Cegah Radang Sendi
KOTA - Perempuan berusia diatas 35 tahun rentan nyeri persendian.
Sendi merupakan penghubung antar tulang di dalam tubuh sehingga dapat bergerak dengan bebas. Selain karena penyebab hormonal, bertambahnya usia akan mempengaruhi berkurangnya elasitisitas ligamen.
Pentingnya mengedukasi masyarakat perihal kesehatan sendi dikemukakan oleh dr. Pratiwi RA Natsir dalam acara Senam Pagi Seluruh Karyawan Balaikota Bogor Bersama Jointfit di Plaza Balaikota Bogor, Jalan Juanda 10 Bogor, Jumat (21/6/2013).
“Dalam hal nyeri sendi, perempuan lebih beresiko dibanding laki-laki. Apalagi perempuan di atas 35 tahun,” kata dr. Pratiwi.
Selain hormonal, hal ini biasanya diakibatkan aktivitas fisik perempuan yang mengakibatkan nyeri sendi. Seperti kerap menggunakan high heels, kerap naik turun tangga, ketika muda sering berolahraga tanpa menggenakan decker, dan lainnya.
Selain itu, selama ini masyarakat sering keliru. Menyamakan nyeri otot dan nyeri sendi. Padahal tidak sama. Nyeri otot biasanya karena over strech, cedera otot yang tiba-tiba ketika beraktivitas atau berolahraga. Sebaliknya dengan nyeri sendi. Sakitnya tidak serta merta dan biasanya perlahan-lahan dan berlangsung lama.
Radang sendi atau artritis adalah reaksi alami jika sendi Anda mengalami gangguan penyakit atau cedera. Jika dibiarkan dalam jangka waktu lama, risiko adalah kerusakan jaringan-jaringan pada tubuh.
Pada kasus radang sendi, daerah sekitar sendi tersebut mengalami peradangan yang menimbulkan rasa nyeri, kaku dan sulit untuk digerakkan. Bahkan beberapa jenis artritis dapat juga mempengaruhi anggota tubuh lainnya, misalnya kulit dan organ dalam.
Jenis radang sendi
1. Osteoartritis.
Adalah jenis radang sendi yang paling banyak terjadi. Saat tulang rawan terganggu, kedua tulang akan saling bergesekan dan mulai menimbulkan nyeri. Osteoartritis banyak mengenai tulang punggung dan lutut.
2. Asam urat.
Asam urat atau gout, adalah radang sendi yang bisa menimbulkan nyeri yang amat sangat. Radang ini disebabkan oleh tingginya kadar uric acid (asam urat) dalam darah, sehingga terbentuk kristal-kristal di persendian. Asam urat biasanya mengenai jempol kaki, pergelangan tangan, dan lutut.
3. Reumatoid artritis.
Adalah penyakit yang menyerang sistem imun seseorang, di mana sistem imun justru berbalik menyerang dan menimbulkan pembengkakan di sekitar sendi. Peradangan ini juga bisa menyebar ke jaringan-jaringan di sekitarnya dan menyebabkan kerusakan kartilago.
Gejala radang sendi yang dialami setiap orang tidak sama. Biasanya, gejalanya berupa ruam (kemerahan), demam, tulang terasa kaku, terasa panas dan bengkak. Radang sendi bisa disebabkan oleh beberapa hal, seperti meningkatnya usia, kegemukan, dan melakukan pekerjaan yang banyak memberikan tekanan (gesekan) pada tulang.
Pencegahan radang sendi bisa dilakukan dengan banyak mengonsumsi makanan yang sehat serta rutin berolahraga. Postur tubuh yang baik saat beraktivitas sehari-hari juga sangat membantu. (eka)
Editor: MICHELLE
Email: redaksiberitabogor@gmail.com
PEMBERITAHUAN PENTING
Sendi merupakan penghubung antar tulang di dalam tubuh sehingga dapat bergerak dengan bebas. Selain karena penyebab hormonal, bertambahnya usia akan mempengaruhi berkurangnya elasitisitas ligamen.
Pentingnya mengedukasi masyarakat perihal kesehatan sendi dikemukakan oleh dr. Pratiwi RA Natsir dalam acara Senam Pagi Seluruh Karyawan Balaikota Bogor Bersama Jointfit di Plaza Balaikota Bogor, Jalan Juanda 10 Bogor, Jumat (21/6/2013).
“Dalam hal nyeri sendi, perempuan lebih beresiko dibanding laki-laki. Apalagi perempuan di atas 35 tahun,” kata dr. Pratiwi.
Selain hormonal, hal ini biasanya diakibatkan aktivitas fisik perempuan yang mengakibatkan nyeri sendi. Seperti kerap menggunakan high heels, kerap naik turun tangga, ketika muda sering berolahraga tanpa menggenakan decker, dan lainnya.
Selain itu, selama ini masyarakat sering keliru. Menyamakan nyeri otot dan nyeri sendi. Padahal tidak sama. Nyeri otot biasanya karena over strech, cedera otot yang tiba-tiba ketika beraktivitas atau berolahraga. Sebaliknya dengan nyeri sendi. Sakitnya tidak serta merta dan biasanya perlahan-lahan dan berlangsung lama.
Radang sendi atau artritis adalah reaksi alami jika sendi Anda mengalami gangguan penyakit atau cedera. Jika dibiarkan dalam jangka waktu lama, risiko adalah kerusakan jaringan-jaringan pada tubuh.
Pada kasus radang sendi, daerah sekitar sendi tersebut mengalami peradangan yang menimbulkan rasa nyeri, kaku dan sulit untuk digerakkan. Bahkan beberapa jenis artritis dapat juga mempengaruhi anggota tubuh lainnya, misalnya kulit dan organ dalam.
Jenis radang sendi
1. Osteoartritis.
Adalah jenis radang sendi yang paling banyak terjadi. Saat tulang rawan terganggu, kedua tulang akan saling bergesekan dan mulai menimbulkan nyeri. Osteoartritis banyak mengenai tulang punggung dan lutut.
2. Asam urat.
Asam urat atau gout, adalah radang sendi yang bisa menimbulkan nyeri yang amat sangat. Radang ini disebabkan oleh tingginya kadar uric acid (asam urat) dalam darah, sehingga terbentuk kristal-kristal di persendian. Asam urat biasanya mengenai jempol kaki, pergelangan tangan, dan lutut.
3. Reumatoid artritis.
Adalah penyakit yang menyerang sistem imun seseorang, di mana sistem imun justru berbalik menyerang dan menimbulkan pembengkakan di sekitar sendi. Peradangan ini juga bisa menyebar ke jaringan-jaringan di sekitarnya dan menyebabkan kerusakan kartilago.
Gejala radang sendi yang dialami setiap orang tidak sama. Biasanya, gejalanya berupa ruam (kemerahan), demam, tulang terasa kaku, terasa panas dan bengkak. Radang sendi bisa disebabkan oleh beberapa hal, seperti meningkatnya usia, kegemukan, dan melakukan pekerjaan yang banyak memberikan tekanan (gesekan) pada tulang.
Pencegahan radang sendi bisa dilakukan dengan banyak mengonsumsi makanan yang sehat serta rutin berolahraga. Postur tubuh yang baik saat beraktivitas sehari-hari juga sangat membantu. (eka)
Editor: MICHELLE
Email: redaksiberitabogor@gmail.com
PEMBERITAHUAN PENTING


Tidak ada komentar