header_ads

Warga Miskin Bogor MIRIS BLSM Carut Marut

BOJONGGEDE - Menteri perintahkan verifikasi, warga miskin gigit jari. 

Inilah derita rakyat, apabila pemerintah arogan memaksakan kehendak tanpa mau mendengar aspirasi arus bawah.

Tak terhitung jumlah warga yang benar - benar miskin tidak terdata dalam penerimaan BLSM. Sebab, disejumlah daerah, termasuk di Bogor, pendataan tidak melibatkan pihak kelurahan maupun Rt dan Rw dalam verifikasi data warga.

Pemerintah daerah mulai dari unsur Kelurahan hingga kota/ kabupaten akhirnya ketiban pulung, dengan adanya intruksi untuk segera melakukan pemetaan permasalahan BLSM untuk selanjutnya diselesaikan dengan segera.

Pantauan di lapangan, warga yang benar - benar berada dibawah garis sejahtera hanya bisa mengeluh dan tak tahu harus melapor ke pihak mana. Pasalnya, pihak Kelurahan hingga Rt dan Rw juga tak tahu menahu soal pendataan tersebut.

Warga Bojongbaru, Heru (32), yang kesehariannya sebagai pengojek motor sewaan mengeluh banyaknya warga miskin dilingkungan permukimannya ternyata tidak memperoleh kartu BLSM sebagaimana janji Presiden SBY. 

"Bukan hanya saya saja om, tetangga di Rw saya banyak yang gigit jari ga kebagian BLSM. Kan, mereka semua ingin juga kebagian setelah SBY ngomong di televisi. Kalu ga percaya ayo saya antar ke rumah Pak Rw, om," tuturnya polos, Senin (1/7/2013).

Hal senada dikeluhkan Warga Bojonggede, Jaya (43) mengaku dirinya merasa miris mendengar ada yang tak berhak menerima dana BLSM. "Kenapa ya yang mampu dapat BLSM, kita disini didata saja tidak pernah, padahal kehidupan kita senin kemis begini," keluhnya diamini rekannya, Aceng (39).

Sebelumnya diberitakan Menteri Koordinator (Menko) Kesejahteraan Rakyat (Kesra), Agung Laksono, memantau pelaksanaan BLSM di Jawa Barat. Secara simbolis, pemantauan dilakukan di Kantor Pos Besar Bandung, Sabtu (29/6), didampingi Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan.

Saat itu Menko Kesra dengan entengnya mengintruksikan, data penerima BLSM harus di verifikasi segera oleh Pemkab dan Pemkot beserta jajaran, sehingga tidak ada lagi cerita masyarakat kurang mampu tidak menerima BLSM. "Data hasil verifikasi kita laporkan ke PT Pos untuk selanjutnya sebagai data terbaru untuk kegiatan serupa,” tuturnya.
Sementara, Ahmad Heryawan mengharapkan pembagian dana Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) di seluruh Jabar bisa berjalan aman dan lancar, hingga program ini selesai dilaksanakan. “Hingga saat ini belum ada laporan adanya kekacauan saat pembagian BLSM di kantor-kantor pos yang ada di kota/ kabupaten. Dan semoga kondisi ini bisa bertahan hingga pembagian BLSM selesai,” ujarnya. (als)





Editor: Alsabili

Email: redaksiberitabogor@gmail.com


Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.