Usaha Kreatif Sosot Karet
KOTA - Kreatif memanfaatkan ban bekas, Ujang Rusmana Juara Lomba Inovasi TTG.
Dalam lomba ITTG Ujang berhasil membuat alat atau Mesin Sosot Karet Ban. Ia berhasil menyisihkan lima peserta dari lima Kecamatan se Kota Bogor.
Ujang Rusmana warga RT.03 RW.02 Kelurahan Sukadamai Kecamatan Tanah Sareal Kota Bogor berhasil meraih juara pertama lomba Inovasi Teknologi Tepat Guna (ITTG) Tingkat Kota Bogor tahun 2013.
Ide Ujang membuat alat ini berawal pada tahun 2009. “Alat yang saya buat untuk mensosot karet ban yang mengandung benang dan kawat dapat dimanfaatkan setelah diproses melalui mesin sosot“ ungkapnya.
Usaha sosot karet ban bekas di Kelurahan Sukadamai merupakan usaha paling mudah. Usaha sosot karet ban bekas menjadi mata pencaharian warga Sukadamai yang turun temurun hingga sekarang.
Namun, diakui oleh Ujang, selalu menghadapi kendala, kerana disisi lain bahan baku, ban – ban bekas cukup banyak , tetapi hasil yang diperoleh tidak maksimal, karena hanya mengandalkan alat seadanya (manual-red) seperti alat pengait (jara-red)
Ia menuturkan, karet dan benang yang disosotnya dari ban – ban bekas yang dikumpulkan, lalu dijual kepada bandar limbah yang menampungnya. “ Sebelum mengunakan mesin sosot pendapatan per-sepuluh kilonya hanya mendapatkan Rp15.000,- Namun setelah menggunakan alat mesin sosot yang kami buat dapat menghasilkan Rp50 ribu sampai Rp75 ribu, “ tuturnya.
Lebih lanjut Ujang Rusmana mengatakan, bahwa mesin sosot yang diproduksinya dijual seharga Rp3 juta sampai Rp6 juta. “ Kalau mesin sosot karet campur benang dijual seharga Rp3 juta, sedangkan mesin sosot karet campur kawat dijual seharga Rp6 juta, “ jelasnya.
Ujang berharap untuk lebih mengembangkan usahanya dalam membuat mesin sosot adanya bantuan pendamping dari Pemerintah Kota Bogor. Kedepan kami bercita-cita membentuk kelompok untuk membuka bengkel kecil. “Kalau selama ini di Bogor terkenal dengan Ban Goodyear, Maka di Sukadamai pun akan terkenal dengan Mesin Sosot Ban Bekas ciptaan putra Bogor, “harapnya.
Selain Ujang Rusama yang berhasil menyandang juara pertama lomba ITTG, juara kedua diraih oleh Nuraeni pengusaha alat Mesin Pemotong Kripik/Elektrik warga Semplak RT.001 RW. 009 Kelurahan Semplak Kecamatan Kota Bogor Barat, dan juara ketiga diraih oleh Pimpinan Koperasi Produsen Tahu Tempe Indonesia (KOPTI) Kelurahan Cilendek Barat Kecamatan Kota Bogor Barat. (met/yan)
Editor: MICHELLE
Email: redaksiberitabogor@gmail.com
PEMBERITAHUAN PENTING
Dalam lomba ITTG Ujang berhasil membuat alat atau Mesin Sosot Karet Ban. Ia berhasil menyisihkan lima peserta dari lima Kecamatan se Kota Bogor.
Ujang Rusmana warga RT.03 RW.02 Kelurahan Sukadamai Kecamatan Tanah Sareal Kota Bogor berhasil meraih juara pertama lomba Inovasi Teknologi Tepat Guna (ITTG) Tingkat Kota Bogor tahun 2013.
Ide Ujang membuat alat ini berawal pada tahun 2009. “Alat yang saya buat untuk mensosot karet ban yang mengandung benang dan kawat dapat dimanfaatkan setelah diproses melalui mesin sosot“ ungkapnya.
Usaha sosot karet ban bekas di Kelurahan Sukadamai merupakan usaha paling mudah. Usaha sosot karet ban bekas menjadi mata pencaharian warga Sukadamai yang turun temurun hingga sekarang.
Namun, diakui oleh Ujang, selalu menghadapi kendala, kerana disisi lain bahan baku, ban – ban bekas cukup banyak , tetapi hasil yang diperoleh tidak maksimal, karena hanya mengandalkan alat seadanya (manual-red) seperti alat pengait (jara-red)
Ia menuturkan, karet dan benang yang disosotnya dari ban – ban bekas yang dikumpulkan, lalu dijual kepada bandar limbah yang menampungnya. “ Sebelum mengunakan mesin sosot pendapatan per-sepuluh kilonya hanya mendapatkan Rp15.000,- Namun setelah menggunakan alat mesin sosot yang kami buat dapat menghasilkan Rp50 ribu sampai Rp75 ribu, “ tuturnya.
Lebih lanjut Ujang Rusmana mengatakan, bahwa mesin sosot yang diproduksinya dijual seharga Rp3 juta sampai Rp6 juta. “ Kalau mesin sosot karet campur benang dijual seharga Rp3 juta, sedangkan mesin sosot karet campur kawat dijual seharga Rp6 juta, “ jelasnya.
Ujang berharap untuk lebih mengembangkan usahanya dalam membuat mesin sosot adanya bantuan pendamping dari Pemerintah Kota Bogor. Kedepan kami bercita-cita membentuk kelompok untuk membuka bengkel kecil. “Kalau selama ini di Bogor terkenal dengan Ban Goodyear, Maka di Sukadamai pun akan terkenal dengan Mesin Sosot Ban Bekas ciptaan putra Bogor, “harapnya.
Selain Ujang Rusama yang berhasil menyandang juara pertama lomba ITTG, juara kedua diraih oleh Nuraeni pengusaha alat Mesin Pemotong Kripik/Elektrik warga Semplak RT.001 RW. 009 Kelurahan Semplak Kecamatan Kota Bogor Barat, dan juara ketiga diraih oleh Pimpinan Koperasi Produsen Tahu Tempe Indonesia (KOPTI) Kelurahan Cilendek Barat Kecamatan Kota Bogor Barat. (met/yan)
Editor: MICHELLE
Email: redaksiberitabogor@gmail.com
PEMBERITAHUAN PENTING


Tidak ada komentar