Stok Darah Menipis
CIBINONG - Bulan lalu stok aman, kini PMI Cabang Kabupaten Bogor keluh stok menipis.
Permintaan darah semakin meningkat, namun stok darah di Palang Merah Indonesia (PMI) kian menipis.
Masyarakat yang jarang datang mendonor selama Ramadhan ini dijadikan kambing hitam lantaran PMI Kabupaten Bogor saat ini mengalami krisis stok darah.
Unit Transfusi Darah Kabupaten Bogor, hanya kantung darah golongan darah B sebanyak 100 kantung. Sedangkan untuk kantong darah golongan A, AB, dan O saat ini kosong. Sekretaris PMI Kabupaten Bogor M Makmur Rozak mengatakan, sejak Uuni pihaknya sudah mengantisiapi kelangkaan stok darah selama bulan puasa.
Menipisnya stok dan ketiadaan beberapa jenis golongan darah, bagi pasien yang membutuhkan, harus menggunakan pengganti. Selama tiga pekan ini kebutuhan akan darah melonjak, tercatat Juni, sebanyak 1.600 kantong darah habis. Jumlah itu naik dua kali lipat dari keadaan normal. Dalam keadaan normal, kebutuhan darah hanya sekitar 800 hingga 1.000 kantung.
Guna menghindari kekosongan stok darah, pihaknya kini gencar menjemput bola dengan menggelar aksi donor darah di sejumlah pusat perbelanjaan dan masjid. “Kita lakukan di pusat perbelanaan pada Rabu siang dan malam, sedangkan dia musholah atau masjid setiap malam Jumat usai Salat tarawih,” katanya. (iwan)
Editor: Alsabili
Email: redaksiberitabogor@gmail.com
Permintaan darah semakin meningkat, namun stok darah di Palang Merah Indonesia (PMI) kian menipis.
Masyarakat yang jarang datang mendonor selama Ramadhan ini dijadikan kambing hitam lantaran PMI Kabupaten Bogor saat ini mengalami krisis stok darah.
Unit Transfusi Darah Kabupaten Bogor, hanya kantung darah golongan darah B sebanyak 100 kantung. Sedangkan untuk kantong darah golongan A, AB, dan O saat ini kosong. Sekretaris PMI Kabupaten Bogor M Makmur Rozak mengatakan, sejak Uuni pihaknya sudah mengantisiapi kelangkaan stok darah selama bulan puasa.
Menipisnya stok dan ketiadaan beberapa jenis golongan darah, bagi pasien yang membutuhkan, harus menggunakan pengganti. Selama tiga pekan ini kebutuhan akan darah melonjak, tercatat Juni, sebanyak 1.600 kantong darah habis. Jumlah itu naik dua kali lipat dari keadaan normal. Dalam keadaan normal, kebutuhan darah hanya sekitar 800 hingga 1.000 kantung.
Guna menghindari kekosongan stok darah, pihaknya kini gencar menjemput bola dengan menggelar aksi donor darah di sejumlah pusat perbelanjaan dan masjid. “Kita lakukan di pusat perbelanaan pada Rabu siang dan malam, sedangkan dia musholah atau masjid setiap malam Jumat usai Salat tarawih,” katanya. (iwan)
Editor: Alsabili
Email: redaksiberitabogor@gmail.com

Tidak ada komentar