header_ads

PKK Kota Bogor Optimis Masuk Sepuluh Besar

Kota Bogor tengah bersaing merebut posisi 10 Besar Program Pokok PKK Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2013.

Untuk itu, seluruh pejabat terkait menyambut kedatangan Tim Rechecking 10 Program Pokok PKK Provinsi Jawa Barat yang diketuai oleh Euis Sutrisno, Kamis (14/2/2013), di Halaman Kelurahan Cibadak Kecamatan Tanah Sareal. 


Walikota Bogor Diani Budiarto mengucapkan selamat datang kepada rombongan. 

“Selamat melakukan pengamatan di Kelurahan Cibadak,” kata orang nomor satu di Pemerintah Kota Bogor ini.

Diani menjamin tidak ada rekayasa dalam kegiatan 10 Program Pokok PKK yang tengah berjalan di Kelurahan Cibadak. Selain bukan jamannya merekayasa demi  sebuah reward, Diani menjamin apa yang tengah dikerjakan oleh tim penggerak PKK beserta jajarannya merupakan salah satu pengabdian bagi masyarakat. Karena ingin memberikan perubahan kepada masyarakat.

Di depan masyarakat dan rombongan, Diani mengharapkan Keluaran lainnya dapat belajar dari Kelurahan  Cibadak ini. “Ini merupakan cambuk bagi semua. Bagi daerah yang berhasil harus ditingkatkan. Dan bagi yang belum, bisa menjadikan Kelurahan Cibadak sebagai contoh,” imbau Diani.

Ketua Tim Rechecking Euis Sutrisno mengatakan, bahwa pasca monitoring hari ini, timnya nanti akan menntukan siapakah dari ke-4 kota yang akan menjadi perwakilan Provinsi Jawa Barat untyuk bersaing di tingkat Nasional.  “Mudah-mudahan Kota Bogor menjadi salah satu yang mewakili Provinsi Jawa Barat,” Kata Euis.

Euis menambahkan, setiap Kota dan Kabupaten di Jawa Bawat memiliki potensi masing-masing yang beraneka ragam. Hal ini membuka peluang bagi Kota Bogor untuk menyabet gelar juara.


Di depan TIM Rechecking, Ketua Tm Penggerak PKK Kelurahan Cibadak Neneng Khaidir menyampaikan paparan sepuluh program pokok PKK yang menjadi unggulan. Diantaranya adalah penyuluhan konseling kecakapan orang tua.

“Kegiatan unggulan kami pembentukan kelas kecakapan orang tua. Kegiatan ini bertujuan memberikan kecakapan kepada orang tua, mulai dari kesehatan, pendidikan anak, keterampilah kerumahtanggaan dan trafficking anak dan perempuan,” kata Neneng.

Merebaknya kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) membuat Tim Penggerak PKK tingkat Kelurahan membuat sosiasilasi dan membentuk sats KDRT. Satgas tersebut beranggotakan Kelurahan, RT dan RW,LPM, PKK dan tokoh masyarakat. (eka)







Editor: Annisa
Email: beritabogor2002@ gmail.com

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.