header_ads

Gideon LJ Tengker: Singa Tua Berjiwa Rock & Blues

CISARUA - Gideon LJ Tengker, Singa Tua yang ramah.

Gideon LJ Tengker,  seorang Gitaris Kawakan yang masih semangat di usianya yang senja. Sekian puluh tahun tinggal di puncak, tidak menghilangkan jiwa rock’n bluesnya. Bahkan dalam candaan dia suka bilang bahwa dia God Of The Blues Indonesia. 


Gideon menjadi salah satu musisi nasional  yang kini mewarnai wajah puncak. Sehari-hari, diluar aktifitasnya yang lain, Om Deon, ( Biasa Dia suka Dipanggil) Tinggal di sebuah rumah nan asri di Desa Tugu Selatan, Kecamatan Cisarua. 

Pepohonan menghiasi halaman rumahnya. Sehingga suasana nampak teduh dan asri. Gonggongan anjing akan menyambut orang yang masuk halaman. Sementara di sisi kanan halaman, ruangan yang mestinya garasi Mobil, dia sulap sebagai studio Art. 

Berbagai peralatan teknik yang lengkap dan terawat masih tersimpan didalamnya. Tak jarang pula pada moment-moment tertentu, seperti Peringatan 17 Agustus, ruang garasi itu dia sulap menjadi arena jam Session bersama sesame musisi. 

Tak jarang musisi sekelas, Abdee (Slank), Jelly Tobing ( eks Drummer SAS ) datang meramaikan rumah Gideon.
 

Selain suka bercanda, pria Menado berambut panjang dan Putih ini sangat hangat. Siapapun yang datang kerumahnya pasti akan disambut dengan senang hati. Apalagi bisa memainkan alat musiknya.  Dia akan dengan senang mengajak untuk nge-jam bareng. Suguhan Kopi akan selalu diTawarkan Om Deon bagi para tamunya.
 

Salah satu ruang tamunya yang juga menjadi studio pribadi, seperangkat alat band berikut sound system yang sangat memadai tertata rapi. 

Berbagai peralatan musik dan hiasan dari kayu menghiasi dinding diseputar ruangan. Coretan-coretan khas Deon pun turut menghiasi dinding – dinding ruangan sehingga menambah kesan eksotik.
 

Gideon adalah salah satu Pendiri Grup Band kawakan Drakhma. Band tersebut di gawangi oleh Dani Mamesah (drumer) , Dodo Zakaria (piano, keyboards), Gideon Tengker (gitar), Rudy Gagola (bas), Ricky Basuki (vokalis). Saat ini, Gideon mengibarkan bendera DXN. Dengan bendera yang dia pakai sekarang ini, Gideon rajin memenuhi undangan untuk mengisi acara di beberapa panggung di Jakarta.
 

Puluhan lagu solo bernuansa Blues telah dia ciptakan. Meski belum sempat mengeluarkan album, namun Lagu-lagu yang banyak didominasi Instrument itu sangat layak di koleksi bagi para gitaris muda Indonesia. Beberapa diantaranya adalah Manado Tua ( lagu daerah Minahasa  yang dia buat Instrumen), Midnight Lab, Tumbu-Tumbu banga, Wahyu Love Song, Cat n Dog Mine one,  dan Lain-lain.
 

Gideon mempunyai pribadi yang Unik. Disela blues sebagai bagian hidupnya, kegemaran dalam beradventure pun dia lakukan. Sarana penunjang berupa Kuda, Senapan, Motor Trail dan lain-lain menghiasi hidupnya. 

Di hari-hari tertentu, disaat senggang, dia sempatkan menelusuri lekuk puncak dengan Kuda atau motor Trailnya. Tentu saja dia ajak kawan-kawan yang sering nongkrong di rumahnya.
 

Satu lagi yang menjadi obsesi Gideon yang tidak dimiliki orang lain adalah tentang program Arenoxation. dia bercita-cita Puncak akan dia penuhi dengan pohon aren.  Bahkan pernah suatu ketika diajak bergabung dalam kegiatan Lingkungan oleh Tedja Kusuma, Giseon membagikan Biji Pohon Aren kepada semua peserta yang hadir.
 

Eksistensinya dibelantara Blues Indonesia menjadikan Gideon LJ Tengker  “Singa Tua” di belantara Gitaris Indonesia yang masih Eksis. Puncak menjadi labuhan terakhirnya dalam eksistensi di dunia  Blues. (cj)




teks asli
Editor: Sunyoto

Email: redaksiberitabogor@gmail.com

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.