kendala), apalagi jika ada keputusan menyangkut kepentingan strategis perusahaan yang harus diambil. Jadi harus diakui, tanpa Dewan Pengawas, direksi dan staf sulit untuk bisa menjalankan program dengan baik serta mengoptimalkan realisasi target-target yang telah ditetapkan," kata Hadi yang juga tak lupa menyebutkan peran LSM dan wartawan tak kalah pentingnya dalam mendorong kinerja PDAM Tirta Kahuripan.

Lebih dari semua itu, bagi jajaran PDAM Tirta Kahuripan, yang paling penting adalah adanya dukungan serta atensi khusus dari Bupati Bogor H.Rachmat Yasin dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). Hadi membeberkan, Bupati Rachmat Yasin dan DPRD selama ini memberikan keleluasaan penuh kepada direksi untuk berinovasi mengembangkan PDAM. Selain itu, tambah Hadi, Bupati dan Dewan selalu mendukung setiap kebijakan manajemen, serta tak pernah berhenti memberikan saran dan kritik agar PDAM Tirta Kahuripan bekerja secara baik dan sesuai harapan bersama.

"Atensi Pak Bupati terhadap PDAM itu sangat besar, karena beliau mempunyai target, yaitu pada 2013 PDAM mampu meningkatkan kapasitas layanan air bersih hingga 80 ribu sambungan langganan. Selain itu, Bupati juga menargetkan PDAM dapat berperan maksimal dalam membantu penyediaan air bersih kepada masyarakat non pelanggan akibat terjadi kekeringan atau bencana alam," imbuh Hadi.

Menurut Hadi lagi, sesuai dengan harapan Bupati Bogor Racmat Yasin, pihaknya saat ini berkonsentrasi pada penyelesaian program kerja tahun 2012 dan program kerja tahun 2013. "Alhamdulillah, tahun ini kita sudah hampir menyelesaikan pekerjaan yang diamanatkan oleh Pak Bupati. Maka itu, pada 2013 kita akan lebih fokus menyelesaikan program Sambungan Langganan (SL) baru sebanyak 12.000 SL dan penambahan kapasitas produksi sebesar 400 liter perdetik yang tersebar di wilayah Gunung Putri, Rumpin, Tajurhalang dan Leuwiliang," katanya.

"Dalam menjalankan tugas itu, saya teringat pada pesan yang pernah disampaikan Pak Bupati, yaitu Terlambatnya program kerja tentu akan berdampak pada terlambatnya pembangunan. Dengan demikian, hal itu akan menghambat pelayanan kepada masyarakat. Tentu saja pesan dari beliau sampai sekarang masih terngiang di benak saya. Karena itu, saya dan jajaran direksi serta staf PDAM Tirta Kahuripan lebih termotivasi untuk bekerja lebih keras dalam menjalankan program kerja demi melayani masyarakat," imbuhnya. (cky)



Diberdayakan oleh Blogger.