Pertumbuhan Ekonomi Jabar
BANDUNG - Selama triwulan pertama tahun ini, terjadi inflasi yang cukup
tinggi.
Hal ini menjadi perhatian agar pertumbuhan ekonomi Jabar dapat tetap dipertahankan dengan baik.
Asisten Deputi Ekonomi dan Keuangan Daerah Kementrian Koordinator Perekonomian, Sartono mengatakan tingginya inflasi selama tiga bulan berturut-turut itu, jika tidak dicermati, berpotensi mengganggu dan menjadi kendala stabilitas ekonomi di daerah-daerah.
"Tingginya inflasi itu dapat memicu terjadinya perlambatan pertumbuhan ekonomi. Jabar harus segera mengantisipasinya," katanya di Kantor BI Bandung.
Pada Januari tahun ini, tingkat inflasi naik signifikan. Namun, dua bulan berikutnya, Februari-Maret, inflasi Jabar cenderung turun. Hal itu karena adanya tekanan deflasi pada beberapa kota-kabupaten. Sedangkan pada Maret, inflasi Jabar sebesar 1,28 persen.
Jabar perlu menyiapkan langkah-langkah pengendalian inflasi karena Jabar dan DKI, merupakan kontributor inflasi nasional yang cukup besar. Persentasenya melebihi 60 %.
Naiknya inflasi kedepan akan terdorong oleh pemberlakuan beberapa regulasi pemerintah. Selain kenaikan tarif dasar listrik (TDL), juga dipicu oleh berlakunya pengaturan sistem pendistribusian impor produk holtikultura pada lima pelabuhan dan bandara dan dalam waktu dekat BBM akan naik pula. (tj)
Hal ini menjadi perhatian agar pertumbuhan ekonomi Jabar dapat tetap dipertahankan dengan baik.
Asisten Deputi Ekonomi dan Keuangan Daerah Kementrian Koordinator Perekonomian, Sartono mengatakan tingginya inflasi selama tiga bulan berturut-turut itu, jika tidak dicermati, berpotensi mengganggu dan menjadi kendala stabilitas ekonomi di daerah-daerah.
"Tingginya inflasi itu dapat memicu terjadinya perlambatan pertumbuhan ekonomi. Jabar harus segera mengantisipasinya," katanya di Kantor BI Bandung.
Pada Januari tahun ini, tingkat inflasi naik signifikan. Namun, dua bulan berikutnya, Februari-Maret, inflasi Jabar cenderung turun. Hal itu karena adanya tekanan deflasi pada beberapa kota-kabupaten. Sedangkan pada Maret, inflasi Jabar sebesar 1,28 persen.
Jabar perlu menyiapkan langkah-langkah pengendalian inflasi karena Jabar dan DKI, merupakan kontributor inflasi nasional yang cukup besar. Persentasenya melebihi 60 %.
Naiknya inflasi kedepan akan terdorong oleh pemberlakuan beberapa regulasi pemerintah. Selain kenaikan tarif dasar listrik (TDL), juga dipicu oleh berlakunya pengaturan sistem pendistribusian impor produk holtikultura pada lima pelabuhan dan bandara dan dalam waktu dekat BBM akan naik pula. (tj)

Tidak ada komentar