Warga Beralih Gunakan Gas Elpiji 3 Kilogram
CIBINONG - Kejahatan ekonomi tumbuh subur di negeri makmur meregang nasib pribumi.
Spekulan mulai semakin membuat resah masyarakat, selain dampak kenaikan harga yang menyebabkan kelangkaan barang.
Disamping kenaikan harga sembako, belum lama ini marak diberitakan gas elpiji 12 kilogram mulai mengalami kelangkaan di pasaran menyusul kelangkaan gas elpiji 3 kilogram di Banten, Sukabumi, dan Lampung.
Penelusuran Berita Bogor ke salahsatu pengecer gas elpiji di wilayah Bojonggede, Farel terungkap sebagian besar warga lebih memilih membeli gas elpiji ukuran 3 kilogram. Menurutnya gas elpiji 3 kilogram dijual seharga Rp17 ribu, dan gas elpiji 12 kilogram seharga Rp85 ribu.
"Sekarang pelanggan saya banyak yang beralih ke gas 3 kilogram. Lagi pula saya harus memesan stok gas elpiji 12 kilogram ke pangkalan setidaknya seminggu sebelumnya," katanya, Minggu (22/6/2013).
Sebelumnya, guna mengantisipasi terjadi kelangkaan gas elpiji di Bogor, Komisi B DPRD Kabupaten Bogor telah melakukan inspeksi mendadak ke sejumlah SPBE. Tindakan ini juga guna mengantisipasi terjadinya pengurangan dalam distribusi gas elpiji ke distributor sekaligus mengantisipasi adanya pengoplosan isi gas 3 kilogram maupun 12 kilogram yang akan dijual ke masyarakat.
Manajer SPBE Drafgasitas, Fauzi, dalam penjelasannya dihadapan anggota dewan mengatakan di wilayah Bogor tidak ada pengurangan stok gas elpiji, dan suplai gas elpiji ke distributor tidak mengalami hambatan.
""Dalam sehari SPBE Drafgasitas mengirimkan sedikitinya 12 ribu tabung ke-19 agen yang ada di wilayah Cibinong. Setiap hari rata-rata 20 sampai 23 delevery order (DO). Satu DO sebanyak 560 tabung," jelasnya.
Pernyataan itu ternyata bertolak belakang dengan pengakuan pihak distributor. Penanggung jawab PT. Putri Sanusi Jaya, agen LPG gas 3kilogram, Syafrudin mengatakan pasokan yang dikirim pihak SPBE belum sesuai kebutuhan. "Semenjak gas LPG 3 kilogram langka, kami hanya menerima 2500 tabung, padahal biasanya kami dikirim 2800 tabung, karena kebutuhan idealnya sejumlah itu," katanya.
Hal senada terungkap dari pemilik pangkalan elpiji Bantar Kemang, Udin Nas bahwa suplai gas elpiji mulai berkurang. “Sekarang memang kesulitan untuk gas elpiji ukuran 12 Kilogram. Yang 3 kilo ada tapi terbatas,” ungkapnya.
Mengenai harga, lanjutnya, belum berpengaruh dari dampak kenaikan harga BBM bersubsidi. Tabung 3 kilogram masih dijual seharga Rp14 ribu, dan Tabung 12 Kg seharga Rp80 ribu.
Disebutkan, petugas Balai Metrologi juga kerap melakukan inspeksi guna pengecekan kondisi dan berat isi gas dalam tabung serta menghindari adanya gas yang dioplos dengan suntikan sehingga mengurangi berat isi tabung gas. (als)
Editor: Alsabili
Email: redaksiberitabogor@gmail.com
Spekulan mulai semakin membuat resah masyarakat, selain dampak kenaikan harga yang menyebabkan kelangkaan barang.
Disamping kenaikan harga sembako, belum lama ini marak diberitakan gas elpiji 12 kilogram mulai mengalami kelangkaan di pasaran menyusul kelangkaan gas elpiji 3 kilogram di Banten, Sukabumi, dan Lampung.
Penelusuran Berita Bogor ke salahsatu pengecer gas elpiji di wilayah Bojonggede, Farel terungkap sebagian besar warga lebih memilih membeli gas elpiji ukuran 3 kilogram. Menurutnya gas elpiji 3 kilogram dijual seharga Rp17 ribu, dan gas elpiji 12 kilogram seharga Rp85 ribu.
"Sekarang pelanggan saya banyak yang beralih ke gas 3 kilogram. Lagi pula saya harus memesan stok gas elpiji 12 kilogram ke pangkalan setidaknya seminggu sebelumnya," katanya, Minggu (22/6/2013).
Sebelumnya, guna mengantisipasi terjadi kelangkaan gas elpiji di Bogor, Komisi B DPRD Kabupaten Bogor telah melakukan inspeksi mendadak ke sejumlah SPBE. Tindakan ini juga guna mengantisipasi terjadinya pengurangan dalam distribusi gas elpiji ke distributor sekaligus mengantisipasi adanya pengoplosan isi gas 3 kilogram maupun 12 kilogram yang akan dijual ke masyarakat.
Manajer SPBE Drafgasitas, Fauzi, dalam penjelasannya dihadapan anggota dewan mengatakan di wilayah Bogor tidak ada pengurangan stok gas elpiji, dan suplai gas elpiji ke distributor tidak mengalami hambatan.
""Dalam sehari SPBE Drafgasitas mengirimkan sedikitinya 12 ribu tabung ke-19 agen yang ada di wilayah Cibinong. Setiap hari rata-rata 20 sampai 23 delevery order (DO). Satu DO sebanyak 560 tabung," jelasnya.
Pernyataan itu ternyata bertolak belakang dengan pengakuan pihak distributor. Penanggung jawab PT. Putri Sanusi Jaya, agen LPG gas 3kilogram, Syafrudin mengatakan pasokan yang dikirim pihak SPBE belum sesuai kebutuhan. "Semenjak gas LPG 3 kilogram langka, kami hanya menerima 2500 tabung, padahal biasanya kami dikirim 2800 tabung, karena kebutuhan idealnya sejumlah itu," katanya.
Hal senada terungkap dari pemilik pangkalan elpiji Bantar Kemang, Udin Nas bahwa suplai gas elpiji mulai berkurang. “Sekarang memang kesulitan untuk gas elpiji ukuran 12 Kilogram. Yang 3 kilo ada tapi terbatas,” ungkapnya.
Mengenai harga, lanjutnya, belum berpengaruh dari dampak kenaikan harga BBM bersubsidi. Tabung 3 kilogram masih dijual seharga Rp14 ribu, dan Tabung 12 Kg seharga Rp80 ribu.
Disebutkan, petugas Balai Metrologi juga kerap melakukan inspeksi guna pengecekan kondisi dan berat isi gas dalam tabung serta menghindari adanya gas yang dioplos dengan suntikan sehingga mengurangi berat isi tabung gas. (als)
Editor: Alsabili
Email: redaksiberitabogor@gmail.com

Tidak ada komentar