Jalan Gelap Lampu PJU Dicuri
CIBINONG – Pencurian kian marak di tiang PJU, seperti kabel NFA2x, boks panel, contractor dan time switch.
Padamnya beberapa titik lampu di sepanjang Jl. Raya Sukahati, Kecamatan Cibinong, pengguna jalan menuding DESDM terkesan lalai.
“Kami tak tahu menahu, setiap bulan kita bayar pajak PJU saat membayar rekening litrik. Tapi, sudah dua minggu, enam titik lampu di jalan itu padam,” keluh Rezal, warga Perum Bojong Depok Baru II, Cibinong.
Sejumlah PJU di jalan lainnya seperti di Jl.Raya Tegar Beriman, Sentul-Kandang Roda dan lainnya juga banyak yang padam. Kepala Seksi PJU ESDM Ade Habib mengakuinya, banyaknya PJU padam lantaran masih banyak lampu model lama teko ditambah dengan maraknya pencurian.
“PJU ini menjadi sasaran empuk pencuri boks panel,” katanya. Menurutnya, saat ini tersebar 22.000 PJU di pelosok Kabupaten Bogor, 5.000 di antarnya menggunakan lampu teko.
Peremajaan selama 2013 hanya 200 PJU dari APBD dan 300 lainnya minta jatah ke provinsi. Selama 2012 misalnya, 19 titik PJU hilang. Ia mengimbau, masyarakat aktif mengawasi dan menjaga boks panel PJU guna mencegan pencurian. “Satu boks panel haganya Rp 2.114.300 dan dapat mengaliri 10 lampu PJU, “ ucap dia.
Kerugian rata-rata Rp 482.060.400 per tahun. Angka ini didapat dengan asumsi, jika setiap tahun kehilangan 19 komponen, berarti 2.114.300 dikalikan 19 dan dikalikan 12 bulan. “Kerugian bisa bertambah, jika disebabkan secara teknis seperti adanya tegangan turun atau non-teknis seperti komponen PJU dipasok dari luar negeri,” jelasnya. (aml)
Editor: Annisa
Email: beritabogor2002@ gmail.com
Padamnya beberapa titik lampu di sepanjang Jl. Raya Sukahati, Kecamatan Cibinong, pengguna jalan menuding DESDM terkesan lalai.
“Kami tak tahu menahu, setiap bulan kita bayar pajak PJU saat membayar rekening litrik. Tapi, sudah dua minggu, enam titik lampu di jalan itu padam,” keluh Rezal, warga Perum Bojong Depok Baru II, Cibinong.
Sejumlah PJU di jalan lainnya seperti di Jl.Raya Tegar Beriman, Sentul-Kandang Roda dan lainnya juga banyak yang padam. Kepala Seksi PJU ESDM Ade Habib mengakuinya, banyaknya PJU padam lantaran masih banyak lampu model lama teko ditambah dengan maraknya pencurian.
“PJU ini menjadi sasaran empuk pencuri boks panel,” katanya. Menurutnya, saat ini tersebar 22.000 PJU di pelosok Kabupaten Bogor, 5.000 di antarnya menggunakan lampu teko.
Peremajaan selama 2013 hanya 200 PJU dari APBD dan 300 lainnya minta jatah ke provinsi. Selama 2012 misalnya, 19 titik PJU hilang. Ia mengimbau, masyarakat aktif mengawasi dan menjaga boks panel PJU guna mencegan pencurian. “Satu boks panel haganya Rp 2.114.300 dan dapat mengaliri 10 lampu PJU, “ ucap dia.
Kerugian rata-rata Rp 482.060.400 per tahun. Angka ini didapat dengan asumsi, jika setiap tahun kehilangan 19 komponen, berarti 2.114.300 dikalikan 19 dan dikalikan 12 bulan. “Kerugian bisa bertambah, jika disebabkan secara teknis seperti adanya tegangan turun atau non-teknis seperti komponen PJU dipasok dari luar negeri,” jelasnya. (aml)
Editor: Annisa
Email: beritabogor2002@ gmail.com

Tidak ada komentar