header_ads

Waspada Terjangkit Penyakit Flu Burung


CIBINONG - Kasus Suspek Avian Influensa alias Flu Burung merambah kabupaten Bogor.

Laporan Kejadian Luar biasa (KLB) Kementrian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia tanggal 12 April 2013 mengungkap adanya satu kasus susfek Avian Influenza (AI) atau flu burung. Korban berdomisili di perumahan pesona 2 Cilebut Kecamatan Sukaraja yang dirawat di Rumah Sakit (RS) Persahabatan Jakarta.

Menyikapi ini Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) TB. Lutfie Syam yang ditemui di ruang kerjanya, Senin (22/4/2013), mengatakan bahwa sampai saat ini baru kesimpulan sementara tentang kasus suspek avian di wilayah Cilebut Barat.

Tim menemukan kasus influenza, katanya, disekitar wilayah rumah penderita dan tidak ada kematian unggas tetapi korban mempunyai riwayat kontak dengan hewan peliharaan. 


Dia mengatakan sampai dengan tanggal 15 April 2013 tidak ditemukan kasus like ilness (ILI) di lingkungan penderita dan kepastian kasus Avian Influenza atau flu burung di perumahan Pesona 2 Cilebut CB1 No 8 RT 02/15 Desa Cilebut Barat Kecamatan sukaraja Kabupaten Bogor belum dapat disimpulkan karena menunggu hasil pemeriksaan laboratorium dari Litbangkes RI atau posko KLB Kemenkes RI”, kata Lutfie.

Menurutnya, Kasus atas nama D (pria, 40 tahun), warga perumahan Pesona 2 Cilebut CB1 No 8 RT 02/15 Desa Cilebut Barat Kecamatan Sukaraja Kabupaten Bogor. Lutfie menjelaskan, gejala demam mulai pada tanggal 29 Maret 2013. 


Pada tanggal 2 April 2013, karena merasa lemas, batuk, dan sesak kemudian berobat ke ke RS PMI Bogor. Setelah mendengar laporan tersebut petugas posko KLB Kemenkes melaporkan kasus suspek AI yang berasal dari Kabupaten Bogor.

Tim penanggulangan KLB Kabupaten Bogor, lanjutnya, bersama PKM Cilebut melakukan investigasi ke Perum Pesona Cilebut berkoordinasi dengan Dinas Peternakan Kab Bogor ke lokasi kejadian.

"Sebenarnya telah dilakukan penyelidikan epidemiologi ke rumah penderita dan lingkungan sekitar oleh Tim Terpadu Kemenkes dan Dinas Kesehatan setempat, didapat beberapa kemungkinan faktor risiko antara lain kasus memilikki unggas dan tinggal di lingkungan di mana terdapat banyak warga yang memelihara unggas," terangnya.

Dari hasil investigasi yang dilakukan secara bersama-sama dengan tim KLB Kabupaten dan Puskesmas didapatkan data bahwa, Desa Cilebut Barat dimana sebagian besar masyarakatnya bekerja sebagai pegawai swasta, serta tidak terdapat peternakan unggas akan tetapi beberapa warga memiliki hewan peliharaan seperti burung berkicau. (arif)






Editor: Annisa Ramadhan
Email: beritabogor2002@gmail.com


Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.