Memburu Gas Elpiji
LPG (Liquefied Petroleum Gas) berukuran 3 kg diburu pelanggan.
Saat hari raya, banyak petugas delivery dan penjual eceran yang mudik.
Hal ini diduga penyebab banyak pelanggan yang membeli langsung di SPBU terdekat maupun toko sembako yang masih buka saat lebaran.
"Biasanya saya hanya sms ke penjual, lalu penjual datang kerumah mengantarkan pesanan gas 3 kilogram. Tapi lebaran ini, saya harus naik motor ke SPBU di Jalan Tegarberiman untuk membelinya. Lebaran begini pasti dibutuhkan ibu - ibu untuk bahan bakar memasak menu lebaran," kata Ny. Nur (42) warga Pusparaya, Cibinong Bogor, Jum'at (9/8/2013).
Terpisah, di Kecamatan Cisayong, banyak para ibu rumah tangga mengeluhkan dengan kosongnya gas 3 kg tersebut. Ny. Oom, warga Kampung Cipinang Rt 01/4 Desa Sukasukur Kecamatan Cisayong Kab. Tasikmalaya, mengatakan gas 3 kg kosong di warung-warung yang biasa menjual gas 3 kg.
“Saya sudah berkeliling mencarinya, tapi tidak urung menemukan. Sampai ke sgen-agen tidak ada. Sempat ada informasi ke SPBU. Tapi dikejar ke SPBU pun, di sana gas kosong,” paparnya, Kamis (8/8). Keluhan yang sama dikemukakan Ny. Tita, seorang ibu rumah tangga warga Bojongsari Kecamatan Rajapolah. ”Harus masak pakai apa kalau gas tidak ada,” keluhnya. (als/fokus)
Editor: Annisa Ramadhan
Email: redaksiberitabogor@gmail.com
Saat hari raya, banyak petugas delivery dan penjual eceran yang mudik.
Hal ini diduga penyebab banyak pelanggan yang membeli langsung di SPBU terdekat maupun toko sembako yang masih buka saat lebaran.
"Biasanya saya hanya sms ke penjual, lalu penjual datang kerumah mengantarkan pesanan gas 3 kilogram. Tapi lebaran ini, saya harus naik motor ke SPBU di Jalan Tegarberiman untuk membelinya. Lebaran begini pasti dibutuhkan ibu - ibu untuk bahan bakar memasak menu lebaran," kata Ny. Nur (42) warga Pusparaya, Cibinong Bogor, Jum'at (9/8/2013).
Terpisah, di Kecamatan Cisayong, banyak para ibu rumah tangga mengeluhkan dengan kosongnya gas 3 kg tersebut. Ny. Oom, warga Kampung Cipinang Rt 01/4 Desa Sukasukur Kecamatan Cisayong Kab. Tasikmalaya, mengatakan gas 3 kg kosong di warung-warung yang biasa menjual gas 3 kg.
“Saya sudah berkeliling mencarinya, tapi tidak urung menemukan. Sampai ke sgen-agen tidak ada. Sempat ada informasi ke SPBU. Tapi dikejar ke SPBU pun, di sana gas kosong,” paparnya, Kamis (8/8). Keluhan yang sama dikemukakan Ny. Tita, seorang ibu rumah tangga warga Bojongsari Kecamatan Rajapolah. ”Harus masak pakai apa kalau gas tidak ada,” keluhnya. (als/fokus)
Editor: Annisa Ramadhan
Email: redaksiberitabogor@gmail.com

Tidak ada komentar