Warga Pasrah Harga BBM Mencekik
KOTA - Pasca kenaikan harga BBM, pelayanan di sejumlah SPBU di jawa Barat masih kondusif
Berbeda dimalam sebelumnya, di sejumlah SPBU terekam antrian yang tak biasa pada menjelang detik - detik harga BBM diumumkan secara resmi oleh pemerintah.
Pantauan tim Berita Bogor, Sabtu (22/6/2013) malam, di sejumlah SPBU yang tersebar di kawasan Cibinong dan kota Bogor tidak terjadi antrean kendaraan.
Jumlah antrean kendaraan terlihat masih normal dan terlayani seperti biasanya.Meskipun, di beberapa SPBU masih ada aparat kepolisian dilokasi SPBU, masing - masing dua orang anggota yang berjaga - jaga.
Saat ditanya, Arman (22) pengendara mobil mengaku cukup terasa berat dengan kenaikan Rp1.000,- per liter bensin. "Lumayan terasa kang, biasanya dengan Rp100 ribu tangki terisi 18 liter lebih sedikit. Sekarang cuma terisi 15 liter. Yah, kita mah cuma bisa pasrah," katanya dia diamini pengendara lainnya yang sedang antri di SPBU Ciawi.
Sementara, Adi Wijaya (35) warga Tajurhalang mengaku resah dengan kenaikan harga BBM bersubsidi, terutama jenis bensin menjadi Rp6.500,-/liter. Setiap hari dirinya mengaku menggunakan sepeda motor jenis dua tak milik kantornya dan harus mengeluarkan kocek Rp20 ribu per hari untuk isi 3 liter bensin.
"Itu pun tak ada penggantian dari kantor. Bila dikali 20 hari maka gaji saya yang cuma Rp800 ribu habis setengahnya disedot bensin," cemas office boy di kawasan perkantoran Pemkab Bogor ini. (ice)
Editor: MICHELLE
Email: redaksiberitabogor@gmail.com
Berbeda dimalam sebelumnya, di sejumlah SPBU terekam antrian yang tak biasa pada menjelang detik - detik harga BBM diumumkan secara resmi oleh pemerintah.
Pantauan tim Berita Bogor, Sabtu (22/6/2013) malam, di sejumlah SPBU yang tersebar di kawasan Cibinong dan kota Bogor tidak terjadi antrean kendaraan.
Jumlah antrean kendaraan terlihat masih normal dan terlayani seperti biasanya.Meskipun, di beberapa SPBU masih ada aparat kepolisian dilokasi SPBU, masing - masing dua orang anggota yang berjaga - jaga.
Saat ditanya, Arman (22) pengendara mobil mengaku cukup terasa berat dengan kenaikan Rp1.000,- per liter bensin. "Lumayan terasa kang, biasanya dengan Rp100 ribu tangki terisi 18 liter lebih sedikit. Sekarang cuma terisi 15 liter. Yah, kita mah cuma bisa pasrah," katanya dia diamini pengendara lainnya yang sedang antri di SPBU Ciawi.
Sementara, Adi Wijaya (35) warga Tajurhalang mengaku resah dengan kenaikan harga BBM bersubsidi, terutama jenis bensin menjadi Rp6.500,-/liter. Setiap hari dirinya mengaku menggunakan sepeda motor jenis dua tak milik kantornya dan harus mengeluarkan kocek Rp20 ribu per hari untuk isi 3 liter bensin.
"Itu pun tak ada penggantian dari kantor. Bila dikali 20 hari maka gaji saya yang cuma Rp800 ribu habis setengahnya disedot bensin," cemas office boy di kawasan perkantoran Pemkab Bogor ini. (ice)
Editor: MICHELLE
Email: redaksiberitabogor@gmail.com
Tidak ada komentar